SARANA TRANSPORTASI DARI KOTA AMBON KE BULA

FERRY-WAIPIRIT

Sarana Transportasi dari Kota Ambon ke Bula ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur ditempuh dengan menggunakan sarana transportasi laut (Kapal Cepat) menuju Masohi kemudian dilanjutkan ke Bula dengan menggunakan angkutan darat, atau juga dengan Kapal Ferry (ASDP) menuju Waipirit kemudian dilanjutkan ke Bula melalui darat. Jarak antara kota Bula dan Kota Masohi adalah 347 km, sedangkan jarak Kota Bula dengan Kota Ambon sebagai Ibu kota provinsi adalah sepanjang 487 km.

Bila ingin menggunakan Kapal Ferry, dari kota Ambon menuju Pelabuhan Hunimua (Liang). Di Pelabuhan Hunimua bila lancar ada beberapa Kapal Ferry yang silih berganti setiap 2 jam sekali. Kelebihan menggunakan alat transportasi ini adalah dapat mengangkut Sepeda Motor dan Mobil menuju Pelabuhan Waipirit Pulau Seram.

kapal-cepatKapal Cepat Tiba di Pelabuhan Amahai (Masohi)

Sedangkan bila menggunakan Kapat Cepat, dari Kota Ambon menuju Pelabuhan Tulehu. Dari Pelabuhan Tulehu, Kapal cepat akan membawa kita menuju Pelabuhan Amahai (Masohi/Kabupaten Maluku Tengah). Harga Tiket Kapal Cepat untuk klas Ekonomi dari Pelabuhan Tulehu ke Pelabuhan Amahai sebesar Rp. 125.000, dan untuk kelas VIP sekitar Rp. 250.000,-.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dari Masohi ke Bula melalui perjalanan darat menggunakan mobil yang istilahnya “Mobil Pangkalan“. Mobil-mobil ini menentukan tarif sebesar Rp. 250.000 per orang, yang memuat sekitar 6 – 7 orang per mobil.

mobil-pangkalanMobil Pangkalan

Jalur perjalanan dari Masohi ke Bula ini yang sering dipergunakan juga oleh wisatawan yang hendak pergi ke “Ora Beach“. Namun perjalanan menuju Bula lebih jauh bila dibandingkan berpergian ke tempat wisata Ora Beach.

Kota Bula merupakan kota kecil yang sedang berkembang dengan pembangunan-pembangunan infrastruktur. Walaupun demikian masih banyak pepohon di dalam kota Bula. Pohon-pohon di daerah ini ada beberapa jenis yang didominasi dengan Casuarina equasetifolia pada daerah pantai dan kota. Juga terdapat hutan mangrove yang luas pada pesisir pantai.

Kabupaten Seram Timur sebagai daerah yang memiliki kesulitan akses untuk transportasi darat maupun laut, karena sangat dipengaruhi oleh kondisi alam maka pengembangan transportasi udara menjadi sangat penting mengingat perlunya sarana yang cepat untuk perpindahan barang dan orang, saat ini bandara yang dipakai adalah milik swasta.

Kondisi transportasi penyeberangan laut saat ini dinilai masih belum cukup maksimal, dimana masih mengalami keterbatasan muatan yang bisa dipindahkan dari pulau satu ke pulau lainnya, untuk hal tersebut maka dibutuhkan prasarana tranportasi penyeberangan yang memungkinkan kendaraan-kendaraan bisa menyeberang tanpa harus dilakukan bongkar muat, yakni fasilitas Dermaga Ferry.

bula-sbtKota Bula – Ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur

Untuk transportasi laut, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki beberapa dermaga/pelabuhan dan tambatan perahu. Tercatat ada sebanyak enam pelabuhan yang melayani kapal Pelni dan kapal lainnya dengan jalur dan jadwal tertentu. Bidang transportasi udara, Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki dua lapangan terbang atau bandara. Saat ini baru satu bandara yang beroperasi terletak di Bula dengan panjang landasan 1200 m dan permukaan sirtu. Bandara ini di bawah kewenangan perusahaan minyak Citic Seram Energy Limited (CSEL). Bandara lainnya yang sedang dalam pembangunan adalah Bandara Kuffar. Bandara Bula hanya melayani penerbangan non-komersial dari dan ke Ambon dengan pesawat carteran Deraya. Hingga saat ini belum ada penerbangan umum atau komersial yang beroperasi di Bula, menunggu selesainya pembangunan Bandara Kuffar.

Be the first to comment on "SARANA TRANSPORTASI DARI KOTA AMBON KE BULA"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*