PERKEMBANGAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON – HOTUMESSE

universitas-pattimura-ambon

Universitas Pattimura Ambon merupakan universitas tertua di Maluku. Dalam kelahiran, pertumbuhan dan proses pendewasaan universitas ini selalu diliputi berbagai dinamika realitas, baik yang bersifat konvensional maupun modern, namun tetap eksis dan terus berkembang dengan pertolongan Tuhan yang selalu terwujud melalui dukungan warganya, pemerintah maupun masyarakat. Rentetan fakta historis yang dilalui itu, telah membentuk sebuah karakter diri serta tekad  perjuangan yang pantang menyerah sesuai Moto Hotumese, jaya dan maju dengan mantap di tengah tantangan.

Heroisme para pendiri serta generasi penerus UNPATTI yang selalu berinspirasi pada motonya tersebut, makin terkonsolidasi secara sistemik dalam sebuah budaya keilmuan dan ciri keilmiahan, dengan Pola Ilmia Pokok (PIP) BINA MULIA KELAUTAN. Tujuannya adalah untuk dapat mengakselarasi peran terbaik dari lembaga pendidikan tinggi ini sebagai sebuah garba ilmiah dan basis perjuangan dalam pembangunan untuk memajukan kehidupan bangsa dengan yang berciri Nusantara ini melalui potensi dan karakter daerah Maluku sebagai  daerah kepulauan dengan lautannya yang sangat luas dan kaya.

PIP UNPATTI tersebut hendak menegaskan bahwa laut kepulauan Maluku yang kaya akan selalu menjadi mahkota  keagungandan incaran dunia sepanjang masa. Bahkan, khasanah kekayaan laut kepulauan Maluku itu telah menjadi sebuah catalog keilmuan yang unik dan prinsip akademik yang aktif, sehingga pantas menjadi pangkalan pengembangan ide, inspirasi, inovasi dan tradisi akademik UNPATTI untuk membangun sebuah mainstream keilmuan yang kuat pada dirinya dalam memperkuat kiprahnya baik secara nasional maupun global.

Presiden RI kita pertama, Ir. Soekarno yang sangat memahami kekayaan alam laut kepulauan Maluku dalam dinamika kosmologi Nusantara di tengah percaturan global itu, sebenarnya telah memulai hal itu dengan ide brilliantnya yang penuh dengan gagasannya yang berciri revolusioner, yaitu dengan pencanangan Proyek Oceanologi oleh Bung Karno di desa Rumah tiga – Poka Ambon Maluku. Tujuan Bung Karno dengan Proyek Oceanologinya itu adalah untuk memajukan kesejahteraan dan keutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dan terkuat di dunia dari kekayaan laut kepulauan Maluku.

Bagi Universitas Pattimura, bila kekayaan nilai laut kepulauan ini telah berhasil menjadi mainstream keilmuannya yang kuat maka UNPATTI pun akan berubah menjadi sebuah  mahkota kebanggaan dan incaran dunia di tengah percaturan global. Inilah tantangan terbesar yang harus dijawab oleh UNPATTI. Bahkan, lebih daripada itu, UNPATTI akan menjadi sebuah centre of exelences bagi kemajuan masyarakat kepulauan Maluku dan Bangsa Indonesia serta dunia dengan mainstream keilmuannya yang menjanjikan itu.

logo-lambang-unpatti-4

BIDANG AKADEMIK UNIVERSITAS PATTIMURA

Perkembangan UNPATTI dari sisi akademik makin memberi sebuah gambaran progresif yang baik. Sampai dengan tahun 2016 universitas ini telah memiliki 57 Program Studi yang ada di 9 Fakultas dan Program Pascasarjana; penambahan beberapa program studi baru dalam rangka memberikan akses kepada masyarakat tetapi juga adalah kepercayaan pemerintah untuk institusi ini menyelenggarakan program-program akademik pada jenjang strata satu, dua dan tiga terjadi peningkatan jumlah prodi.

Dari sisi perkembangan kualifikasi akreditasi, dapat kami laporkan bahwa sampai dengan Tahun Akademik 2015/2016 ini, Universitas Pattimura sementara menyelenggarakan 57 Program Studi (Prodi) yang terdiri dari  15 Prodi pada jenjang pendidikan S2 dan 42 Prodi jengang pendidikan S1.

Untuk 15 Program Studi S2, 6 diantaranya telah terakreditasi, di mana Prodi Ilmu Kelautan mendapat nilai ‘A’, sedangkan Prodi Ilmu Ekonomi, Prodi Sosiologi dan Ilmu Hukum masing-masing mendapat nilai ‘B’, 2 Prodi yakni Pengelohan Lahan dan Manajemen Hutan mendapat nilai ‘C’. Sedangkan 5 lainnya telah meningkatkan statusnya dari izin mandat menjadi izin operasional dengan status akreditasi minimal dan 2 Prodi S3 Ilmu Kelautan dan Ilmu Hukum menunggu penilaian selanjutnya.

Khususnya untuk Prodi S1, yang berjumlah 42 Prodi semuanya terakreditasi, dengan rincian : 2 Prodi mendapat nilai ‘A’, yakni Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dan Budidaya Perairan, 33 Prodi mendapat nilai ‘B’, sedangkan sisanya 9  Prodi mendapat nilai ‘C’ yang pada saat ini tengah mempersiapkan diri untuk proses akreditasi ulang.

penelitian

PERPUSTAKAAN UNPATTI

Sebuah perkembangan progresif UNPATTI adalah dalam bidang perpustakaan, di mana UPT Perpustakaan UNPATTI telah diakreditasi dan berhasil mendapat nilai B, sehingga diharapkan akan mendapat sebuah pengakuan yang luas dalam hal pengembangan misi perpustakaan ini ke depan. Terjadi pula pengembangan Infrastruktur perpustakaan berbasis elektronik melalui pengadaan bandwith berkapasitas 250 Mbps, perbaikan jaringan wireless pada setiap titik di lokasi perpustakaan, pengadaan jaringan wireless pada setiap fakultas, pengadaan peripheral perpustakaan digital. Di sisi lain, terjadi pula penambahan fasilitas Pelayanan Perpustakaan dengan adanya 13.686 judul buku, 70 judul jurnal, 209 judul Majalah dan 17 judul Buletin ilmiah.

mahasiswa-dosen-7

BIDANG KEMAHASISWAAN UNPATTI

Dalam bidang kemahasiswaan, terlihat bahwa animo calon mahasiswa S1 yang memilih  masuk ke Universitas Pattimura cenderung meningkat dari tahun ke- tahun, baik melalui jalur SNMPTN, SBMPTN maupun melalui jalur Mandiri. Hal ini  disebabkan karena suasana akademik di UNPATTI semakin kondusif sehingga berangsur-angsur menarik animo calon mahasiswa dari luar Propinsi Maluku untuk kuliah di Kampus Orang Basudara ini.

Peningkatan animo calon mahasiswa ini akan meningkatkan keketatan seleksi yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas calon mahasiswa dan akan berdampak pada efisiensi proses pendidikan baik pada prestasi maupun masa studi mahasiswa.  Jumlah  mahasiswa pada tahun 2015 adalah; mahasiswa strata 1 (S1) sebanyak 19.449  orang, Strata 2 (S2)  sebanyak 998  orang dan mahasiswa Strata 3 (S3) sebanyak   13 orang.

Dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya jumlah mahasiswa S1 menurun cukup signifikan karena adanya penurunan mahasiswa PPHB juga signifikan. Selanjutnya dilaporkan bahwa jumlah mahasiswa baru pada tahun 2015 adalah S1 sebanyak 5565 orang, S2 sebanyak 402 orang dan S3 sebanyak 13 orang, sedangkan jumlah lulusan pada tahun 2015 adalah S1 sebanyak 4382 orang, dan S2 sebanyak 247 orang. Dengan demikian indeks produktivitas Universitas pada tahun 2015 untuk S1 adalah 0,22 dan S2  sekitar 0,24.

Produktivitas tersebut perlu ditingkatkan dengan mendorong agar mahasiswa lulus tepat waktu, yang saat ini rata-rata masa studi mahasiswa mencapai  4,5   tahun untuk S1 dan 2,9 tahun untuk S2. Seiring dengan peningkatan produktivitas, perbaikan kualitas juga perlu ditingkatkan, dimana di tahun 2015 ini IPK rata-rata mahasiswa S1 adalah 3,08  dan S2 sebesar 3,43

Perlu dibangun suatu komitmen yang kuat dari seluruh stakeholder internal UNPATTI untuk meningkatkan mutu lulusan dan produk lainnya agar UNPATTI mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain terutama dalam persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

Kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan dalam tahun 2015 meliputi;

  1. bidang penalaran antara lain; Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berupa pengajuan karya ilmiah dari berbagai Fakultas ke Kemenristekdikti untuk didanai setelah lolos seleksi, Lomba debat bahasa Inggris tingat daerah yang kemudian mendapatkan juara 1, Lomba debat bahasa Inggris tingkat Nasional dan berada pada posisi peringkat 18 kelas utama, Lomba Olimpiade atematika, Fisika dan Kimia tingkat Universitas dan Kopertis Wilayah XII
  2. bidang minat dan bakat, yaitu mengikuti lomba PESPARAWI tingkat Nasional yang diselenggarakan di UKI Jakarta, dan berhasil memperoleh 3 medali emas, mengikuti Lomba MTQ tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh UI Jakarta, mengikuti POMNAS ke-XIV di Propinsi Aceh dan Pencak Silat pada Pra PON ke-XiX di Gorontalo..
  3. bidang pemberdayaan melalui; program kewirausahaan terdiri dari 29 kelompok, dan setiap kelompok mendapatkan dana Rp. 20.000.000, serta kegiatan-kegiatan pemberdayaan lain yang dilaksanakan oleh UKM seperti , KSR-PMI, PIK, MAPALA, UKM Seni, UKM Olahraga,dll
  4. bidang kesejahteraan mahasiswa berupa pemberian bea siswa kepada mahasiswa sebanyak  2.870 orang, dengan rincian : (a) Beasiswa PPA sebanyak 1200, (b) Supersemar sebanyak 75 orang; (c) Beasiswa Bidik Misi sebanyak 1439 orang; (d) Beasiswa Bidik Misi Papua sebanyak 43 orang (e) Beasiswa Bank Indonesia sebanyak 40 orang, (f) Beasiswa Supersemar unggulan sebanyak 3 orang; (g) Beasiswa Inpex Scholarship Program sebanyak 50 orang; dan (h) Beasiswa Inpex penulisan skripsi sebanyak 5 orang.

Prestasi yang dicapai dalam kegiatan mahasiswa UNPATTI sampai saat ini diakui masih kurang dan belum mampu bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain, sehingga kedepan perlu didorong dengan mengintensifkan pembinaan dan meningkatkan frekuensi keikut sertaan mahasiswa dalam kompetisi antar mahasiswa baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Disamping kegiatan-kegiatan atau program seperti disebutkan diatas, pada tahun 2015, mahasiswa UNPATTI juga ikut dan berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi diluar UNPATTI dan lembaga lainnya baik  tingkat nasional maupun tingkat ASEAN. Kegiatan-kegiatan dimaksud antara lain:

  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada Sarasehan IMBASADI di Universitas Pendidikan (UPI) Bandung
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada Jambore Selam Forum penyelam mahasiswa Indonesia di Lampung
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa dalam kegiatan pemantapan Provost anggota MENWA di Universitas  Islam Negeri Jogyakarta
  • Mengikutsertakan 2 mahasiswa dalam kegiatan Temu Ilmiah mahasiswa Kelautan Nasional Indonesia di Bandung
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada Final Lomba PKM di Universitas Jenderal Sudirman
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada kegiatan volunteerms teaching Indonesia Children di Jakarta
  • Mengirimkan 1 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan program beasiswa penelitian dan magang Centre Indonesia di Jakarta
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa dalam lomba penulisan artikel parade cinta tahan air oleh Kementerian Pertahanan RI.
  • Mengikutsertakan mahasiswa dalam PIMNAS ke-28 di Universitas Halualeo di Kendari
  • Mengikutsertakan 2 mahasiswa pada kegiatan Temu Bakti PMI se Indonesia ke VIII di Bali
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada kegiatan finalis 10 besar The 8 Annual Ling Art Easy Competition (LAEC) di Semarang
  • Mengikutsertakan 1 mahasiswa pada kegiatan Geo-Environtment Olimpiade di UGM Jogyakarta
  • Mengikutsertakan 2 mahasiswa pada kegiatan ASEAN Synchroton Cience Camp di Bangkok ailand
  • Mengirim 25 mahasiswa pada kegiatan POMNAS ke-XIV di Aceh
  • Mengirim 3 mahasiswa ke PSN Pertanian di UI

Dilaporkan juga, tercatat 7 kegiatan kemahasiswaan yang dilaksanakan pada tingkat Universitas dan Fakultas, dan 4 kegiatan yang dilakzanakan masing-masing Badan Narkotika Nasional (BNN), Rindam XVI Pattimura, Universitas Darussalam Ambon, dan BKKBN Propinsi Maluku

tiga-buah-mutiara

BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS PATTIMURA

Pesatnya perkembangan teknologi informasi yang kian merambah berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan, teristimewa proses pembelajaran di lingkungan Universitas Pattimura, sehingga menuntut perlunya dilakukan penataan dan perbaikan berbagai perangkat teknologi informasi ke seluruh unit-unit kerja di lingkungan Universitas Pattimura. Apa yang selama ini telah dilakukan perlu ditingkatkan, teristimewa dalam menunjang Sistem Informasi Akademik berbasis IT.

Secara umum konteks pengembangan sistem informasi di Universitas Pattimura direncanakan untuk mendukung misi universitas dengan pola ilmiah pokok “Bina Mulia Kelautan”. Dalam konteks ini, pengembangan, pengelolaan dan pemanfaatan sistem informasi (hardware dan software) selain ditujukan untuk mendukung proses akademik, juga diarahkan untuk mendukung kegiatan riset dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan pola ilmiah pokok.

Universitas Pattimura yang berada di Propinsi Maluku yang 92% wilayahnya adalah laut berkomitmen untuk mengembangkan sarana dan SDM di bidang Teknologi Informasi (TI) berbasis kepulauan, menghasilkan aplikasi perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis data dan informasi di bidang perikanan dan bidang-bidang kelautan lain yang nantinya dapat dipergunakan untuk pengembangan taraf hidup dan ekonomi masyarakat wilyah kepulauan khususnya di Propinsi Maluku.

Universitas Pattimura telah memiliki basis data yang dikelola melalui beberapa sistem informasi seperti sistem informasi akademik (SISMIK) untuk administrasi akademik, sistem informasi kepegawaian (SIMPEG) untuk pengelolaan sumber daya manusia dan sistem informasi pembelajaran (e-learning) untuk pengelolaan sistem pembelajaran.

Universitas Pattimura memiliki website institusi yang dapat diakses pada URL http://unpatti.ac.id.

Untuk akses internet, UNPATTI memiliki koneksi internet dengan kapasitas bandwidth sebesar 250 Mbps  yang terdiri dari 150 Mbps untuk koneksi domestik dan 100 Mbps untuk koneksi global melalui layanan IP Transit PT. Telkom, Tbk. Untuk distribusi ketersediaan internet, UNPATTI telah menggunakan jaringan LAN backhaul antar gedung dengan menggunakan kabel serat optik untuk menginterkoneksi gedung-gedung fakultas dan lembaga di lingkungan kampus. Penyediaan akses mahasiswa terhadap sumber daya global terus meningkat dari waktu ke waktu. Bandwidth rata-rata yang tersedia per mahasiswa sebesar 11.90kbps

Jaringan LAN berbasis serat optik ini digunakan untuk mendistribusikan koneksi internet yang dilanggani dari PT. Telkom untuk dapat diakses melalui PC Desktop yang terhubung secara wired (menggunakan kabel) dan juga untuk akses dengan menggunakan laptop, tablet computer dan smart phone. Dilingkungan kampus terdapat sebanyak 75 titik akses internet berbasis wireless (WiFi) yang dapat digunakan untuk akses sumber daya internet dan juga sumber daya intranet berupa email institusi (webmail unpatti), VoIP (Voice over Internet Protocol), IP Camera dan keperluan video conference

Akses oleh mahasiswa ke sumber-sumber informasi dilakukan melalui infrastruktur jaringan kampus melalui laboratorium komputer di UPT Puspelkom, UPT Perpustakaan maupun pada fakultas-fakultas masing-masing dan melalui jaringan wireless. Sedangkan untuk dosen dan pegawai disediakan sambungan berbasis kabel yang disediakan pada meja kerja masing-masing, maupun melalui jaringan wireless yang tersedia.

Dalam menjalankan kegiatan pembelajaran, Universitas Pattimura (UNPATTI) ditunjang oleh Local Area Network (LAN) berbasis serat optik untuk menghubungkan gedung-gedung di lingkungan kampus. Penggunaan LAN serat optik ini memberikan kemampuan transfer data di dalam LAN kampus sebesar 1Gbps. LAN kampus ini digunakan untuk mendistribusikan konektivitas internet untuk kebutuhan akses internet oleh civitas akademika.

UNPATTI memiliki prasarana data center yang dilengkapi dengan 18 unit server yang menggunakan proses Intel Xeon® Quad Core dengan 16GB RAM pada tiap unit server. Data center juga memiliki dedicated storage server dengan kapasistas penyimpaanan sebesar 4TB. Data center didukung oleh instalasi emergency power supply unit untuk penyediaan tenaga listrik jika terjadi pemadaman aliran listrik PLN. Untuk keperluan ini data center didukung oleh 2 unit genset dengan kapasitas masing-masing 100kW dan 2 x 10kW UPS unit. Data center berfungsi sebagai pusat kendali jaringan lokal (intranet) dan juga koneksi dan distribusi koneksi internet serta sebagai pusat manajemen dan penyimpanan data.

Untuk kegiatan pembelajaran UNPATTI memiliki laboratorium komputer utama yang berada di gedung UPT komputer. Laboratorium komputer juga dimiliki oleh beberapa fakultas. seperti Fakultas MIPA, Ekonomi dan Teknik.

UNPATTI memiliki fasilitas perangkat lunak untuk kegiatan e-learning yang dapat diakses melalui web. Terdapat 2 server untuk akses e-learning, yang pertama bersifat akses terbuka (http://paparisa.unpatti.ac.id/kuliah) dan yang kedua bersifat tertutup / untuk penggunakan internal di http://elearning.unpatti.ac.id

Untuk akses e-library , perpustakaan UNPATTI menyediakan layanan OPAC (Online Public Access Catalogue) yang dapat diakses melalui  http://opac.unpatti.ac.id

UNPATTI memiliki pengolahan administrasi akademik berbasis web yang dapat diakses melalui http://sismik.unpatti.ac.id untuk mahasiswa dan http://sismik.unpatti.ac.id/baa untuk operator dan dosen. Sistem ini terus dilakukan pengembangan untuk menjawab tuntutan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

 Sistem informasi untuk personil sementara dikembangkan. Salah satunya adalah dengan mengembangkan basis data dosen dan pegawai. Prototipe basis data dosen telah online dan dapat diakses melalui http://paparisa.unpatti.ac.id/dsn.

Untuk aplikasi sistem informasi keuangan internal UNPATTI sementara direncanakan dan diharapkan dalam tahun ini sudah mulai dapat di akses melalui http://simpeg.unpatti.ac.id.

mahasiswa-dosen-4

SUMBERDAYA UNIVERSITAS PATTIMURA

Tantangan-tantangan yang dihadapi Universitas pada saat ini tidak lain dari kompetisi secara ketat baik internal maupun eksternal terutama dalam menghadapi globalisasi, MEA dan pengelolaan kekayaan alam Maluku (Blok Masela). Semua tantangan tersebut menghendaki ketersediaan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor yang sangat fundamental dan esensial dalam kerangka meletakan dasar-dasar kulitas yang baik untuk menghasilkan output sebagai wujud dari pencapaian visi dan misi Universitas.  Dengan demikian  dituntut sebuah kesiapan sumber daya manusia yang kompeten pada bidangnya, kopetitif dalam karyanya tetapi juga komparativ pada abdiannya.  Termasuk ketersediaan SDM untuk menjawab kebutuhan Blok Masela. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk menilainya tidak lain adalah; 1) status pendidikan yang dimiliki, dan 2) berbagai produk-produk akademik dan non akademik yang dihasilkan untuk memperlihatkan kapasitas dan kapabilitas yang baik sebagai seorang tenaga pendidik.

Universitas Pattimura, sampai pada usia 53 tahun, telah memiliki pegawai sebanyak 1495 orang, terbagi atas; a)  tenaga pendidik sebanyak 1064 orang, terdiri dari yang berkualifikasi S3 sebanyak 209 orang, yang berkualifikasi S2 sebanyak  764 orang, yang berkualifikasi sebagai Profesi Dokter sebanyak 27 orang dan yang berkualifikasi S1 sebanyak 62. Didalamnya terdapat sebanyak 44 orang Guru Besar.  Dari sebanyak 764 orang yang berkualifikasi S2, maka yang sementara studi lanjut ke jenjang S3 sebanyak 107 orang diantaranya 4 orang di luar negeri dan 103 orang di dalam negeri.

Berdasarkan pada kondisi kekinian maka untuk memenuhi standar minimal tenaga pendidik berkualifikasi S3 sebanyak 33 % (351 orang), UNPATTI harus menyiapkan tenaga S3 sebanyak 40,45 % (138 orang). Jumlah ini akan terus berkurang dari tahun ke tahun dan ditargetkan sampai tahun 2020 jumlah tersebut telah terpenuhi bahkan akan melampaui standar minimal 33 %.

Consern kepemimpinan saat ini terhadap persoalan SDM tenaga pendidik adalah memanfaatkan seluruh peluang yang ada (berbagai beasiswa dalam dan luar negeri), bantuan pendidikan dari PEMDA dan upaya-upaya internal lainnya bagi peningkatan kapasitas tenaga pendidik baik untuk studi lanjut maupun program-program pengembangan kapasitas yang lainnya termasuk pengembangan kapasitas dalam menggunakan bahasa asing.

Dalam hubungan dengan tenaga penunjang fungsional (teknisi, laboran, arsiparis, pustakawan) dan tenaga administrasi, sampai dengan tahun 2016  terdapat sebanyak 431 orang.   Berkaitan dengan perkembangan karier tenaga administrasi, maka pada dasarnya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tenaga administrasi melalui jenjang pendidikan vormal pada taraf S2 dan pendidikan-pendidikan lain seperti diklat, training dan/atau kursus adalah penting dan mendapat prioritas untuk dilaksanakan.  Tenaga kependidikan yang telah memiliki kualifikasi S2 sampai saat ini mencapai 9 orang dan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.

 

KEUANGAN UNIVERSITAS PATTIMURA

Keadaan Keuangan Universitas Pattimura tahun 2014 s/d 2015 yang tertuang di dalam DIPA Universitas Pattimura bersumber dari Rupiah Murni (RM) dan Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) yang dapat dirincikan sebagai berikut :

SUMBER DANA TAHUN ANGGARAN
2014 2015
Rupiah Murni (RM) Rp.     216.005.647.000 Rp.  238.893.645.000
Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) Rp.       68.797.944.000 Rp.    95.906.825.000
Jumlah Rp.    284.803.591.000 Rp. 334.800.470.000

 

Berdasarkan persentase alokasi anggaran sesuai sumber dana dapat dijelaskan sebagai berikut:

Realisasi anggaran Tahun 2014;

  • RM = 81,34 % atau Rp. 175.643.429.114,
  • PNBP = 82,25 % atau Rp. 56.564.660.513

dan realiasi pada tahun 2015

  • RM = 96,34 % atau Rp. 230.160.915.692 dan
  • PNBP = 89,58 % atau Rp. 85.916.418.131.

Dari hasil realisasi anggaran dapat dikemukakan bahwa :

  1. Alokasi anggaran RM dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 10,59%
  2. Alokasi sumber dana PNBP dari tahun 2014 ke tahun 2015 mengalami peningkatan sebesar 39,40%.

Sedangkan realisasi Belanja Anggaran DIPA Universitas Pattimura tahun 2016 adalah Rp. 241.767.755.000 dimana realisasinya sampai dengan tanggal 18 April 2016 sebesar Rp. 45.013.839.320 atau sebesar 18,62 %.

 

PENILAIAN DIKTI TERHADAP UNIVERSITAS PATTIMURA

Menurut ranking yang dibuat oleh Dikti untuk Universitas Pattimura berdasarkan penilaian data PDPT adalah sebagai berikut :

  • Kualitas SDM; 2,72
  • Kualitas Manajemen; 1,6
  • Kualitas kegiatan mahasiswa; 0,0
  • Penelitian dan publikasi; 0,5

Berdasarkan Peringkat Webmotrics Unpatti 2015; Unpatti di Indonesia; 39,

Penilaian ini berdasarkan

  • presense; 2844;
  • Impact; 1233;
  • Opennes; 13981;
  • Excellence; 5484

 

VISI, MISI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN UNPATTI

Mengacu pada arah kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia, maka Unpatti menetapkan visi sebagai berikut :

Terwujudnya Universitas Pattimura bermutu, inovatif, berkemampuan Iptek, kompetitif dan berbudaya kepulauan

Untuk mewujudkan capaian visi tersebut ditetapkan Misi sebagai berikut :

  1. Meningkatkan sistem dan manajemen kelembagaan yang berkualitas;
  2. Meningkatkan kualitas proses pendidikan, kemahasiswaan dan sumber daya manusia yang berkualitas;
  3. Meningkatkan akses riset dan kemampuan teknologi, inovasi dan produk-produk berkualitas;
  4. Memperluas akses kerjasama dalam dan luar negeri.

 

Tujuan Strategis

“Terjadi peningkatan relevansi kelembagaan, kualitas sumber daya manusia, kapasitas Iptek, inovatis dan kemampuan kompetitif”

 

Sasaran Strategis

  • Meningkatnya kualitas sistem dan manajemen institusi;
  • Meningkatnya proses pendidikan dan kegiatan kemahasiswaan;
  • Meningkatkan relevansi dan kualitas kelembagaan Iptek dan kualitas sumber daya manusia Iptek;
  • Meningkatnya kualitas dan produktivitas serta pengembangan riset dan inovasi;
  • Meluasnya kerjasama riset dalam dan luar negeri.

 

Sasaran Strategis

  • Meningkatnya kualitas sistem dan manajemen institusi;
    1. Penataan dan pengembangan sistem manajemen penyelenggaraan pendidikan dan pencitraan publik;
    2. Peningkatan SDM, infrastuktur, pengembangan kemampuan Iptek dan sistem informasi yang efektif.
  • Meningkatnya kualitas pendidikan dan kegiatan kemahasiswaan;
    1. Peningkatan kualitas lulusan dengan pemberian sertifikat kompetensi dan kemampuan wirausaha;
    2. Melaksanakan pendidikan profesi bagi lulusan FKIP sebagai calon guru dengan pola beasiswa dan berasrama;
    3. Meningkatkan jumlah mahasiswa yang unggul dalam kompetisi olimpiade sains, olahraga, seni, bahasa dan budaya;
    4. Peningkatan kuantitas dan kualitas laboratorium pembelajaran, laboratorium riset terpadu, bengkel, studio, dan perpustakaan;
    5. Peningkatan kualitas ruang kelas dengan sistem pendingin ruangan dan TI;
    6. Peningkatan kualifikasi dosen melalui pendidikan S3 sehingga tercapai rasio ≥ 25%;
    7. Penataan kelembagaan UKM untuk meningkatkan minat, bakat dan kesejahteraan mahasiswa.
  • Meningkatnya relevansi dan kualitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia;
    1. Meningkatkan status akreditasi institusi mencapai nilai A;
    2. Meningkatkan status akreditasi program studi mencapai nilai A ≥ 25% dan sisanya dengan nilai B;
    3. Meningkatkan peran lembaga penjaminan mutu sebagai penjamin dan pengendali mutu Unpatti sebagai institusi perguruan tinggi;
    4. Meningkatkan status otonomi Unpatti dari PTN-Satker menjadi PTN-BLU.
  • Meningkatnya kualitas dan produktivitas serta pengembangan riset dan inovasi;
    1. Meningkatkan kualitas penelitian berskala nasional dan internasional;
    2. Pengembangan Taman Sains dan Taman Teknologi (Science Park and Technology Park) yang diarahkan pada teknologi budidaya perairan, teknologi farmakologi berbasis kelautan, rempah-rempah, dan teknologi pengolahan hasil laut;
    3. Peningkatan publikasi dosen terutama pada jurnal internasional bereputasi dan jurnal nasional terakreditasi.
  • Meluasnya jejaring kerjasama riset dalam dan luar negeri.
    1. Penguatan kerjasama dengan dunia usaha atau industri di bidang penelitian dan implementasi teknologi terapan dengan melibatkan dosen dan mahasiswa
    2. Transfer knowledge melalui magang dosen dan mahasiswa dengan mitra dalam dan luar negeri

universitas-pattimura-ambon

KEGIATAN PENELITIAN UNIVERSITAS PATTIMURA

Kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh dosen Unpatti pada tahun 2015 dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Penelitian Desentralisasi

Untuk kelompok Penelitian Desentralisasi, proposal yang didanai sebanyak 51 dari 70 proposal yang diusulkan (capaian sebesar : 72,86 %) dengan total dana sebesar Rp. 1,544 milyar, dan melibatkan sebanyak 126 dosen.  Rincian dari Penelitian Desentralisasi adalah sebagai berikut :

 

No Jenis Penelitian Usulan

Proposal

Proposal yang

Diterima

Realisasi Biaya

(Rp)

1 Hibah Bersaing 42 23 959.500.000,-
2 Unggulan Perguruan Tinggi 7 7 385.000.000,-
3 Pekerti 1 1 85.000.000,-
4 Dosen Pemula 20 20 200.000.000,-
Jumlah 70 51 1.544.500.000,-

Sumber : LAKIP Lemlit Unpatti, 2016

 

  1. Penelitian Kompetitif Nasional

Untuk kelompok Penelitian Kompetitif Nasional, proposal yang didanai sebanyak 33 dari 54 proposal yang diusulkan (capaian sebesar : 61,11 %) dengan total dana sebesar Rp. 3,318 milyar, dan melibatkan sebanyak 76 dosen.  Rincian dari Penelitian Kompetitif Nasional adalah sebagai berikut :

 

No Jenis Penelitian Usulan Diterima Realisasi Biaya

(Rp)

1 Lanjutan MP3EI 14 9 1.792.500.000,-
2 MP3EI baru 10 3 485.000.000,-
3 Hibah Kompetensi 7 4 493.000.000,-
4 Fundamental 8 6 327.500.000,-
5 Disertasi Doktor 4 3 100.000.000,-
6 Tim Pasca Sarjana 1 1 120.000.000,-
Jumlah 54 33 3.318.000.000,-

Sumber : LAKIP Lemlit Unpatti, 2016

 

  1. Penelitian Unggulan Daerah

Untuk kelompok Penelitian Unggulan Daerah, proposal yang didanai sebanyak 7 dari 7 proposal yang diusulkan (realisasi sebesar : 100,00 %), dengan total dana sebesar Rp. 480 juta, dan melibatkan sebanyak 11 dosen.

 

  1. Penelitian BOPTN

Untuk kelompok Penelitian BOPTN, proposal yang didanai sebanyak 1 dari 1 proposal yang diusulkan (realisasi sebesar : 100,00 %), dengan total dana sebesar Rp. 32,670 juta.

 

  1. Penelitian PNBP

Untuk kelompok Penelitian PNBP, proposal yang didanai sebanyak 20 dari 20 proposal yang diusulkan (realisasi sebesar : 100,00 %), dengan total dana sebesar Rp. 200 juta.

 

Berdasarkan uraian di atas, maka jika kita lakukan evaluasi kinerja serapan dana penelitian desentralisasi, kompetitif nasional dan unggulan daerah pada tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2014, dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

No Jenis Penelitian Serapan Dana Tahun Persentase Ket
2014 2015
1 Desentralisasi 1,589,000,000 1,629,500,000 2.55% Naik
2 Kompetitif Nasional 5,708,500,000 3,238,000,000 -43.28% Turun
3 Unggulan Daerah 214,000,000 480,000,000 124.30% Naik
Jumlah Keseluruhan 7,511,500,000 5,347,500,000 -28.81% Turun

Sumber : LAKIP Lemlit Unpatti, 2016

 

Harapan saya ke depannya seluruh dosen Unpatti dapat lebih meningkatkan lagi minat penelitian, baik untuk pengembangan ilmu pengetahuan maupun inovasi teknologi yang berguna bagi bangsa Indonesia.

 

Selain kegiatan penelitian yang telah dilakukan oleh dosen seperti tersebut di atas, Lembaga Penelitian Unpatti juga melakukan kerjasama penelitian dengan instansi terkait yaitu :

  • Kerjasama dengan Pemerintah Daerah Maluku tentang Survey Kajian Rantai Pasok Komoditas Pertanian dan Perikanan Sebagai Pemicu Inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual;
  • Kerjasama dengan BAPPEDA Provinsi Maluku tentang Evaluasi Rantai Pasok Komoditas Pertanian dan Perikanan Sebagai Pemicu Inflasi di Kota Ambon dan Kota Tual;
  • Kerjasama dengan BAPPEKOT Ambon tentang Studi Kelayakan Pembangunan Pasar Apung Terpadu di Pantai Mardika – Kota Ambon;
  • Kerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Maluku Barat Daya tentang Penataan dan Pemetaan Potensi Kawasan Hutan dan Perkebunan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Tahun anggaran 2015;
  • Kerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tentang Tim Riset Khusus Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin dan Tumbuhan Obat Berbasis Komunitas di Indonesia, Tahun 2015;
  • Kerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Maluku tentang Menyusun Pola Inovatif Konservasi Lahan di DAS WaeRuhu Kota Ambon Untuk Mendukung Fungsi Waduk Sebagai Penghalang Banjir, Sedimen dan Cadangan Air Baku, Tahun Anggaran 2015.

Hasil penelitian yang telah dilakukan perlu diubah menjadi inovasi dengan melakukan komersialisasi berupa kerjasama dengan mitra industri atau pemerintah daerah dalam upaya untuk turut serta menyejahterakan masyarakat dan membangun perekonomian Indonesia. Sebuah temuan yang tidak dikomersialisasikan bukan merupakan inovasi teknologi, melainkan merupakan invensi teknologi. Berbagai program pengembangan kewirausahaan dengan industri mitra dan pemerintah daerah harus berlandaskan kepada inovasi teknologi mengingat bahwa kemajuan sebuah negara tidak dapat dicapai tanpa pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada teknologi dan pengetahuan.

Sejak akhir Desember tahun 2015, kita dihadapkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN / MEA (ASEAN Economic Communities), yaitu suatu era yang menyatukan Negara-negara di kawasan Asia Tenggara menjadi “satu basis pasar dan produksi”. Era liberalisasi perdagangan ini akan terjadi arus bebas produk, jasa, investasi, tenaga kerja, dan modal, yang semuanya bermuara pada prinsip pasar terbuka bebas hambatan. Tujuan dari diciptakannya MEA ini, berdasarkan piagam ASEAN adalah dalam upaya meningkatkan perekonomian kawasan dengan meningkatkan daya saing di kancah regional dan internasional agar ekonomi tumbuh merata, juga meningkatkan taraf hidup masyarakat ASEAN. Indonesia sebagai bagian dari komunitas ASEAN harus berusaha untuk mempersiapkan diri dan memanfaatkan peluang MEA, serta harus meningkatkan kapabilitas untuk dapat bersaing dengan Negara anggota ASEAN lainnya sehingga ketakutan akan kalah bersaing di negeri sendiri tidak terjadi.

diskusi-bappeda-aru

KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS PATTIMURA

Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi yang tidak kalah pentingnya adalah  pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen Unpatti pada tahun 2015 adalah sebagai berikut :

  • Pengabdian dosen Skim IbM yang dibiayai oleh DIPA Dikti terealisasi sebanyak 11 proposal dengan total dana sebesar Rp. 462 juta dan melibatkan sebanyak 33 dosen.
  • Pengabdian dosen Skim Hi-Link yang dibiayai oleh DIPA Dikti terealisasi sebanyak 1 proposal dengan total dana sebesar Rp. 220 juta dan melibatkan sebanyak 2 dosen.
  • Pengabdian dosen yang dibiayai BOPTN terealisasi sebanyak 8 proposal dengan total dana sebesar Rp. 160 juta dan melibatkan sebanyak 14 dosen.

Selain kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh dosen seperti tersebut di atas, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unpatti juga melakukan kerjasama pengabdian dengan instansi terkait yaitu :

  • Kerjasama dengan Balai POM Provinsi Maluku tentang KKN Tematik dengan total dana sebesar Rp. 15 juta dan melibatkan sebanyak 20 dosen;
  • Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Penyusunan Pedoman Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 460 juta dan melibatkan sebanyak 15 dosen;
  • Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Fasilitasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 2,600 milyar dan melibatkan sebanyak 19 dosen;
  • Kerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal tentang Evaluasi Penetapan Pembangunan Kawasan Pedesaan Wilayah V dengan total dana sebesar Rp. 450 juta dan melibatkan sebanyak 14 dosen;

Kegiatan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2016, terjadi peningkatan sebesar 150 % khususnya di bidang kerjasama.

Selain itu, pada tahun 2015, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Unpatti juga melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 41 gelombang II dengan jumlah 1.280 mahasiswa dan Angkatan 42 gelombang I dengan jumlah 1.539 mahasiswa.

Berdasarkan capaian yang telah dijelaskan di atas, diharapkan ke depannya seluruh dosen Universitas Pattimura Ambon dapat lebih meningkatkan lagi minat melakukan pengabdian kepada masyarakat dan Unpatti sudah harus merealisasikan pembangunan desa-desa binaan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Be the first to comment on "PERKEMBANGAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON – HOTUMESSE"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*