KONSULTASI PUBLIK PENYUSUNAN MASTER PLAN TAHURA BURU MALUKU

Buru merupakan merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Maluku, dengan Namlea sebagai ibu kota Kabupaten. Sedangkan Pulau Buru sendiri merupakan Pulau yang terdapat dua kabupaten yaitu Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.

Dengan telah disahkannya Undang Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Kabupaten Buru Selatan, maka luas wilayah Kabupaten Buru telah berkurang menjadi 7.594,98 Km² yang terdiri dari luas daratan 5.577,48 Km² dan luas lautan 1.972,5 Km² serta luas perairan 57,4 Km² dengan panjang garis pantai 232,18 Km². Sedangkan berdasarkan letak astronomi, Kabupaten Buru berada pada titik koordinat : o Bujur Timur : 125070’ – 127021’ BT o Lintang Selatan : 2025’ – 3055’ LS

Pengertian dan Definisi Taman Hutan Raya (TAHURA) adalah Kawasan Pelestarian Alam (KPA) untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan/atau bukan jenis asli, yang tidak invasif dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.
PRESENTASE

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RepublikIndonesia Nomor P.76/Menlhk-Setjen/2015 tentang kriteria zona pengelolaan taman nasional dan blok pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa, taman hutan raya dan taman wisata alam.

Taman hutan raya bisa dimanfaatkan

  • Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Pendidikan dan peningkatan kesadartahuan konservasi.
  • Koleksi kekayaan keanekaragaman hayati.
  • Penyimpanan karbon, pemanfaatan air serta energi air, panas, dan angin serta wisata alam.
  • Pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar dalam rangka menunjang budidaya dalam bentuk penyediaan plasma nuftah.
  • Pembinaan populasi melalui penangkaran dalam rangka pengembangbiakan satwa atau perbanyakan tumbuhan secara buatan dalam lingkungan yang semi alami.
  • Pemanfaatan tradisional oleh masayarakat setempat, dapat berupa kegiatan pemungutan hasil hutan bukan kayu, budidaya tradisional, serta perburuan tradisional terbatas untuk jenis yang tidak dilindungi.

 

PRESENTASE-TAHURA

Maksud dan Tujuan Penyusunan MASTER PLAN :

  • Mendeskripsikan situasi kawasan  TAHURA BURU saat ini,  menetapkan  visi atau situasi yang diinginkan dimasa depan,merumuskan strategi untuk mewujudkan visi, menetapkan jangka waktu dan horison perencanaan .
  • Merumuskan program aksi dan arahan kegiatan-kegiatan pengelolaan kawasan TAHURA BURU.
  • Mengidentifikasi dan menganalisis peran masing-masing stakeholders utama.
  • Mengidentifikasi prioritas kegiatan, hambatan dan kendala.
  • Menentukan arah penetapan fungsi kawasan hutan pada kawasan TAHURA BURU yang dialokasikan untuk program.

Dilihat dari status hukumnya, maka TAHURA merupakan kawasan lindung yang dikategorikan sebagai hutan konservasi bersama-sama dengan cagar alam (CA), suaka margasatwa (SM), taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA) dan taman buru TB). Meskipun dikategorikan sebagai kawasan lindung, kawasan TAHURA memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata komersial.

 

tahura-buru-1

Visi Pengelolaan TAHURA BURU Tahun 2016-2036 adalah:
“Terciptanya pengelolaan TAHURA BURU berbasis pariwisata alam untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Tahun 2037”

tahura-buru-2

Misi dari TAHURA BURU :

  1. Meningkatkan pemanfaatan potensi pariwisata alam dalam kawasan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
  2. Meningkatkan aspek konservasi dan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat.
  3. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman pentingnya manfaat sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bagi kehidupan umat manusia.
  4. Mengembangkan produksi aneka pariwisata alam.