GAMBARAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Masjid Darussalam sumbawa barat

1. Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

  • Letak Geografis dan Administratif

Kabupaten Sumbawa Barat sebagai salah satu daerah dari sepuluh kabupaten/kota yang berada pada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat terletak di ujung barat Pulau Sumbawa pada posisi 116o42’ sampai dengan 117o05’ Bujur Timur dan 08o08′ sampai dengan 09o07’ Lintang Selatan, dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Timur :   Batu Lanteh dan Kec. Lunyuk Kab. Sumbawa.
  • Sebelah Barat  :  Selat Alas
  • Sebelah Utara :   Alas Barat dan Kec. Alas Kabupaten Sumbawa.
  • Sebelah Selatan   :  Samudra Indonesia

Luas Kabupaten Sumbawa Barat sekitar 1.849,02km2, dengan ketinggian antara 0-1.730 meter diatas permukaan laut. Kabupaten Sumbawa Barat memiliki 16 pulau kecil, seluruhnya sudah bernama. Sebagian besar wilayah Sumbawa Barat (93.102 ha atau 50,53 persen) merupakan daerah dengan topografi sangat curam atau memiliki kemiringan lahan diatas 40%.

Wilayah Administrasi Kabupaten Sumbawa Barat telah dimekarkan menjadi 8 (delapan) Kecamatan, yakni Kecamatan Poto Tano dengan Luas 15,888 ha yang terdiri dari 6 desa/desa persiapan, Kecamatan Seteluk dengan luas wilayah 23.621 ha yang terdiri dari  7 desa, Kecamatan Brang Rea dengan Luas mencapai 21.207 ha yang terdiri dari 4 desa, Kemudian Kecamatan Brang Ene dengan luas wilayah 14.090 ha yang terdiri dari 5 desa, Kecamatan Taliwang sebagai Ibu Kota Kabupaten memiliki luas wilayah 37.593 ha yang terdiri dari 6 Kelurahan dan 7 desa, selanjutnya Kecamatan Jereweh memiliki luas 26.019 ha yang terdiri dari 4 desa, Kecamatan Maluk dengan luas wilayah 9.242 ha yang terdiri dari 5 desa dan Kecamatan Sekongkang yang terletak di ujung Selatan Kab. Sumbawa Barat memiliki luas wilayah 37.242 ha yang terdiri dari 6 desa.

peta-kabupaten-administrasi-sumbawa-baratGambar. Peta Administrasi Kabupaten Sumbawa Barat

 

Tabel. Luas Wilayah Daratan menurut Kecamatan

No. Kecamatan Luas

(ha)

Luas

(%)

Jlh Desa/ Kelurahan
1. Poto Tano 15.888 8,59 8
2. Seteluk 23.621 12,77 10
3. Brang Rea 21.207 11,47 9
4. Brang Ene 14.090 7,62 6
5. Taliwang 37.593 20,33 8/6
6. Jereweh 26.019 14,07 4
7. Maluk 9.242 5,00 5
8. Sekongkang 37.242 20,14 7
  T o t a l  184.902 100,00 57/6

 

  • Topografi

Keadaan Topografi wilayah Kabupaten Sumbawa Barat cukup beragam, mulai dari datar, bergelombang curam sampai sangat curam dengan ketinggian berkisar antara 0 hingga 1.730 mdpl, meliputi datar seluas 21.822 hektar (11,80%), bergelombang seluas 16.369 hektar (8,83%), curam seluas 53,609 hektar (28,999%), dan sangat curam seluas 93.102 hektar (50,35%) ketinggian untuk kota-kota kecamatan di KSB berkisar antara 10 sampai 650 mdpl.

Topografi semakin datar sebagian besar digunakan untuk kegiatan pertanian dan lokasi permukiman, sedang topografi semakin curam merupakan kawasan hutan yang berfungsi untuk melindungi kawasan sekitarnya yang lebih rendah. Tingginya  persentase  luas  tanah  yang  termasuk dalam klasifikasi curam di Kabupaten Sumbawa Barat menyebabkan persentase wilayah yang dapat digunakan sebagai lahan produktif terutama untuk pertanian menjadi  relatif  sedikit  dibandingkan  dengan  luas  wilayah Kabupaten Sumbawa Barat itu sendiri.

  • Hidrologi dan Klimatologi

Perairan laut di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat yang utama adalah selat alas dengan beberapa teluk kecil disekitarnya seperti Teluk Taliwang, Teluk Balat, Teluk Maluk, Teluk Tawar dan lain-lain. Perairan Selat Alas menghubungkan dua wilayah perairan yang mempunyai karateristik yang berbeda, yaitu Laut Flores di bagian utara dan Samudera Hindia di bagian Selatan. Dengan demikian Selat Alas mempunyai arti penting karena peranannya dalam proses Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), sehingga merupakan wilayah perairan dengan potensi perikanan yang cukup besar.

Kabupaten Sumbawa Barat merupakan wilayah yang beriklim tropis yang dipengaruhi oleh musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan berlangsung dari bulan November sampai Maret (5 bulan), sedang musim kemarau dari bulan April sampai Oktober  (7 bulan). Total hari hujan tahun 2004 sebanyak 95 hari dengan rata-rata perbulan 7,92 hari, sedang total curah hujan sebesar 2.156 mm atau rata-rata per bulan 179,66 mm. Disamping hujan sumber air di Kabupaten Sumbawa Barat berupa sungai, mata  air,  danau  dan  waduk. Sebagian besar sungai mempunyai Daerah Tangkapan Sungai (DPS) yang kecil dan mongering pada musim kemarau, untuk mengatasi kekurangan air dan ketergantungan pertanian  terhadap musim penghujan telah  dibangun  sejumlah bendungan  atas partisipasi perusahaan swasta yang beroperasi disekitar daerah tersebut.

 

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Pertanian

Secara umum Produksi Tanaman Bahan Makanan di Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2014 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Komiditi kedelai adalah satusatunya komoditi yang mengalami penurunan produksi.produksi kedelai mengalami penurunan 21,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertanian merupakan sektor ekonomi strategis di Sumbawa Barat, walaupun nilai tambah yang dihasilkan tidak sebesar sektor pertambangan, namun penyerapan tenaga kerja pada sektor ini tertinggi dibandingkan sektor lainnya (33,32 persen/Sakernas 2010, Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik tahun 2010 produksi padi mencapai 71.386 ton, mengalami kenaikan mencapai 16.84 persen jika dibandingkan produksi tahun 2009. Produksi padi tahun 2010 merupakan yang tertinggi pada periode 2006-2010, sedangkan produksi terendah terjadi pada tahun 2007.

Disisi lain produktifitas padi mengalami penurunan dari 46,77 kw/ha pada tahun 2006 menjadi 45,35 kw/ha tahun 2010. Penurunan produktifitas padi ini disebabkan karena terjadi kekeringan dimana pada saat tanam padi terjadi limit air sedangkan pada saat menjelang panen terjadi hujan yang cukup deras.

  • Peternakan

Bentang geografis yang berbukit dengan banyak padang rumput menjadikan wilayah Sumbawa Barat sangat ideal untuk mengembangkan sektor peternakan. Sapi dan kerbau adalah ternak yang paling banyak diusahakan. Sebagian besar ternak yang dipelihara di Sumbawa barat tidak dikandangkan. Pada tahun 2014 jumlah sapi di kabupaten Sumbawa Barat tercatat sebanyak 61.128 ekor dan kerbau sebanyak 13.846 ekor. Adapun ternak lain yang diusahakan adalah kuda, kambing dan domba. Jumlah unggas di Kabupaten  umbawa Barat pada tahun 2014 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, peningkatan yang signifikan terjadi pada komoditi ayam ras.

  • Perikanan

Secara Geografis Kabupaten Sumbawa Barat berbatasan langsung dengan laut dengan Panjang garis pantai 167,8 km dan luas perairan mencapai 1.234,07 km2, Kabupaten Sumbawa Barat memiliki potensi perairan yang cukup besar untuk pengembangan sektor perikanan.

Produksi perikanan tangkap pada tahun 2014 mengalami penurunan dari 2.779,40 ton pada tahun 2013 menjadi 2.661,84 Selain perikanan tangkap, budidaya perikanan juga sangat potensial dikembangkan di wilayah Sumbawa Barat.

  • Perkebunan

Kelapa dan jambu mete masih menjadi komoditi perkebunan utama yang dikembangkan di Sumbawa Barat. Pada tahun 2013 produksi kelapa dan jambu mete mengalami peningkatan .Produksi kelapa meningkat 2,96 persen dari 1.084 ton pada tahun 2012 menjadi 1.116 ton pada tahun 2013, sedangkan produksi jambu mete meningkat hingga 31,81 persen dari tahun sebelumnya.

Selain Kelapa dan jambu mete masyarakat Sumbawa barat juga mengusahakan tanaman perkebunan lainnya. Produksi kopi, asam, aren dan jarak pagar pada tahun 2013 masing-masing sebesar 154,3 , 98,7 , 97,6 , dan 87,58 ton. Adapun nilai produksi komoditi perkebunan lainnya relatif kecil..

  • Kehutanan

Hutan di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki luas sekitar 125.335,8 Ha dimana 51,33 persen diantaranya merupakan hutan lindung dan sisanya terdiri dari Hutan Produksi, Hutan Konservasi dan lain-lain.

  • Daerah Wisata Pantai

1. Pantai Maluk
Bulir pasir lebih besar dari pantai lain. Tersedia berbagai penginapan dengan beragam tariff. Bila dari Taliwang, alat transfortasi yang digunakan bisa menyewa motor atau mobil. Jarak tempuh kurang lebih satu jam.
2. Pantai Kertasari
Bagi traveler jalur ke pantai Kertasari sangat cocok. Pasalnya, jalan sangat beragam. Dari beraspal hingga berbatu. Transportasi yang digunakan bisa dengan motor atau mobil. Selain itu anda juga bisa bercengkrama dengan petani rumput laut. Atau barang kali anda berminat untuk berbisnis rumput laut. Atau sekedar membelinya untuk buah tangan. Jika mau menginap, ada resort Wales & Wafes. Tarifnya cukup terjangkau.
3. Pantai Balat
Cukup mudah menuju ke pantai Balat. Bisa ditempuh dengan mobil dan motor. Cukup 15 menit. Untuk tidur anda bebas memilih penginapan yang berdiri sepanjang pantai Balat.
4. Pantai Benete
Untuk menuju pantai Benete sangat mudah. Karena satu arah dengan pantai Maluk. Kedua pantai ini berdekatan. Soal penginapan jangan khawatir. Anda bisa memilihnya dengan sangat bebas, sangat banyak. Kendaraannya bisa menggunakan motor dan mobil, bisa juga dengan bersepeda. Jarak tempuh kurang lebih satu jam.
5. Pantai Sekongkang
Dipantai ini sangat cocok bagi peselancar karena ombaknya sangat besar. Transportasi yang digunakan bisa dengan motor atau mobil. Dengan jarak tempuh satu jam lebih karena satu arah dengan pantai Benete dan Maluk.
6. Pantai Jelenga
Untuk sampai pantai Jelenga, bisa menggunakan kendaraan motor dan mobil, bisa juga dengan bersepeda. Jarak tempuh kurang lebih satu jam. Bila pada musimnya, pantai Jelenga sangat cocok bagi olahragawan selancar. Bahkan kerap dilombakan.

 

PULAU-KENAWA-SUMBAWA-BARAT PULAU-KENAWA-SUMBAWA-BARAT-1

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Penduduk

Berdasarkan Proyeksi Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Sumbawa Barat tahun 2014 tercatat 129.724 jiwa. Dilihat dari komposisi gender, jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan dengan sex ratio mencapai 103 atau dengan kata lain setiap 100 orang perempuan terdapat 103 orang laki-laki.

Jika dikelompokkan menurut usia maka dapat dilihat bahwa penduduk Sumbawa Barat  didominasi oleh penduduk usia muda dimana penduduk usia produktif lebih banyak dibanding penduduk lansia. Meskipun demikian penduduk muda dengan umur 15 tahun juga relatif besar.

Dilihat dari persebarannya penduduk Sumbawa Barat masih terkonsentrasi di Wilayah Kecamatan Taliwang yang merupakan pusat perekonomian dan pemerintahan. Kepadatan penduduk di wilayah ini tercatat mencapai 132 jiwa/km2 pada tahun 2014.

  • Tenaga Kerja

Berdasarkan data SP 2010, penduduk usia kerja (berumur 15 tahun ke atas) di Sumbawa Barat terdapat sekitar 85.902 orang atau 74,73 persen dari total penduduk. Dari seluruh penduduk usia kerja tersebut 66,44 persen diantaranya termasuk angkatan kerja sedangkan 33,56 pesen sisanya termasuk bukan angkatan kerja yaitu penduduk yang tidak melakukan aktifitas ekonomi baik karena sekolah, mengurus rumah tangga atau lainnya.

Tahun 2010 angkatan kerja yang bekerja mencapai 93,46 persen, dengan proporsi pekerja laki-laki sebanyak 65,61 persen dan pekerja perempuan 34,39 persen. Berdasarkan jenis kelamin, pengangguran dengan jenis kelamin laki-laki lebih banyak dari pada perempuan dengan persentase masing­-masing sebesar 54,17 persen dan 45,83 persen. Menurut tempat tinggal, lebih dari 73,39 persen penduduk yang menganggur bertempat tinggal di daerah perdesaan.

Secara umum pada tahun 2010 sebagian besar pekerja di Sumbawa Barat bekerja pada sektor pertanian dengan persentase lebih dari 34 persen dan lebih dari 82 persen mereka yang bekerja disektor pertanian bertempat tinggal di daerah perdesaan. Dari sisi tingkat pendidikan, mayoritas (78,21 persen) pekerja di sektor pertanian mempunyai pendidikan SD kebawah.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Di Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2014 meningkat dari tahun sebelumnya. TPAK Kabupaten Sumbawa barat tahun 2014 mencapai 69,02 persen. meningkatnya TPAK juga diiringi dengan menurunnya tingkat pengangguran dari 6,91 persen menjadi 5,71 persen pada tahun 2014. Dilihat dari sektor usahanya sektor pertanian masih menjadi sektor terbesar penyerap tenaga kerja yang mencapai 39,34 persen. Jika dilihat dari status pekerjaannya mayoritas penduduk Sumbawa Barat berusaha sendiri, angkatan kerja yang berusaha sendiri mencapai 47,14 persen, buruh/karyawan/pegawai sebesar 25,77 persen, pekerja bebas sebesar 8,66 pesen dan pekerja keluarga sebesar 18,44 persen.

 

4. Perekonomian.

Struktur perekonomian sebagian masyarakat Sumbawa Barat berada pada kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dan kategori Pertambangan dan Penggalian, hal ini terlihat dari besarnya peranan masing-masing kategori ini terhadap pembentukan PDRB Sumbawa Barat. Sumbangan terbesar dari tahun 2010 hingga 2014 dihasilkan oleh kategori Pertambangan dan Penggalian. Keadaan ini menggambarkan betapa berpengaruhnya aktivitas pertambangan terhadap perekonomian di Kabupaten Sumbawa Barat. Meskipun Peranan dari Kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan hanya sebesar 6,9 persen, namun berdasarkan data sakernas 2013 yang dipublikasikan oleh BPS, sebesar 38,11 persen Penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja di Kabupaten Sumbawa Barat menggantungkan kehidupannya pada kategori ini.

Sementara itu, peranan kategori lainnya masih berada di bawah 6 persen. Jika ditelaah dari tahun ke tahun, peranan kategori pertambangan dan penggalian semakin menurun. Pada tahun 2010 peranan kategori pertambangan dan penggalian mencapai 91,1 persen, sedangkan tahun 2014 hanya sebesar 72,2 persen Perekonomian Sumbawa  Barat pada selama tahun 2011 hingga 2014 berfluktuatif.

Laju pertumbuhan PDRB Sumbawa Barat tahun 2011 mengalami penurunan hingga mencapai – 2,82 persen, sedangkan tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen. Akan tetapi pada tahun 2014 kembali berkontraksi sebesar 0,64 persen. Apabila diamati pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat sejalan dan searah dengan pertumbuhan kategori pertambangan dan penggalian. Adapun untuk kategori-kategori lainnya berturut-turut selama 5 tahun terakhir hampir semuanya mencatat pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2014 kategori-kategori mengalami tumbuh yang positif selain kategori pertambangan dan penggalian dan kategori jasa perusahaan. Kategori jasa perusahaan mengalami konstraksi 0,1 persen.

 

5. Infrastruktur

  • Jalan

Salah satu bagian dari pembangunan sector transportasi adalah penyediaan jalan. Jalan merupakan komponen utama dalam transportasi darat, disamping sarana pendukung lainnya. Ketersediaan jalan akan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus dapat memperpendek rantai distribusidari produsen dipedesaan ke konsumen. Untuk memperlancar pembangunan pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat senantiasa berusaha meningkatkan jumlah sarana transportasi seperti jalan. Pembangunan jalan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai status jalan masing-masing. Dari total panjang jalan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat sebagaian besar merupakan jalan kabupaten. Hingga tahun 2010 Sumbawa Barat telah membangun jalan kabupaten mencapai 270,60 km. Panjang jalan di Sumbawa Barat mengalami kenaikan secara signifikan, panjang jalan tahun 2010 bertambah sekitar 41,25 persen dari panjang jalan tahun 2008 yang tercatat sepanjang 195,82 km.

Tahun 2010, dari total jalan yang ada 57,74 persen dalam kondisi baik, 14,46 persen kondisi sedang dan 27,79 persen kondisi rusak. Dibandingkan dengan tahun 2009 jalan yang berkondisi baik sebesar 67,16 persen, 9,23 kondisi sedang, dan hanya 23,61 kondisi rusak. Dapat disimpulkan bahwa tahun 2010 terjadi penurunan kondisi jalan kabupaten. Menurut jenis permukaannya, hanya sepertiga jalan kabupaten yang sudah diaspal, selebihnya masih berupa kerikil dan tanah.

  • Kelistrikan

Listrik adalah sumber energi yang paling vital bagi rakyat Indonesia, karena merupakan sumber energi utama yang digunakan di negara ini. Bahkan, salah satu tolok-ukur dasar bagi kemajuan suatu  wilayah adalah terjangkau atau tidaknya wilayah itu oleh jaringan listrik. Listrik digunakan oleh  masyarakat untuk  banyak  hal,  baik  dalam kapasitasnya sebagai  kebutuhan  rumah  tangga, maupun untuk usaha perekonomian.

Di Kabupaten Sumbawa Barat, secara total terdapat 112 pembangkit listrik yang beroperasi, yang  terdiri dari 2 buah Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan110 buah Pembangkit Listrik Tenaga  Surya (PLTS). PLTS dikelola oleh pihak swasta untuk mengatasi persoalan listrik bagi wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan listrik. Potensi listrik yang dihasilkan sekitar 21.337.029 Kwh, dengan jangkauan pelayanan mencapai 22,343 Kepala Keluarga, namun seperti yang diuraikan diatas masih ada beberapa keluarga yang belum menikmati layanan listrik PLN terutama di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan.

  • Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi

Kabupaten Sumbawa Barat berada pada jalur wisata yang menguntungkan. Kabupaten Sumbawa  Barat berada ditengah-tengahdaerah tujuan  wisata  internasional  yaitu Bali  dan  Lombok  di  sebelah  Barat, Sulawesi dengan Tanah Torajanya di sebelah Utara dan Pulau Komodo di sebelah Timur.

Disamping posisi yang strategis Kabupaten Sumbawa Barat juga memiliki keindahan alam terutama  pantai  yang  tidak  kalah  dengan  pantai  di  pulau  Bali dan Lombok. Dengan semua keuntungan yang dimiliki tadi kegiatan pariwisata di Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan mampu menjadi salah satu kekuatan pembagunan yang dapat diandalkan, dengan pemasukan devisa yang cukup memadai.

Untuk menunjang kegiatan pariwisata tersebut dibutuhkan akomodasi dan sarana transportasi ke daerah wisata. Sarana akomodasi yang vital bagi pengembangan daerah wisata adalah Hotel/Losmen. Jumlah hotel/losmen di Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 17 buah, sebagian besar terkonsentrasi di Kecamatan Taliwang dan Kecamatan Maluk.

Sarana pos dan telekomunikasi merupakan jendela menuju dunia luar. Dalam era globalisasi, yang ditandai dengan tingginya arus komunikasi, ketersediaan sarana pos dan komunikasi menjadi vital. Di Kabupaten Sumbawa Barat tercatat ada 4 kantor pos dan 14Warnet, 44 Menara Telekomunikasi. Dari total warung komunikasi yang  ada,  sebagian  besar  masih  terkonsentrasi  di  Kecamatan Taliwang.

Sarana dan prasarana perhubungan adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pembangunan. Segala bentuk lalu lintas barang dan manusia sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan. Kelancaran proses pembangunan juga sangat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana pembangunan. Kabupaten Sumbawa Barat memiliki jenis sarana transportasi umum yaitu transportasi darat dan laut. Transportasi darat dan laut adalah transportasi utama di Sumbawa  Barat. Tercatat ada  2 terminal dan  2 pelabuhan laut di Kabupaten Sumbawa Barat.

 

6. Rencana Pengembangan

Pembangunan berbasis RT (Rukun Tetangga) adalah pembangunan yang meletakkan wilayah (locus) pembangunan di tingkat lingkungan sebagai basis utama pembangunan. Masyarakat RT yang merupakan unit komunitas terkecil (grass root) sebagai basis, sekaligus pelaku utama pembangunan dalam mencapai kesejahteraan sosial masyarakat. Program Pembangunan Berbasis Rumah Tangga (PBRT) adalah sebagai berikut :

  1. Sistem Informasi Orang Susah (SIOS), berupa pendataan warga di lingkungan RT, pemetaan dan pendataan warga miskin, penyediaan informasi dan data warga miskin dan lainnya.
  2. Pemberdayaan masyarakat antara lain meliputi: pemberdayaan ekonomi, seperti program banuan usaha bagi warga miskin, pemberdayaan politik seperti peningkatan kesadaran dan swadaya politik warga, pemberdayaan sosial budaya, seperti pengembangan potensi kearifan lokal dan lainnya.
  3. Peningkatan  partisipasi (peran serta) masyarakat antara lain melalui; pelaksanaan dan pengembangan musyawarah Rencana Pembangunan RT (Musrenbang RT), pendampingan warga, pelatihan-pelatihan, dan lainnya.
  4. Penongkatan pelayanan dasar seperti bidang kesehatan yakni juru pantau masyarakat, kebersihan lingkungan dan pendidikan, seperti bantuan pendidikan bagi warga miskin dan lainnya.

Secara umum tujuan dari PBRT adalah menciptakan kesejahteraan masyarakat, tujuan lainnya adalah;

  1. Meningkatkan dan memperluas peran serta masyarakat dalam proses pembangunan
  2. Mendorong pembangunan dan penganggaran lebih terarah pada rakyat miskin
  3. Meningkatkan ketersediaan data, informasi dan pelayanan pembangunan hingga tingkat paling bawah (RT)
  4. Mendorong keterlibatan seluruh pelaku pamangku kepentingan (stakeholders) pembangunan
  5. Mendorong efisiensi dan efektifitas penganggaran daerah, dan
  6. Mempercepat pertumbuhan (akselerasi) pembangunan.

 

GAMBAR LOGO SUMBAWA BARAT

LOGO KABUPATEN SUMBAWA BARAT

Beberapa tahapan proses pelaksanaan proses pembangunan berbasis RT di tingkat RT

  1. Sosialisasi

Sebagai tahap awal dari pelaksanaan program PBRT, pengurus RT harus terlebih dahulu memahami tentang prosedur pelaksanaannya danntujuan dari dilaksanakannya PBRT

  1. Pemetaan sosial (menyusun gambaran umum keadaan warga dilingkungan RT)

Pemetaan sosial adalah kegiatan yang bertujuan untuk: memperoleh gambaran tentang keadaan setiap warga, memahami nilai-nilai, sikap dan sejarah perkembangan warga setempat, serta memahami para aktor (warga) yang ada di lingkungan itu

  1. Mengidentifikasi masalah dan harapan warga

Menggali informai dan mencatat berbagai macam permalsahan yang terjadi dilingkungan warga, mendiskusikan bersama warga untuk menemukan akar masalah dari masalah.

Be the first to comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA BARAT"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*