SURVEI LINGKUNGAN BIOGEOFISIK HUTAN KPHP WAE BUBI SERAM TIMUR

survey-biogeofisik

Hutan Indonesia sangat kaya dengan beragam spesies di dalamnya, bahkan merupakan Hutan dengan Biodiversitas tertinggi di dunia. Semua ini terbentuk karena Indonesia terletak di daerah tropis dengan lebih dari 17.000 pulau. Masing-masing pulau mempunyai ragam flora dan fauna yang khas dan ada yang endemic tidak terdapat di tempat lain.

Untuk mengetahui keadaan hutan sebenarnya perlu masuk langsung di dalam hutan. Survei lingkungan biogeofisik di lapangan dilakukan setelah Tim memasuki wilayah KPHP Model Wae Bubi. Dalam pengamatan tersebut dicatat dan didokumentasikan terhadap obyek geomorfologi meliputi : kondisi bentang alam spesifik, patahan, gejala alam, longsor lahan (land slide) dan kenampakan fisiografi/morfologi wilayah.

survei-lingkungan-biogeofisik-kph-1

Pengamatan satwa dilakukan dengan menggunakan metode perjumpaan, yaitu dengan mengamati dan mencatat jenis satwa yang dijumpai di sepanjang jalur pengamatan vegetasi. Pengamatan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Cara langsung apabila satwa tersebut dapat diamati secara okuler, sedangkan pengamatan tidak langsung dilakukan berdasarkan suaranya, jejak, sarang, bekas makan, kotoran, goresan, dan indikasi lainnya. Data-data tersebut dilengkapi dengan data sekunder yang berasal dari data penelitian-penelitian sebelumnya pada lokasi yang sama dalam kurun waktu lima tahun terakhir, berupa data keanekaragaman dan penyebaran satwa.

survey-biogeofisik-kph

Data kondisi fisik yang diamati yaitu: 1) ketinggian/topografi kawasan yang dinyatakan dengan kisaran (selang) dimulai dari ketinggian yang terendah sampai pada ketinggian yang tertinggi dalam satuan meter di atas permukaan air laut (dpal); 2) kemiringan/kelerengan kawasan yang dinyatakan dengan persen; 3) penutupan lahan; dan 4) wilayah rawan bencana 5) jenis tanah 6) potensi geologi 7) wilayah rawan erosi 8) curah hujan 9) penggunaan lahan 10) potensi hidrologi 11) jaringan jalan 12) DAS 13) bentang alam yang memiliki keindahan dan keunikan yang menjadi daya tarik wisata, baik yang berada dalam kawasan KPH, maupun yang berada di luar kawasan.
Secara geografis KPHP Model Wae Bubi (Unit X) terletak antara 130°00’50” s.d. 130°22’56” Bujur Timur dan 2°58’20” s.d. 3°19’28” Lintang Selatan. Lokasi KPHP Model Wae Bubi di Pulau Seram, berada pada Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

  survei-lingkungan-biogeofisik-kph-4

KPHP Model Wae Bubi di Kabupaten Seram Bagian Timur ditetapkan melalui SK. Menteri Kehutanan No.978/Menhut-II/2013,  Areal KPHP Model Wae Bubi (Unit X) terdiri dari Kawasan Hutan Lindung seluas ± 3.067 ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas ± 49.957 ha dan Hutan Produksi Tetap (HP) seluas ± 12.759 ha, sehingga secara keseluruhan luas areal KPHP ± 66.463 ha, namun setelah dilakukan deliniasi dan penyesuaian ternyata ada sebagian areal KPHP yang masuk dalam Kabupaten Maluku Tengah. Areal tersebut kemudian dipisahkan sehingga luas total KPHP Model Wae Bubi menjadi 60,817.31 ha.

 

survei-lingkungan-biogeofisik-kph-2

survey biogeofisik

Terkait :

Be the first to comment on "SURVEI LINGKUNGAN BIOGEOFISIK HUTAN KPHP WAE BUBI SERAM TIMUR"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*