GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALUKU TENGAH

kapal-cepat

1. Letak Geografis, Administrasi dan Kondisi Fisik

  • Letak Geografis

Kabupaten Maluku Tengah yang termasuk di dalam Provinsi Maluku memiliki luas sebesar 275.907 km2, terdiri dari wilayah lautan seluas 264.311,43 km2 atau 95,80% dan daratan seluas 11.595,57 km2 atau 4,20%, dengan panjang garis pantai 1.256.230 km. Kabupaten Maluku Tengah berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Seram
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Banda
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Barat
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seram Bagian Timur

Sebagian besar wilayah daratan di Kabupaten Maluku Tengah atau sekitar 92,11% berada di pulau Seram dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Sedangkan wilayah daratan Kabupaten Maluku Tengah yang tersebar di Pulau Ambon, Pulau Haruku, Pulau Nusalaut dan Saparua, serta Kepulauan Banda hanya seluas 7,98%.

Tabel.1. Ibukota Kecamatan dan Desa/Kelurahan Maluku Tengah

Kecamatan Ibukota Desa Kelurahan Jumlah
Banda Banda Neira 18 18
Tehoru Tehoru 10 10
Teluti Laimu 10 10
Amahai Amahai 14 1 15
Kota Masohi Masohi 5 5
Teluk Elpaputih Sahulau 7 7
Teon Nila Serua Waipia 16 16
Saparua Saparua 17 17
Nusalaut Ameth 7 7
Pulau Haruku Pelauw 11 11
Salahutu Tulehu 6 6
Leihitu Hila 11 11
Leihitu Barat Wakasiu 5 5
Seram Utara Wahai 15 15
Seram Utara Barat Pasanea 12 12
Seram Utara Timur Kobi Kobi 12 12
Seram Utara Timur Seti Kobisonta 12 12
Jumlah / Total 183 6 189

 

  • Administrasi

Secara administratif Maluku Tengah memiliki 17 (tujuh belas) kecamatan terdiri dari 172 negeri dan 6 (enam) kelurahan, dengan komoditi atau sektor unggulan ada yang sama dan ada yang berbeda tersebar pada 17 kecamatan.

peta-administrasi-kab-maluku-tengahGambar.1. Peta Administrasi Kabupaten Maluku Tengah

Peta Kabupaten Maluku Tengah dapat dilihat disini >>>

Secara Astronomi, Kabupaten Maluku Tengah setelah pemekaran terletak diantara 2°30’ – 7°30’ LS dan 250° – 132°30’ BT, dan merupakan daerah kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 53 buah, dimana yang dihuni sebanyak 17 buah dan yang tidak dihuni sebanyak 36 buah. Bentuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah dikelompokkan berdasarkan pendekatan fisiografi (makro relief), yaitu Dataran, Pantai, Perbukitan dan Pegunungan dengan kelerengan yang bervariasi. Tercatat sebanyak 2 dataran, 3 gunung, 2 danau dan 144 buah sungai berada di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

  • Hidrologi

Terdapat 144 buah sungai yang dapat digunakan masyarakat di Kabupaten Maluku Tengah sebagai sumber air bersih maupun sebagai pengairan lahan pertanian. Jumlah sungai yang paling banyak ditemukan di Pulau Seram, terutama di bagian Utara Pulau Seram, sedangkan di bagian Selatan jumlah sungai terbanyak hanya ditemukan di Kecamatan Tehoru. Tingginya jumlah sungai yang terdistribusi di bagian Utara Pulau Seram merupakan kondisi yang terbentuk karena pembentukan topografi lahan darat yang cenderung berbentuk V. Sedangkan support massa air tawar yang memasuki wilayah lembah (yang berbentuk V) ini karena tingginya tutupan vegetasi pada wilayah itu, sehingga fungsi tangkapan air masih tetap berjalan. Walaupun demikian, telah banyak lahan hutan mengalami pembukaan, terutama untuk aktifitas HPH, HTI, dll.

 

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Pertanian

Sektor pertanian dalam arti luas mencakup subsektor tanaman makanan, tanaman perkebunan, pertenakan, perikanan, dan kehutanan. Struktur ekonomi Maluku Tengah telah mengalami pergeseran dari sektor pertanian ke sektor perdagangan dan industri sejak tahun 2010-2013, namun sektor primer/pertanian masih menyerap tenaga kerja sangat tinggi sebesar 53,17 persen di susul perdagangan, hotel dan restoran sebesar 15,68%, kemudian sektor jasa sebesar 13,74%. Ada dua hal mendasar tingginya penyerapan tenaga kerja pada sektor pertanian. Pertama, untuk masuk pada sektor pertanian tidak membutuhkan modal dan keterampilan yang cukup tinggi, kondisi inilah membuat masyarakat yang rata-rata memiliki keterbatasan ekonomi sebagai pemecahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kedua, ada pemberdayaan dari pemerintah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat pada sektor pertanian, sehingga sektor pertanian mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi, walaupun terjadi penurunan PDRB pada sektor pertanian, karena terjadi transformasi struktural dari sektor pertanian (primer) ke sektor (sekunder) industri,, dan transformasi stuktural ini sangat baik bagi perekonomian di Maluku Tengah, karena secara langsung potensi pertanian yang begitu tinggi dapat di serap melalui industrial sehingga ada harapan bagi penurunan tingkat kemiskinan.

  • Perikanan

Sumberdaya perikanan potensial yang dimiliki adalah hutan mangrove, padang lamun, alga dan terumbu karang serta sumberdaya ikan, moluska, ekinodermata dan krustase. Kegiatan yang dapat dikembangkan untuk tujuan pengembangan ekonomi masyarakat terfokus pada perikanan tangkap, budidaya perairan dan pengolahan hasil perikanan skala kecil, pengembangan sentra usaha dan klaster perikanan. Kegiatan perikanan tangkap paling banyak diusahakan, Sementara budidaya perikanan tidak hanya dijalankan oleh perusahaan pemodal kuat di daerah dan nasional, namun dikembangkan juga oleh masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Usaha budidaya sebagai salah satu kegiatan ekonomi produktif memiliki peluang investasi yang kuat terutama pengembangan teknologi budidaya. Budidaya perairan dapat dikembangkan di beberapa lokasi, sesuai potensi sumberdayanya. Jenis-jenis sumberdaya ikan yang direkomendasikan untuk usaha budidaya antara lain : udang windu, udang karang, udang putih, teripang, kepiting bakau, ikan kerapu, ikan baronang dan rumput laut. Adapun beberapa teknik budidaya yang dapat digunakan dalam hubungan dengan budiya perairan, meliputi: keramba jaring apung, rawai permukaan, rawai dasar, tambak, kurungan tancap dan rakit. Berikut hasil pemetaan potensi perikanan budidaya yang telah diidentifikasi oleh Dinas perikanan pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 2. Potensi Pengembangan Perikanan Budidaya Perairan di Kecamatan

Kecamatan Lokasi dan Potensi Pengembangan Perikanan Budidaya
Seram Utara Khususnya di pulau tujuh berpeluang dikembangkan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, udang karang dan grafarium tumidum. Di Teluk Saleman, pengembangan usaha budidaya udang windu dan udang udang putih, grafarium tumidum, teripang, ikan baronang dan rumput laut. Di Wahai pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, teripang, udang karang dan udang putih. Di Pasahari, pengembangan usaha budidaya teripang, udang putih dan kepiting bakau
Seram Utara, Elpaputih pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan kerapu, ikan baronang, udang windu, udang putih dan teripang.
Seram Utara,. Teluk Elpaputih, Leihitu, khususnya di lokasi negeri asilulu, Hila dan Hitu, pengembangan usaha budidaya rumput laut dan ikan baronang
Kecamatan Salahutu Khususnya pada lokasi Negeri Waai, Liang, Suli dan Tial, pengembangan usaha budidaya grafarium tumidum, rumput laut, teripang, ikan baronang, kepiting bakau dan udang karang
Pulau Haruku pengembangan usaha budidaya meliputi rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau dan udang karang
Saparua, pengembangan usaha budidaya yaitu rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau, udang karang dan teripang.
Nusalaut pengembangan usaha budidaya rumput laut, ikan baronang, kepiting bakau, udang karang, teripang, dan penangkaran penyu.
Banda, pengembangan usaha budidaya ikan baronang, rumput laut, udang karang dan mutiara.
Kecamatan Di sekitar Pulau Nila, dapat dikembangkan usaha budidaya ikan kerapu, rumput laut dan udang karang

Sumber: Buku Profil Potensi dan Peluang Invetasi Bapeda Maluku Tengah 2013.

  • Perkebunan

Tanaman perkebunan memegang peran penting dalam mendukung perekonomian yaitu sebagai sumber devisa, bahan baku industry sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga berperan dalam pelestarian lingkungan hidup. Rumahtangga usaha tanaman perkebunan pada tahun 2013 berjumlah 58.679 dimana rumah tangga yang mengusahakan tanaman cengkih sebanyak 24.227 dan rumah tangga yang mengusahakan kelapa sebanyak 19.076. Itu artinya tanaman perkebunan yang paling diminati oleh petani adalah cengkih dan kelapa. Komoditi subsektor perkebunan Kabupaten Maluku Tengah adalah kelapa, cengkih, pala kakao. Tahun 2013 jumlah produksi kelapa sebesar 13.955 Ton, lebih tinggi bila dibandingkan dengan komoditi lainnya.

  • Tanaman Pangan

         Produksi padi sawah yang dihasilkan tahun 2013 mengalami kenaikan dari 38.457 ton menjadi 48.179,7 ton. Jagung yang dihasilkan sebanyak 2.193,8 ton mengalami peningkatan karena di Tahun 2012 produksinya sebesar 1.959,47 ton, ubi kayu yang dihasilkan sebanyak 9.402,1 ton, ubi jalar yang dihasilkan sebanyak 2.9730,15 ton. Perkembangan produksi dari jenis tanaman pangan ada yang trendnya meningkat setiap tahun ada yang berfluktuasi Keterlibatan masyarakat dalam memproduksi Tanaman padi sawah dan padi ladang, Kacang Kedele hanya ada di Kecamatan Seram Utara Kobi, dan Utara Timur Seti, Sedangkan Tanaman Jagung, Ubi Kayu, Kacang Tanah tersebar merata pada 17 kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, Untuk Tanaman Ubi Jalar hanya 2 (dua) kecamatan yaitu Tehoru dan Salahutu di tahun 2013 yang tidak memproduksinya. Untuk Kacang Hijau hanya ada pada 5 (lima) kecamatan yaitu: TNS, Seram Utara, Seram Utara Barat, Seram Utara Kobi, Seram Utara Timur Seti.

  • Kehutanan

            Luas kawasan hutan 627.567,6 Ha yang terdiri dari hutan suaka alam/hutan wisata dengan luas 787,13 Ha yang terdiri dari hutan lindung dengan luas 128.647 Ha, hutan produksi terbatas dengan luas 185.273,41 Ha, hutan produksi tetap seluas 29.163,88 Ha, lahan lain-lain dan hutan konversi seluas 283.696,2 Ha.

 

Tabel 3. Potensi Kawasan Hutan Kabupaten Maluku Tengah

potensi-hutan-kab-maluku-tengah

Sumber: RTRW Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2008 – 2028

Kabupaten Maluku Tengah juga mempunyai potensi hasil hutan non kayu seperti rotan, kopal dan minyak atsiri (Minyak kayu putih dan lainnya).Namun sampai saat ini pengusahaan hasil hutan non kayu ini masih diusahakan sebagai usaha sampingan sehingga produksinya masih kecil. Kabupaten Maluku Tengah Memiliki kawasan konservasi yang berupa Taman Nasional yaitu Taman Nasional Manusela di Kecamatan Seram Utara dan merupakan salah satu Taman Nasional yang ada di Indonesia. Taman Nasional Manusela menempati areal seluas 189 Ha yang memotong bagian tengah pulau seram. Kawasan ini memiliki dua kawasan pelestarian alam yaitu cagar alam Waemual dan Wae Nua. Pada ketinggian 1500 – 2500 M di atas permukaan laut terdapat hutan pegunungan yang didominasi oleh tumbuhan pakis dan lumut.Taman Nasional Manusela memiliki berbagai ragam jenis flora dan fauna, termasuk berbagai jenis kupu-kupu dan satwa langka lainnya yang dilindungi serta berbagai jenis mamalia dan reptilian.

  • Peternakan

Subsektor peternakan masih sangat kecil kontribusinya terhadap PDRB, laju rata-rata pertumbuhan dalam lima tahun 2009-2013 sebesar 1,57 persen, paling rendah dari 4 (empat) subsektor lainnya. Kondisi ini dapat dilihat dari penyebaran populasi ternak yang tidak merata pada 17 kecamatan. Populasi ternak yang paling banyak adalah kelompok sapi, kambing, babi, dan unggas tersebar merata pada 17 Kecamatan. Kecamatan Seram Utara timur Seti yang paling tinggi populasi ternak sapi sebanyak 13032, dan terbanyak kedua di Kecamatan Amahai 2175 sedangkan populasi terendah terdapat di kecamatan Nusalaut hanya ada 7 ekor. Kambing tebanyak di kecamatan Tehoru sebanyak 2478 ekor dan terendah di TNS sebesar 78 ekor sedangkan kecamatan Nusalaut masyarakatnya tidak mengusahakan ternak kambing. Ternak babi terbanyak di kecamatan TNS sebanyak 1151 ekor dan ada 5 (lima) kecamatan yang tidak mempunyai komoditi ternak babi yaitu (kecamatan Banda, Tehoru, Leihitu Seram Utara Kobi, Seram Utara Timur Seti), karena sebagian besar pada kecamatan tersebut berpenduduk muslim.

  • Pariwisata

Sampai dengan tahun 2013 terdapat 174 objek wisata yang terdiri dari 40 wisata alam, 66 wisata sejarah, 43 wisata bahari dan 19 wisata budaya dan 6 minat khusus. Pembangunan perikanan dan kelautan di wilayah ini dapat digerakan melalui pengembangan wisata bahari. Pengembangan wisata bahari diarahkan pada kegiatan wisata pancing yang terdistribusi di setiap wilayah kecamatan. Demikian juga objek lain seperti kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan sumberdaya seperti budaya sasi laut dan sasi darat dan kearifan lokal lain yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan wisata bahari di Maluku Tengah. Budaya sasi Laut dapat dijadikan kebijakan alternatif dalam pengendalian inflasi di Maluku, sedangkan sasi darat, dapat menjadikan alat pencegahan dini terjadinya bencana alam. Pengembangan kearifan lokal sasi kedepan untuk memperkaya budaya Maluku Tengah dan kabupaten lainnya adalah penguatan dari segi legalitas formal dari peraturan negeri harus ada payung hukum di atasnya dalam bentuk peraturan daerah, sehingga budaya sasi akan lebih berkembang, karena terbukti sasi dapat menjadi buffer/penyangga ekonomi masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil di Maluku termasuk di Kabupaten Maluku Tengah.

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

Jumlah penduduk Kabupaten Maluku Tengah tahun 2014 sebanyak 530.477 jiwa dengan penduduk terbanyak berada di Kecamatan Leihitu sebesar 69.019 jiwa atau sebesar 13,01% (dari jumlah penduduk Maluku Tengah). Dengan luas wilayah 11.595,57 km2 , maka pada tahun 2014 tingkat kepadatan penduduk di kabupaten Maluku Tengah sebesar 32 jiwa untuk setiap km2. Tingkat kepadatan penduduk tertinggi terjadi di Kecamatan Kota Masohi sebesar 859 jiwa/km2 diikuti Kecamatan TNS sebesar 539 jiwa/ km2   Jumlah penduduk di Kabupaten Maluku tengah yang merupakan angkatan kerja tahun 2014 sebanyak 136.763 jiwa terdiri dari penduduk yang bekerja 119.002 jiwa dan mencari pekerjaan (pengangguran) 17.761 jiwa, dengan tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 55,56%. Lebih dari setengah (53,55%) dari penduduk Kabupaten Maluku tengah pada Tahun 2014 bekerja di sektor pertanian. Sektor kedua terbesar yang menyerap tenaga kerja adalah perdagangan, hotel dan restoran sebesar 15,68%.  

 

4. Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator ukuran dari hasil pembangunan yang telah dilaksanakan suatu daerah, khususnya pembangunan dalam bidang ekonomi dan pertumbuhan tersebut merupakan agregat dari pertumbuhan pada setiap sektor ekonomi yang ada, Indikator ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang telah dicapai, serta berguna untuk menentukan arah pembangunan di masa mendatang.

konstribusi-pdrb-kab-maluku-tengah

Gambar 2. Grafik Kontribusi Sektor Terhadap Pertumbuhan PDRB di Maluku Tengah

 

5. Infrastruktur

Infrastruktur merupakan salah satu faktor penunjang kegiatan pembangunan serta memungkinkan membuka peluang investasi bagi dunia usaha sehingga dapat berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tengah.

  • Jalan dan transportasi

Pembangunan jalan raya sampai akhir tahun 2014 telah mencapai 1.663,75 Km. Panjang jalan berdasarkan status pembinaannya pada tahun 2014, meliputi Jalan Nasional 434,3 Km, Jalan Provinsi 299,27 Km, dan Jalan Kabupaten 930,18 Km. Tercatat 9.291 buah kendaraan pada tahun 2013 dan sebanyak 8.116 buah diantaranya adalah bukan merupakan kendaraan umum. Usaha transportasi terjadi kenaikan yang ditandai dengan bertambahnya izin trayek sebanyak 74 sampai akhir tahun 2013. Untuk mendukung kegiatan transportasi laut maka pemerintah telah membuat palabuhan di beberapa wilayah antara lain Tulehu, Haria, Banda, Amahai, Tehoru, Air Besar, Kobisadar, Hitu, Tuhaha, Masohi, dan Wahai. Sebagian besar pelabuhan yang dimiliki oleh Dephub, Pemda, Pertamina dan Perikanan ini sudah dibangun dengan konstruksi beton. Untuk mendukung sarana transportasi yang ada maka pemerintah telah membangun lapangan udara di Wahai, Amahai dan Banda. Ketiga pelabuhan udara ini melayani trayek dari wilayah bersangkutan ke Kota Ambon. Penerbangan yang dilakukan selama ini menggunakan pesawat dengan kapasitas C-212. Dengan sarana transportasi yang ada diharapkan dapat memperlancar kegiatan pembangunan di Maluku Tengah.

  • Energi Listrik

Produksi tenaga listrik terjual dan nilai yang disalurkan untuk wilayah Kabupaten Maluku Tengah oleh PT PLN (Persero) Wilayah IX Maluku adalah sebesar 48.121.335 KWH dengan nilai keuangannya sebesar Rp. 32.857.979.200,- pada tahun 2011. Dimana pembangkit listrik bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD).

  • Jaringan Air Bersih

Pemenuhan kebutuhan akan air bersih dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Masohi, yang saat ini baru menjangkau 5 (lima) kecamatan yaitu Banda, Tehoru, Kota Masohi, Salahutu dan Seram Utara, itupun hanya terbatas di ibukota kecamatan. Jumlah pelanggan PDAM Masohi sebanyak 4.862 pelanggan, dengan total produksi sebanyak 1.436.005 M3 dan distribusi sebanyak 1.380.307 M3.Kebutuhan air bersih pada wilayah-wilayah yang belum dijangkau oleh layanan PDAM Masohi, disediakan oleh pemerintah dengan membangun prasarana air bersih pedesaan dengan sistem gravitasi dan pompa, walaupun rnasih belum menjangkau seluruh wilayah. Antara tahun 2002 – 2006, telah dibangun prasarana air bersih perdesaan di 70 (tujuh) puluh lokasi yang diperkirakan sekitar 16 persen dari kebutuhan prasarana air bersih perdesaan.

  • Pos dan Telekomunikasi

Sarana telekomunikasi dan informatika yang tersedia di Kabupaten Maluku Tengah adalah layanan jasa pos dan telepon.jasa pos secara khusus dilayani oleh PT Pos Indonesia, yang telah tersedia hampir di seluruh ibukota kecamatan.Selanjutnya untuk jasa telekomunikasi, saat ini telah tersedia fasilitas telepon tetap (fixed telephone) yang disediakan PT. Telkom.Di kecamatan-kecamatan yang belum tersedia sambungan telepon tetap, tersedia fasilitas komunikasi melalui radio telekomunikasi daerah (ratelda). Disamping itu, fasilitas telepon seluler (telepon nirkabel) dengan operator Telkomsel dan Indosat, saat ini telah menjangkau sebagian besar wilayah Kabupaten Maluku Tengah

  • Sarana Perbankan

Kabupaten Maluku Tengah telah terdapat 11 (sebelas) Bank Rakyat Indonesia (BRI), 6 (enam) Bank Maluku, 5 (lima) Bank Swasta dan 1 (satu) Bank Modern Expres.

 

6. Rencana Pengembangan

Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya seperti; perikanan, pertanian, pariwisata, industri, pertambangan dan lain-lain dengan berpedoman pada rencana tata ruang wilayah. Pola ruang untuk kawasan budidaya meliputi : kawasan hutan produksi terdiri atas kawasan hutan produksi terbatas (HPT), hutan produksi tetap dan kawasan hutan produksi konversi. Kawasan hutan produksi terbatas (HPT) terdapat di Kecamatan Amahai, Kecamatan Seram Utara, Kecamatan Seram Utara Barat, Kecamatan Tehoru, Teluk Elpaputih, Teon Nila Serua. hutan produksi tetap terdapat di Kecamatan Seram Utara. Kawasan hutan produksi konversi terdapat di Kecamatan Tehoru, Kecamatan Amahai, Kecamatan Leihitu, Teluk Elpaputih, Seram Utara Barat, Teon Nila Serua, dan Leihitu Barat. 1. Kawasan Pertanian meliputi pertanian lahan basah, lahan kering, tahunan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Kawasan Pertanian Lahan Sawah direncanakan sebagai berikut;

  • Sawah beririgasi teknis yang ditetapkan sebagai kawasan lahan abadi pertanian pangan direncanakan seluas 15.000 Ha terletak di Kecamatan Tehoru, Amahai, Seram Utara dan Seram Utara Barat.
  • Sawah beririgasi setengah teknis dan sederhana direncanakan seluas 1.500 Ha terletak di Kecamatan Seram Utara, Tehoru dan Amahai.
  • Kawasan pertanian lahan kering yang dapat berupa sawah tadah hujan dan lahan yang tidak beririgasi terletak di semua kecamatan.

2. Kawasan Perkebunan dan Hortikultura terletak di :

  • Kecamatan Amahai (Kelapa, karet, cengkeh, pala dan kakao, jeruk, durian dan rambutan) dengan luas areal 20.000 ha;
  • Kecamatan Seram Utara (Kelapa, cengkeh, pala dan kakao, jeruk, durian dan rambutan) dengan luas areal 58.811 ha; Kecamatan Seram Utara Barat (Kelapa, cengkeh, dan kakao, jeruk, durian dan rambutan) dengan luas areal 34.130,5 ha;
  • Kecamatan Teluk Elpaputih (Kelapa, cengkeh, karet, pala dan kakao, jeruk, durian dan rambutan) dengan luas areal 18.938,9 ha; Kecamatan Teon Nila Serua (Kelapa, kakao dan jeruk)
  • Kecamatan Tehoru (Kelapa, cengkeh, pala dan kakao, jeruk, durian dan rambutan) dengan luas kurang lebih dari 35.289,1 ha; Kecamatan Banda (Pala);
  • Kecamatan Leihitu (Kelapa, Cengkeh, pala dan kakao, jeruk, durian dan rambutan); Kecamatan Saparua (Kelapa, cengkeh, pala dan kakao, durian dan rambutan);
  • Kecamatan Leihitu Barat (Kelapa, cengkeh, pala dan kakao, durian dan rambutan); Kecamatan Pulau Haruku (Kelapa, cengkeh, pala dan kakao, durian dan rambutan); Kecamatan Nusalaut (Kelapa, Cengkeh, dan pala, durian dan rambutan); Kecamatan Salahutu (Kelapa, Cengkeh, dan pala, durian dan rambutan);

3. Kawasan Peternakan meliputi: peternakan ternak besar di Kecamatan Amahai, Seram Utara, TNS, Teluk Elpaputih dan Tehoru, peternakan ternak kecil di Kecamatan Amahai, Tehoru, Seram Utara dan TNS, Teluk Elpaputih, Salahutu,Pulau Haruku, Saparua dan Leihitu peternakan unggas di Kecamatan Leihitu dan Salahutu. 4. Kawasan perairan pesisir dan perikanan meliputi perikanan tangkap, perikanan budidaya air payau, perikanan budidaya air tawar dan perikanan budidaya laut, terletak di:

  • Kecamatan Banda : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kecamatan Saparua : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kecamatan P. Haruku : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kecamatan Nusalaut : Perikanan tangkap
  • Kecamatan Amahai : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kecamatan Seram Utara : Perikanan tangkap, budidaya air payau dan budidaya laut
  • Kecamatan Tehoru : Perikanan tangkap
  • Kecamatan Leihitu : Perikanan tangkap, budidaya air payau dan budidaya laut
  • Kecamatan Salahutu : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kecamatan Kota Masohi : Perikanan tangkap
  • Kawasan Seram Utara Barat : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kawasan Teluk Elpaputih : Perikanan tangkap dan budidaya laut
  • Kawasan Leihitu Barat : Perikanan tangkap
  • Kawasan TNS : Perikanan tangkap, budidaya laut, dan budidaya air tawar

5. Pemanfaatan kawasan pertambangan galian , meliputi pertambangan mineral golongan galian strategis, mineral galian vital dan golongan mineral yang tidak termasuk kedua golongan diatas. Kawasan pertambangan dirinci sebagai berikut :

  • a) Pertambangan mineral golongan galian strategis terletak di Kecamatan Seram Utara, Kecamatan Tehoru dan TNS.
  • b) Penambangan golongan bahan galian vital terletak di Kecamatan Leihitu, Leihitu Barat, Tehoru, Amahai, Seram Utara, Pulau Haruku, Kecamatan TNS termasuk Pulau Serua.
  • c) Penambangan golongan bahan galian vital terletak di semua kecamatan.

6. Pemanfaatan kawasan industri terdiri atas: kawasan industri, dan kawasan industri tertentu dengan rincian sebagai berikut : a) Kawasan industri adalah kawasan industri dengan luas lahan paling rendah 50 Ha dalam 1 hamparan, meliputi :

  • Kawasan industri budidaya dan pembekuan udang di Kecamatan Seram Utara
  • Kawasan industri berbasis kompetensi inti daerah yaitu sektor perikanan di Kecamatan Amahai, Tehoru, Leihitu, Salahutu, Seram Utara, Seram Utara Barat, Saparua dan Banda.
  • Kawasan industri pengolahan hasil pertanian di Kecamatan Tehoru, Amahai, Seram Utara, Seram Utara Barat dan Teluk Elpaputih.

b) Kawasan Industri Tertentu, meliputi:

  • Kawasan industri kecil dan menengah (IKM) minyak Atsiri di Kecamatan Seram Utara, Seram Utara Barat ,Tehoru, Amahai, Leihitu, Kota Masohi, Banda, Salahutu dan Saparua.
  • Kawasan industri kecil menengah (IKM) kerajinan keramik dari tanah lempung dan rotan di Kecamatan Amahai, Saparua dan Salahutu.
  • Kawasan industri kecil dan menengah (IKM) berbagai macam makanan tepung dari padi-padian, kacang-kacangan dan ubi-ubian di Kecamatan Seram Utara, Seram Utara Barat ,Tehoru, Amahai, Leihitu, Kota Masohi, TNS, Banda, Salahutu, Leihitu Barat, Pulau Haruku, Saparua, Teluk Elpaputih dan Nusa Laut.
  • Kawasan industri kecil menengah (IKM) berbagai macam makanan olahan hasil perikanan di kecamatan Banda, Tehoru, Seram Utara, Seram Utara Barat Leihitu, Salahutu, Saparua, Pulau Haruku dan Amahai.

1 Comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALUKU TENGAH"

  1. Terimakasih postingnya, sebaliknya kami menunggu kunjungan saudara di Masohi news http://www.masohinews.com

Leave a comment

Your email address will not be published.


*