KEMBALI KE WISATA ALAM PULAU MARSEGU MALUKU

kembali ke pulau marsegu

Pulau Marsegu adalah sebuah Pulau karang yang terletak di Kabupaten Seram Barat Provinsi Maluku, sudah terkenal dengan keindahan pantai pasir putih, tetapi belum sepopuler Pantai Natsepa di Pulau Ambon. Sejak pertama datang ke pulau ini dalam penelitian “analisis vegetasi untuk pengelolaan hutan lindung” rasanya ingin kembali lagi untuk menikmati suasana pantai pulau ini.

wisata alam pulau marsegu

Terhitung bulan Juni 2006 pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini hingga kini sudah empat kali Irwanto Forester bertandan ke pulau ini. Pulau wisata alam nan indah dengan panorama laut yang biru beserta terumbu karang yang berwarna warni dan telah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai kawasan wisata alam laut.

Sisi timur terdapat pasir putih yang panjangnya 700 m, sebelah barat dengan batu karang yang terjal, sebelah selatan kawasan mangrove, sedangkan sebelah utara dengan terumbu karang yang indah.

mahasiswa di dalam mobil menunggu di dermaga ferry hunimuaferry hunimua

Menuju Wisata Alam Pulau Marsegu dari Ambon, harus melalui jalur laut ke Pulau Seram dengan menggunakan Kapal Ferry dari Dermaga Hunimua (Liang) ke Waipirit. Selanjutnya dari Waipirit melewati jalan darat ke Desa Pelita Jaya. Perjalanan ke Desa Pelita Jaya melewati Ibu Kota Kabupaten Seram Barat “Piru”, menempuh jarak   35 km dari Dermaga Ferry Waipirit. Dulunya jalan menuju Pelita Jaya ini sedikit rusak tapi sekarang sudah mulus, nyaman juga bagi pengendara sepeda motor. Pelita Jaya adalah salah satu desa yang dekat dengan Pulau Marsegu sekitar 5 km.

 

mahasiswa-unpatti-ambon

Setiba di Pelita Jaya, duduk sebentar beristirahat ambil nafas yang panjang untuk melanjutkan perjalanan lewat laut ke Pulau Marsegu menggunakan kapal Motor yang bisa memuat sekitar 75 orang. Berdiri di atas jembatan melihat mangrove di sekitar Pelita Jaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar. Sambil memandang mangrove-mangrove tersebut ternyata ada juga seekor mahluk yang berenang dan melilit di bawah tiang jembatan. Itu adalah seekor ular laut yang warnanya sangat kontras dengan warna-warna sekeliling. Warna putih dihiasi belang-belang adalah ciri khas warna dari ular laut mungkin namanya adalah Bungarus candidus, termasuk ular berbisa.

ular laut Bungarus candidus

Satu per satu mahasiswa Jurusan Kehutanan Unpatti Ambon yang akan mengadakan praktek naik ke kapal motor dengan membawa rangsel berisi peralatan dan bekal untuk menginap di Pulau Marsegu. Mereka sangat menikmati kuliah di Jurusan Kehutanan Unpatti Ambon. Setelah mahasiswa mengambil posisi dengan baik dan nyaman, maka kapal motor mulai bertolak menuju pulau Marsegu.

 

naik kapal motor menuju pulau marsegunaik kapal ke pulau marsegu

Kapal motor berjalan dengan kecepatan sedang diiringi hembusan angin laut dan terik matahari yang menerpa. Cukup terasa panas namun dapat diimbangi dengan angin yang terus meniup. Para mahasiswa kehutanan yang akan mengadakan praktek di Pulau Marsegu dengan tenang duduk santai memandangi mangrove-mangrove yang terbentang sepanjang perjalanan. Mereka tahu begitu besar manfaat mangrove bagi kehidupan mahluk di sekitarnya.

 

dosen kehutanan unpatti ambonMr. Arie Boreel sangat menikmati perjalanan menuju Pulau Marsegu

Selain mahasiswa juga ikut serta beberapa dosen Jurusan Kehutanan sebagai instruktur lapangan yang akan memberikan pengarahan saat berada di Pulau Marsegu. Mr. Arie Boreel adalah salah satu dosen Manajemen Hutan Unpatti Ambon yang ikut dalam praktek ini sangat menikmati perjalanan menuju Wisata Alam Pulau Marsegu.

Hanya memakan waktu 15 menit sudah merapat pada Jembatan Pulau Marsegu. Jembatan ini panjangnya kurang lebih 30 m dan lebar 2 m berbentuk huruf T. Konstruksi jembatan dari kayu dan dilengkapi pagar sebagai penghalang untuk pengunjung yang ingin bersantai, dimanfaatkan juga oleh Kapal Motor ukuran kecil untuk bersandar menurunkan penumpang.

jembatan wisata alam pulau marsegu

Menginjakan kaki kembali di pasir putih Pulau Marsegu, tidak lupa mengabdikan saat-saat indah ini dengan berfoto di bawah pohon Kayu Besi Pantai (Pongamia pinnata). Pohon ini yang telah diketahui biji-bijinya dapat menghasilkan biofuel sebagai bahan bakar alternatif.

Irwanto Forester Dosen Kehutanan Unpatti Ambon

Be the first to comment on "KEMBALI KE WISATA ALAM PULAU MARSEGU MALUKU"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*