GAMBARAN UMUM KABUPATEN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT

KILANG-LPG-KABUPATEN-SORONG

1. Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

  • Letak Geografis dan Administrasi

Secara Geografis Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat terletak diantara 00° 33’ 42” – 01° 35’ 29” Lintang Selatan dan 130° 40’ 49” – 132° 13’ 48” Bujur Timur dengan batas administrasi sebagai berikut:

  • sebelah utara             : Samudera Pasifik dan Selat Dampir;
  • sebelah timur             : Kabupaten Tambrauw dan Kab. Sorong Selatan;
  • sebelah selatan          : Laut Seram; dan
  • sebelah barat             : Kota Sorong, Kab. Raja Ampat dan Laut Seram.

Kabupaten Sorong memiliki luas wilayah 13.603,46 km2 dengan luas lautan 514,65 km2 dan luas daratan 845,71 km2 serta memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) baik daratan maupun lautan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat Kabupaten Sorong.

Secara administratif, Kabupaten Sorong dibagi menjadi 19 distrik, 13 kelurahan serta 121 kampung, yang secara rinci disajikan pada Tabel berikut.

Tabel. Luas Wilayah, jumlah Kampung, dan Kelurahan

No Distrik Kampung Kelurahan Luas ( km2 )
1 Moraid 7 1.446,16
2 Klaso 5 316,46
3 Makbon 8 1 1.011,42
4 Klayili 5 481,26
5 Beraur 9 822,26
6 Klamono 13 488,45
7 Klabot 8 432,89
8 Klawak 9 518,72
9 Salawati 5 2 525,03
10 Mayamuk 6 2 217,22
11 Moysigin 7 118,62
12 Seget 8 893,81
13 Segun 6 2.021,37
14 Salawati Selatan 7 2.265,18
15 Aimas 1 6 222,43
16 Mariat 3 2 118,16
17 Sorong 5
18 Sayosa 6 1.213,60
19 Maudus 8 492,54
Jumlah 121 13 13.603,46

 

 

PETA-KABUPATEN-SORONG-PAPUA-BARATGambar. Peta Administrasi Kabupaten Sorong

  • Topografi

Secara topografi Kabupaten Sorong sangat bervariasi mulai dataran rendah dan berawa. Wilayah Kabupaten Sorong hampir 60 persen berupa daerah pegunungan dengan lereng-lereng yang curam seperti Makbon, Moraid, dan sebagian Pulau Salawati terdapat di bagian tengah ke arah timur dan utara. Dua puluh persen topografi Kabupaten Sorong berupa dataran rendah dan sebagian berawa yang menyebar di bagian selatan sampai ke barat.

Ketinggian di Kabupaten Sorong bervariasi yaitu wilayah dengan ketinggian di bawah 100 meter umumnya terdapat di Distrik Seget, Beraur sebagian di Distrik Salawati bagian selatan. Wilayah dengan ketinggian 500 meter berada di Distrik Aimas sebagian Distrik Salawati, 500 – 2000 meter sebagian besar terdapat di Distrik Makbon dan ketinggian 2.000 – 2.500 meter terdapat di Distrik Mega.

  • Klimatologi

Iklim wilayah Kabupaten Sorong pada umumnya beriklim tropis yang lembab dan panas. Suhu udara rata-rata berkisar antara 25,520 derajat celcius (minimum) dan 30,70 derajat celcius (maksimum) dengan kelembaban udara 84 persen. Curah hujan rata-rata 2.836,4 milimeter per tahun dengan jumlah hari 107-185 turun hujan.

  • Hidrologi

Secara umum berdasarkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Sorong mengalir ke arah utara dan ke arah selatan dengan puncak pegunungan berda di Distrik Mega dan Makbon. Wilayah yang tergenang pada saat air laut pasang adalah wilayah pantai bagian selatan dan wilayah yang tergenang secara periodik terdapat di distrik Salawati dan Distrik Makbon. Beberapa sungai besar yang dapat dipergunakan untuk kepentingan pelayaran dan tempat penangkapan ikan air tawar di Kabupaten Sorong antara lain, Sungai Warsamson di Distrik Makbon dan Moraid, dan Sungai Klabra yang terdapat di Distrik Beraur.

  • Karakteristik Tanah

Karakteristik Tanah di Kabupaten Sorong terdiri dari tekstur halus, sedang, kasar, dan gambut. Mayoritas tanah di wilayah Kabupaten Sorong memiliki tekstur halus. Jenis tanah di kabupaten Sorong terdiri dari Podsolik kelabu, Podsolik Merah Kuning, Orgonosal, Alluvial, Complex Of Soil, Renzina dan latosal. Kedalaman efektif tanah di Kabupaten Sorong bervariasi antara kedalaman 0-25 centimeter, 25-50 centimeter, dan 51-100 centimeter. Kedalaman efektif tanah 0-25 centimeter sebagian kecil tersebar di Distrik Makbon, dan Moraid. Tanah dengan kedalaman 25-50 centimeter terdapat di Distrik Mega. Kedalaman antara 51-100 centimeter penyebarannya sebagian besar terdapat di Distrik Makbon, Salawati, Sausafor, dan Distrik Beraur, antara 1001-105 centimeter sebagian besar ditemui Distrik Beraur dan Seget, serta tanah dengan kedalaman 150 centimeter pada umumnya terdapat di daerah seperti salawati.

 

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Perikanan

Tahun 2013 dan tahun 2014, produksi perikanan sumber pelagis ( Ikan Teri, Layang, Selar, Tenggiri dan cakalang) menunjukan jumlah produksi yang tinggi dibandingan dengan jumlah produksi di tahun 2011 dan tahun 2012. Grafik diatas juga menggambarkan bahwa Produksi sumber demersal dan sumber lainnya menunjukan adanya peningkatan jumlah produksi dari tahun 2011 sampai tahun 2014.

  • Pertanian

Komoditi tanaman pangan di Kabupaten Sorong adalah padi, jagung, kedelei, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar dan keladi, berikut, data luas tanam, luas panen dan produksi komoditas tanaman pangan tahun 2014 seperti pada tabel berikut:

 

Tabel. Luas Tanam, Luas Panen dan Produksi Komoditas
Tanaman Pangan Tahun 2014

No Komoditas Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produksi (Ton)
1 Padi 1041 1561 6244
2 Jagung 389 346 346
3 Kedelai 44 20 30
4 Kacang Tanah 55 38 304
5 Kacang Hijau 26 31 44
6 Ubi Kayu 165 175 1925
7 Ubi Jalar 205 213 2237
8 Keladi 55 45 450

 

Tabel di atas menunjukan, produksi padi mencapai 6.244 ton dan merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan jumlah produksi komoditas tanaman pangan yang lain. Berikutnya produksi ubi jalar mencapai 2237 ton dan produksi ubi kayu sebanyak 1925 Ton. Selanjutnya kedelei dan kacang hijau memiliki jumlah produksi rendah dibandingkan dengan komoditi yang lain.

  • Peternakan

Populasi ternak di Kabupaten Sorong meliputi ternak sapi, kambing PE, kambing kacang, babi dan ternak ayam buras, Ayam Ras Pedaging, Ayam Ras Petelur, dan ternak Itik/entong. Perkembangan populasi ternak sapi pada kurun waktu 2012-2014 rata-rata mengalami peningkatan jumlah populasi. Untuk populasi kambing kacang, babi, ayam buras, ayam ras pedaging, ayam ras petelur dan itik menunjukan peningkatan jumlah populasi di tahun 2012 sampai tahun 2014

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Penduduk

Jumlah Penduduk Kabupaten Sorong Tahun 2013 berjumlah 73.642 Jiwa (sumber Badan Pusat Statistik Kab.Sorong Tahun 2013) dengan komposisi 53,51 % (39.110 Jiwa) merupakan penduduk Laki-laki, dan 47,25 % (34.532 Jiwa) adalah penduduk berjenis kelamin perempuan. Dengan demikian sex ratio penduduk Kabupaten Sorong adalah 113,26. yang tersebar menurut masing-masing Distrik, Dengan jumlah distrik sebanyak 19 unit, maka secara rata-rata jumlah penduduk distrik adalah 3.846 jiwa; serta dengan jumlah kampung/ kelurahan efektif dewasa ini 133 unit, maka secara rata-rata kampung/kelurahan jumlah penduduk adalah 549 jiwa. Sebaran penduduk Kabupaten Sorong yang memiliki luas wilayah daratan sekitar 8.289,31 km2, dengan penduduk 73.088 jiwa tersebar pada 121 kampung dan 13 kelurahan yang terhimpun pada 19 distrik. Distrik Aimas yang merupakan ibu kota Kabupaten Sorong memiliki penduduk terpadat dengan penduduk 21.489 jiwa atau sekitar 28,79 % dari total penduduk, dengan kepadatan 94,59 jiwa / km2.

 

Tabel. Distribusi Penduduk Kabupaten Sorong
Menurut Distrik dan Luas Wilayah

 

No Distrik Luas Wilayah

( Km2)

Jumlah

Penduduk

Kepadatan

( jiwa/km2 )

1 Moraid 1.446,16 1.722 1.19
2 Klaso 316,46 315 1.00
3 Makbon 1.011,42 2.143 2.12
4 Klayili 481,26 420 0.87
5 Beraur 822,26 1.016 1.24
6 Klamono 488,45 4.509 9.23
7 Klabot 518,72 648 1.25
8 Klawak 432,89 611 1.41
9 Salawati 525,03 9.393 17.89
10 Mayamuk 217,22 10.289 47.37
11 Salawati Timur 118,62 1 977 16.67
12 Seget 893,81 3 111 3.48
13 Segun 2.021,37 1 397 0.69
14 Salawati Selatan 2.265,18 2 085 1.03
15 Aimas 222,43 21.489 9.49
16 Mariat 118,16 11.124 94.14
17 Sayosa 1.213,60 994 0.82
18 Maudus 492,54 399 0.81
Jumlah 13.603,46 73.642 5.41

 

Sebagai distrik yang menjadi pusat kegiatan ekonomi di Kabupaten Sorong, tentunya akan menjadi daya tarik bagi para imigran untuk tinggal dan menetap di distrik ini. Distrik ke dua dengan penduduk terpadat adalah Distrik Mariat dengan penduduk 10.920 jiwa atau sekitar 14,94 % dari total penduduk dengan tingkat kepadatan mencapai 92,42 jiwa/km2. Secara keseluruhan, kepadatan penduduk Kabupaten Sorong pada tahun 2013 hanya mencapai 5,41 jiwa/km2.

Penduduk Kabupaten Sorong, seperti halnya dengan Kota Sorong tetangganya secara sosial budaya terdiri atas penduduk asli dan penduduk pendatang. Penduduk asli di Kabupaten Sorong dapat dibagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu :

  1. Suku Moi, terdiri dari suku Klabra, Karon, Madik, Kebar, Keboro, dan Yaun, yang tersebar di Distrik Feet, Abun, Sausafor, Moraid, Makbon, Aimas, Salawati, Seget, Segun, Beraur, Klamono, dan Disrik Sayosa;
  2. Suku Maibrat, terdiri dari suku Meimere/Make, Meite, dan Meimaru, yang tersebar di Distrik Aimas dan Salawati;
  3. Suku Inanwatan, terdiri dari suku Mate Mani, suku Puragi, Oderau, Kaiso, dan Samaun, yang tersebar di Distrik Aimas dan Salawati;
  4. Suku Tehit, terdiri dari suku Sawiat, dan Ogit, yang tersebart di Distrik Aimas daan Salawati;

Masyarakat asli ini bermukim tersebar di semua distrik. Umumnya mereka inilah yang bermukim pada kampung-kampung yang relatif jauh dan terisolir letaknya, dengan kegiatan pertanian yang relatif masih sederhana.

Sementara penduduk pendatang berasal dari 2 kelompok utama, yaitu: transmigran dan bukan transmigran. Penduduk transmigran telah bermukim sejak sekitar 1980-an, yang bermukim di distrik-distrik yang berada di sekitar ibukota kabupaten, yaitu Aimas, Mayamuk, Salawati, dan Klamono. Mereka ini berasal dari Pulau Jawa yang akrab dengan pertanian, khususnya pertanian lahan basah, sehingga permukiman mereka ini berhampiran dengan lahan pertanian berupa sawah dan di luar itu ada kebun atau kebun campuran.

Sementara penduduk pendatang yang bukan transmigran umumnya adalah migran biasa yang masuk secara individu ataupun keluarga, yang berasal dari rumpun suku Jawa, Batak, Makasar, Buton, Ambon, Manado dan sebagainya, sehubungan dengan penugasan ataupun peluang kerja atau peluang usaha di wilayah ini.

Dengan komposisi sosial budaya yang heterogen ini dan wilayah yang berhampiran dengan pusat utama wilayah (Kota Sorong) akan menjadi potensi bagi pengembangan wilayah dari dukungan sumber daya manusia.

  • Tenaga Kerja

Jumlah Penduduk usia kerja di Kabupaten Sorong tahun 2013 sebanyak 50.083 dengan perincian jenis kelamin laki-laki 26.390 dan perempuan sebanyak 23.693. Tingkat Partisipasi angkatan kerja (TPAK) LFPR (%) jumlah total 62,88 dengan perincian laki-laki 84,22 dan perempuan 39,11. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka / Unemployment Rate (%) jumlah total 3,27 dengan perincian laki-laki 2,34 dan perempuan 5,50.

 

4. Perekonomian

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sorong pada tahun 2013 sebesar 4,78 persen. Sektor Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan merupakan sektor dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan sektor ekonomi lainnya yaitu sebesar 29,67 persen. Sektor Pengangkutan dan komunikasi berada di posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 20,18 persen. Sektor Bersih Perdagangan, Hotel & Restoran berada di posisi ketiga dengan pertumbuhan sebesar 18,18 persen. Sedangkan posisi keempat ditempati sektor Listrik dan air Bersih yang tumbuh sebesar 14,91 persen.

 

Tabel.  Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto
Atas Dasar Harga Berlaku 2000 Menurut Lapangan Usaha

 

Sektor 2012 2013
1. Pertanian

2. Pertambangan dan Penggalian

3. Industri Pengolahan

4. Listrik dan air Bersih

5. Bangunan

6. Perdagangan, Hotel & Restoran

7. Pengangkutan dan komunikasi

8. Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan

9. Jasa-jasa

13,97

-2,40

1,43

12,73

20,61

19,70

23,90

25,42

16,21

12,99

-4,60

5,00

14,91

13,57

18,18

20,18

29,67

13,70

PDRB/GRDP 3,49 4,78

 

5. Infrastruktur

Secara umum kuantitas dan kualitas ketersediaan sarana dan prasarana di Kabupaten Sorong masih sangat terbatas. Kondisi ini diakibatkan oleh luasnya jangkauan pelayanan dengan penyebaran masyarakat dalam kelompok-kelompok kecil, kondisi topongrafi dan morfologi wilayah yang sangat beragam, dan keterbatasan pendanaan pemeliharaan sarana dan prasarana.

  • Jaringan Jalan

Kondisi umum jaringan jalan di Kabupaten Sorong beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Beberapa sebab utama adalah kualitas konstruksi jalan yang belum optimal, pembebanan berlebih (excessive over loading) bencana alam seperti longsor, banjir, dan gempa bumi, serta menurunnya kemampuan pembiayaan setelah masa krisis ekonomi yang menyebabkan berkurangnya secara drastis biaya pemeliharaan jalan oleh pemerintah.

Pada tahun 2013 dari total panjang jalan 2.453 kilometer dengan kondisi jalan yang rusak mencapai 5,63 persen dari 90 kilometer jalan nasional, 13,03 persen dari 201 kilometer jalan provinsi, 81,14 persen dari 1,252 kilometer jalan kabupaten. Kondisi sistem jaringan jalan pada tahun 2013 yang meliputi jalan nasional, provinsi, kabupaten, kota yang dalam kondisi baik dan sedang mencapai 16 persen dari seluruh jaringan jalan yang ada di Kabupaten Sorong.

  • Perhubungan laut

Ketersediaan sarana dan prasarana perhubungan laut di Kabupaten Sorong meliputi tersedianya 2 buah pelabuhan lokal di Distrik Makbon dan Sausapor serta terdapatnya pelabuhan nasional yaitu pelabuhan regional yang berada di wilayah Kota Sorong yang dapat mengintegrasikan antar kawasan yaitu Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Raja Ampat, dan Kabupaten Sorong selatan.

  • Perhubungan Udara

Keberadaan sarana dan prasarana perhubungan udara di Kabupaten Sorong meliputi pelabuhan yang bersifat lokal milik swasta berada di Distrik Feef dan untuk mengintegrasikan kawasan menggunakan bandara domestik yaitu Domini Eduard Osok yang berada di wilayah Kota Sorong dan dilayani oleh maskapai Merpati, Lion, Ekspres, Pelita, dan Trigana.

  • Perhubungan Darat

Transportasi jalan di Kabupaten Sorong masih sangat terbatas yaitu hanya tersedia di Ibukota Aimas, Sawati, Klamono, Makbon, dan Sayosa. Beberapa Distrik lainnya belum dapat dilayani angkutan transportasi jalan sehingga mengakibatkan terbelakangnya beberapa wilayah tersebut.

 

6. Rencana Pengembangan

Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Kabupaten Sorong meliputi kebijakan dan strategi pengembangan struktur ruang, kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang. Kebijakan penataan ruang Kabupaten Sorong meliputi:

  1. pembangunan ekonomi wilayah yang berbasis sektor unggulan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  2. pengembangan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah kabupaten untuk membuka akses wilayah-wilayah yang terisolasi serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan.
  3. penciptaan keserasian antara pelestarian kawasan lindung dan pemanfaatan kawasan budidaya;
  4. pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung kawasan serta tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup dan efisiensi kawasan;
  5. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan; dan
  6. Peningkatan fungsi kawasan perairan untuk pelabuhan.

Strategi Penataaan Ruang :

1). Pembangunan ekonomi wilayah yang berbasis sektor unggulan (pertanian, perikanan, dan pertambangan) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat; adapun strateginya adalah :

Strategi Pembangunan ekonomi wilayah yang berbasis sektor unggulan (pertanian, perikanan, dan pertambangan) di Kabupaten Sorong meliputi:

  1. meningkatkan kemampuan ekonomi dan sosial di Kabupaten;
  2. mengembangkan kesatuan ekonomi dan prasarana wilayah;
  3. meningkatkan aksesibilitas di seluruh wilayah kabupaten;
  4. meningkatkan interaksi ekonomi antar kota-kota; dan

(2)  Pengembangan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah kabupaten untuk membuka akses wilayah-wilayah yang terisolasi serta mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan;

Strategi pengembangan infrastruktur yang menjangkau seluruh wilayah kabupaten Sorong, meliputi :

  1. Membangun prasarana jalan dan penyebrangan untuk mendukung mobilitas faktor produksi, serta memperlancar distribusi orang, barang dan jasa antar distrik dan antar kabupaten.
  2. Mengembangkan sarana dan prasarana perhubungan laut dan udara untuk menunjang distribusi orang, barang dan jasa antar distrik, antar kabupaten dan antar provinsi.
  3. Mengembangkan jaringan prasarana energi, telekomunikasi, sumber daya air, dan prasarana pengelolaan lingkungan yang berkualitas dan menjangkau seluruh distrik, dan
  4. Membangun permukiman sehat di seluruh kampung dan distrik yang ada di Kabupaten Sorong.

(3) Penciptaan keserasian antara pelestarian kawasan lindung dan pemanfaatan kawasan budidaya.

Strategi untuk menciptakan keserasian antara pelestarian kawasan lindung dan pemanfataan kawasan budidaya, meliputi :

  1. Menetapkan kawasan budidaya pada pemanfaatan sumber daya alam di darat maupun laut secara sinergis.
  2. Melakukan pemantapan dan pengendalian kawasan lindung yang ada di Kabupaten Sorong
  3. Menantapkan kawasan hutan lindung melalui pengukuhan dan penataan batas di lapangan untuk memudahkan pengendaliannya; dan
  4. Melindungi dan menjaga kawasan bencana serta mengidentifikasi kawasan evakuasi bencana.

(4) pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung kawasan serta tidak menurunkan kualitas lingkungan hidup dan efisiensi kawasan.

Strategi untuk pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung, meliputi :

  1. Memantapkan dan mengendalikan fungsi kawasan lindung dalam pelestarian lingkungan hidup yang mencakup seluruh sumber daya alam, yang ada diseluruh wilayah Kabupaten Sorong; dan
  2. Mengupayakan optimalisasi sumber daya alam.

(5) peningkatan fungsi kawasan untuk keamanan dan pertahanan.

Strategi untuk fungsi kawasan kemanan dan pertahanan, meliputi :

  1. turut serta memelihara dan menjaga aset-aset pertahanan/TNI;
  2. mengembangkan kawasan lindung dan / atau kawasan budidaya tidak terbangun di sekitar aset-aset pertahanan dan keamanan/TNI; dan
  3. mengembangan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar aset-aset pertahanan untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan/TNI.
  4. Menetapkan Kawasan Strategis Nasional dengan fungsi khusus pertahanan dan keamanan.

 

Be the first to comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*