GAMBARAN UMUM KABUPATEN RAJA AMPAT PROVINSI PAPUA BARAT

WISATA-KABUPATEN-RAJA-AMPAT

1. Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

  • Letak Geografis dan Administratif

Kabupaten Raja Ampat adalah salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, yang saat ini sangat terkenal ssebagai daerah tujuan Wisata di Indonesia. Ibukota Kabupaten Raja Ampat terletak di Kota Waisai yang berada di Pulau Waigeo. Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten yang wilayahnya sebagian besar terdiri dari gugusan  pulau yang secara astronomis terletak pada posisi 2o 25’ Lintang Utara – 4o 25’ Lintang Selatan dan 130o00 – 132o 55’ Bujur Timur. Sedangkan secara administratif batas wilayahnya adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara    :  Samudera Pasifik
  • Sebelah Selatan :  Laut Seram
  • Sebelah Barat    : Laut Seram, Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara
  • Sebelah Timur   : Kota Sorong, Kabupaten Sorong

Kabupaten Raja Ampat  memiliki luasan daratan sekitar  6.084,5 km2 (sekitar 15% dari luas keseluruhan wilayah ini) yang terdiri dari  sekitar 600 pulau, baik yang berukuran kecil maupun besar. Empat pulau  yang relatif cukup besar adalah  Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo. Dari seluruh pulau hanya sekitar 35 pulau yang berpenghuni sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama. Pada awal perkembangan, Kabupaten Raja Ampat sesuai dengan UU RI No. 26 Tahun 2002, terdiri dari 7 distrik. Sejalan dengan perkembangan kabupaten, maka hingga tahun 2010 telah terjadi beberapa kali pemekaran distrik dan kampung, sehingga pada saat ini kabupaten ini telah menjadi 24 distrik.

Kepulauan Raja Ampat merupakan daerah yang termasuk dalam Segitiga Karang (Coral Triangle). Coral Triangle adalah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Negara yang termasuk dalam Coral Triangle selain Indonesia adalah Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia.

 

WISATA-KABUPATEN-RAJA-AMPAT-2

Tabel. Distrik di Kabupaten Raja Ampat

No Distrik Ibukota Distrik Keterangan
1 Waigeo Selatan Saonek
2 Kota Waisai Waisai Pemekaran dari Distrik Waigeo Selatan
3 Waigeo Timur Urbanisopen
4 Waigeo Barat Waisilip
5 Waigeo Barat Kepulauan Manyaifun
6 Waigeo Utara Kabare
7 Supnin Rauki Pemekaran dari Distrik Waigeo Utara
8 Warwarbom Warwanai
9 Teluk Mayalibit Warsamdim
10 Tiplol Mayalibit Go Pemekaran dari Distrik Teluk Mayalibit
11 Meos Mansar Yenbekwan
12 Kepulauan Ayau Dorehkar
13 Ayau Abidon Pemekaran dari Distrik Kepulauan Ayau
14 Misool Waigama
15 Misool Selatan Dabatan
16 Misool Barat Lilinta
17 Misool Timur Foley
18 Kepulauan Sembilan Weijam Barat
19 Kofiau Mikiran
20 Salawati Utara Samate
21 Salawati Tengah Kalobo Pemekaran dari Distrik Salawati Utara
22 Batanta Selatan Yenanas
23 Batanta Utara Yensawai Timur Pemekaran dari Distrik Batanta Selatan
24 Salawati Barat Wayom Pemekaran dari Distrik Batanta Selatan

 

  • Klimatologi

Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, suhu udara minimum di Kabupaten Raja Ampat sekitar 25,08° Celcius, dan suhu udara maksimum sekitar 28,59° Celcius. Curah hujan tercatat 2.453,0 milimeter.

Tidak terdapat bulan tanpa hujan. Jumlah hari hujan setiap bulan antara 7 hingga 27 hari. Kelembaban udara rata-rata tercatat 86,25 persen.

 

PETA-KABUPATEN-RAJA-AMPAT

Gambar. Peta Administrasi Kabupaten Raja Ampat

Kabupaten Raja Ampat sebagai wilayah kepulauan, maka memiliki wilayah daratan yang relatif tidak besar dan pada umumnya topografi  daerahnya didominasi oleh wilayah  perbukitan yang masih dipenuhi dengan hutan alami. Sedangkan wilayah pesisir pantai memiliki karakteristik yang beragam seperti pantai landai berpasir hitam, pantai landai berpasir putih dengan terumbu karang yang sudah rusak sampai dengan yang masih perawan, pantai dalam dan hutan mangrove.

  • Topografi

Kemiringan lahan antara 0% sampai dengan di atas 40%. Sebagian wilayah berupa pegunungan daerah lereng-lereng yang curam seperti di Pulau Batanta, Pulau Waigeo, dan Pulau Salawati. Daerah pegunungan ini dapat mencapai 100 – 300 meter di atas permukaan laut. Wilayah dengan ketinggian di bawah 100 meter dpl. umumnya terdapat pada Pulau Salawati bagian selatan. Jika dilihat dari fisiografinya, maka Kabupaten Raja Ampat bagian utara, yaitu Pulau Waigeo dan sebagian Pulau Batanta didominasi oleh pegunungan. Sedangkan pada bagian tengah terutama Pulau Salawati cukup luas daerah datarnya. Untuk Pulau Misool walaupun sebagian besar daerahnya pegunungan, tetapi pada bagian tengah pulau terdapat daerah yang datar.

Sumberdaya mineral yang terdapat di Kabupaten raja Ampat cukup besar, yaitu meliputi minyak bumi, nikel, tembaga, emas dan perak. Minyak bumi terdapat di Pulau Yanggelo dan minyak lepas pantai terdapat di sekitar Pulau Salawati. Untuk sumberdaya nikel dan kobalt ditemukan di Pulau Gag, Pulau Manyaugia, Pulau Wayag, Pulau Waigeo (Teluk Sampa  dan Kabare). Sedangkan sumberdaya mineral berupa tembaga tersebar di  Pulau Salawati, Pulau Batanta, Pulau Manyaugia, Pulau Gag, Pulau Wayag, dan di Pulau Waigeo bagian utara. Untuk sumberdaya mineral emas dan perak kandungan terbesar terdapat di Pulau Salawati dan Pulau Batanta.

 

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Sumber Daya Kelautan

Kedalaman laut (batimetri) terdalam, yaitu lebih dari 200 m, terdapat di tengah-tengah laut lepas antara pulau-pulau Waigeo, Kofiau dan Misool (Dishidros, 1992). Sedangkan laut antara Pulau Misool dengan Salawati dan pulau-pulau sekitar memiliki kedalaman kurang dari 200 m, sedangkan laut di sekitar Pulau Waigeo pada daerah teluk berkisar antara 3 hingga 55 m, dan di daerah tanjung yang bertebing kedalamannya dapat mencapai 118 m.

Wilayah pantai dan pesisir di Kabupaten Raja Ampat memiliki karakteristik yang beragam seperti pantai landai berpasir hitam, pantai landai berpasir putih dengan terumbu karang yang sudah mulai terganggu sampai dengan yang masih perawan, pantai dalam dan hutan mangrove. Sebagai daerah kepulauan yang dikelilingi oleh lautan dan relatif masih alami, maka Kabupaten Raja Ampat memiliki terumbu karang yang indah dan sangat kaya akan berbagai jenis ikan dan moluska. Hasil penelitian LIPI dan lembaga lainnya telah mengidentifikasi 450 jenis terumbu karang, 950 jenis ikan karang dan 600 jenis moluska disekitar Pulau Batanta, Waigeo dan Pulau Gam.

Salah satu sumber daya kelautan yang dominan di wilayah perairan Kabupaten Raja Ampat  adalah perikanan. Banyak jenis ikan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, yaitu diantaranya : Ikan Pelagis antara lain Tuna, Cakalang, Kembung, Tongkol dan Tenggiri; Ikan Karang antara lain Ikan ekor Kuning, Ikan Pisang Pisang, Ikan Napoleon, Ikan kakatua, Kerapu, Kakap, dan Baronang; dan udang, kepiting dan Rajungan.  Hutan Mangrove merupakan habitat yang sangat baik bagi sumberdaya ikan sebagai daerah pemijahan, persemaian serta daerah mencari ikan dari berbagai biota perairan seperti udang, ikan, kepiting dan kerang–kerangan baik yang hidup diperairan pantai maupun yang dilepas pantai. Pemanfaatan hutan mangrove pada waktu ini dilakukan oleh masyarakat maupun perusahaan dengan memanfaatkan hasil kayu untuk bahan kontruksi, kayu bakar, serta bahan arang.

Terumbu karang di Kabupaten Raja Ampat tersebar diseluruh Kepulauan Raja Ampat. Terumbu Karang yang terbesar terdapat di Distrik Waigeo Barat, Waigeo Selatan, Ayau, Samate dan Misool Selatan. Terumbu karang di Pulau Ayau seluas 168.380 Ha, Kepulauan Asia 125.750 Ha., Pulau Sayang 96.000 Ha., Pulau Aljui 25.750 Ha, Pulau  Kofiau 16.676 Ha,  dan Pulau Sausapor 10.405 Ha. Sedangkan terumbu karang lainnya seperti Pulau Matan, Pulau Senapan, dan Pulau Jefman luasnya dibawah 10.000 ha.

Komoditas andalan ekspor lainnnya adalah rumput laut dan mutiara di daerah ini sangat menjanjikan, karena laut di daerah ini di kelilingi pulau-pulau kecil yang berpenghuni, sehingga memudahkan dalam pengawasan dan pemantauan.

Potensi untuk wisata bahari yang memanfaatkan sumber daya perairan (banyaknya pulau dan pantai termasuk terumbu karangnya) sangat berpotensi untuk dikembangan di wilayah Kabupaten Raja Ampat ini. Bahkan keunggulan potensi ini dapat menjadikan wilayah pengembangan sebagai obyek unggulan Indonesia untuk level internasional.

  • Penggunaan Lahan

Pengunaan lahan di Kabupaten Raja Ampat meliputi persawahan, pemukiman, tegalan/ladang, perkebunan rakyat serta untuk kegiatan lainnya. Penggunaan lahan di beberapa pulau sebagian besar masih berupa hutan alami yang belum terjamah. Beberapa pulau seperti Pulau Salawati, Pulau Saonek, Pulau Waigeo, Pulau Mansuar, dan Pulau Misool  telah berdiri bangunan permanen dan fasilitas umum (sekolah, puskesmas, balai desa, kantor kecamatan). Lahan yang telah digunakan untuk permukiman secara keseluruhan berada di dekat pantai.

WISATA-KABUPATEN-RAJA-AMPAT-1

Untuk beberapa lokasi status tanah masih merupakan tanah adat atau biasa disebut tanah ulayat. Karena masih kuatnya sistem adat ini, maka setiap akan dilakukan terjadinya perubahan peruntukan lahan pimpinan adat atau kepala suku setempat yang mempunyai hak atas tanah dimaksud harus meminta persetujuannya terlebih dahulu.

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Raja Ampat hasil sensus penduduk tahun 2010 berjumlah 42.508 jiwa, 53,3% adalah penduduk laki-laki dan sisanya 46,7 % adalah perempuan. Jumlah ini jika dibandingkan jumlah penduduk hasil proyeksi tahun 2014 telah mengalami peningkatan sebesar 45.310 jiwa dengan jumlah laki-laki 24.007 dan perempuan 21.303 dengan seks ratio sebesar 112,69.

Pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan dari tahun ke tahun adalah di Distrik Waisai, hal ini karena adanya pembangunan besar-besaran Kota Waisai sebagai ibukota kabupaten, pertumbuhan penduduk ini lebih karena imigrasi penduduk khususnya pegawai pememerintah daerah, tenaga kerja sektor bangunan serta sektor pedagangan dan jasa. Distribusi penduduk tersebar di kampung-kampung yang hampir semua kampung berada di tepi pantai baik yang di pulau besar seperti P. Salawati, P. Batanta, P. Waigeo maupun P. Misool maupun di pulau-pulau kecil seperti P. Saonek, P. Gag, P. Deer, P. Fani dll. Jumlah penduduk tiap desa mayoritas masih dibawah satu ribu jiwa. Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat mencapai 6.084.500 Km2 sedangkan jumlah penduduk hanya 42.508 jiwa, maka kepadatan penduduk baru 7 Jiwa/Km2.

Di Kabupaten  Raja Ampat terdapat 3 suku besar yaitu Suku Moi yang terdiri dari suku Moi, Modik, Klaba dan Karon yang mendiami Pulau Salawati, Suku Biak yang terdiri dari suku Biak, Nufor, dan Beser yang mendiami daerah Waigeo Selatan, Misool dan sebagian Salawati; Suku Amer terdiri dari suku Amer, Fiawat, Kipil, Petrip, Mayo, Kawe, dan Kaldarum yang mendiami Salawati, Misool, Waigeo Selatan dan Waigeo Utara. Tiap Sukubangsa mempunyai lembaga adat istiadat dan budaya sendiri yang berbeda satu sama lain. Ciri-ciri budaya masyarakat lokal tersebut antara lain :

  • Hidupnya berkelompok dan berpencar berdasarkan sukunya serta bergantung pada alam, sehingga hidupnya ada yang sering berpindah kecuali yang mengenal budaya modern.
  • Tali persaudaraan sesama suku yang sangat kuat.
  • Menganut sistem keturunan garis ayah dan garis ibu.
  • Mengenal kepercayaan magis.
  • Memiliki tata cara adat.

 

Tabel. Jumlah dan Kepadatan Penduduk per Kilometer Persegi
Menurut Kecamatan, 2014

No Distrik Luas (km2) Penduduk (jiwa) Kepadatan (jiwa/km2)
1 Waigeo Selatan 193,26 1.769 8,80
2 Kota Waisai 98,09 7.866 80,19
3 Waigeo Timur 447,02 1.487 3,33
4 Waigeo Barat 614,63 1.615 2,63
5 Waigeo Barat Kepulauan 83,14 2.187 26,31
6 Waigeo Utara 120,39 1,455 12,09
7 Supnin 189,00 895 4,74
8 Warwarbom 239,31 1.077 4,50
9 Teluk Mayalibit 500,56 793 1,58
10 Tiplol Mayalibit 161,38 871 5,40
11 Meos Mansar 176,16 1.769 10,04
12 Kepulauan Ayau 10,18 944 92,73
13 Ayau 4,77 1.175 246,33
14 Misool Utara 994,55 1.798 1,81
15 Misool Selatan 73,37 3.764 51,30
16 Misool Barat 271,11 1.306 4,82
17 Misool Timur 445,62 3.048 6.84
18 Kepulauan Sembilan 13,85 1.819 131,34
19 Kofiau 165,98 2,681 16,15
20 Salawati Utara 31,01 1.962 63,27
21 Salawati Tengah 460,76 1.752 3,80
22 Batanta Selatan 151,92 1.406 9,25
23 Batanta Utara 234,04 975 4,17
24 Salawati Barat 404,42 964 2,38
Jumlah Total 6.084,50 45.310 7,45

 

Adat istiadat suatu suku bangsa merupakan wujud dari nilai kebudayaannya, yang merupakan suatu aturan atau tatacara yang mendasari tingkah laku. Adat istiadat yang berkembang di Kabupaten Raja Ampat tergantung dari adat istiadat kesukuan yang ada dikawasan tersebut. Adat istiadat yang memberatkan warga lainnya yaitu berhubungan dengan adat istiadat untuk membayar mas kawin yang ditanggunga bersama oleh suatu keluarga suku tertentu sehingga memberatkan bagi anggota keluarga lainnya.

Peran tokoh kepala suku mempunyai peran yang sangat penting dalam pengambilan keputusan untuk pembangunan di kawasan Raja Ampat. Kepala Suku atau tokoh adat masyarakat lokal secara umum mempunyai wilayah adat sendiri-sendiri  sehingga perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan  melalui musyawarah. Karena tanpa musyawarah akan sulit mendapatkan kesepakatan bersama.

Bahasa di Kabupaten Raja Ampat terdiri dari bahasa Ma,ya, Matbat, Biga, Butleh (Fiawat), Laganyan, Wauyai, Kawe, dan Ambel. Bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Raja Ampat adalah bahasa Ma’ya dengan jumlah penutur asli sekitar 4.000 pada tahun 1981 dengan dialek Salawati, Misool dan Waigeo. Dialek Waigeo sendiri terdiri dari dialek: Laganyan, Wauyai, Kawe. Sementara bahasa besar kedua adalah bahasa Matbat dengan jumlah penutur asli antara 1000-1500 orang (th. 1981). Bahasa ini terbagi dalam beberapa dialek yang tersebar pada wilayah sebagai berikut:

  • West Misool Barat – dialek dari Desa Salafen dan Aduwey;
  • Northeast Misool – dialek dari Desa Atkiri, Lenmalas, Polle dan Tomolol;
  • Southeast Misool – dialek dari Desa Mage and Kapacol.
  • Tenaga Kerja

Jumlah Penduduk usia kerja di Kabupaten Raja Ampat tahun 2014 sebanyak 25.993 dengan perincian jenis kelamin laki-laki 13.776 dan perempuan sebanyak 12.217. Tingkat Partisipasi angkatan kerja (TPAK) LFPR (%) jumlah total 62,29 dengan perincian laki-laki 84,12 dan perempuan 37,67. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka / Unemployment Rate (%) jumlah total 6,44 dengan perincian laki-laki 1,4 dan perempuan 19,14.

 

4. Perekonomian

Perekonomian Kabupaten Raja Ampat tumbuh positif selama kurun waktu 2010 – 2014. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan angka PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2014. Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2010 yang terjadi pada tahun 2014 adalah sebesar 109,04. Angka tersebut meningkat sedikit dibandingkan yang terjadi pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 103,00 di tahun 2013. Sektor yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di tahun 2014 adalah sektor Pertambangan dan Penggalian. Sedangkan sektor berikutnya adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan perikanan.

 

5. Infrastruktur

Infrastuktur wilayah memegang peranan penting dalam proses pencapaian tujuan pembangunan daerah. Ketersediaan infrastruktur akan mempermudah kegiatan dari seluruh sektor untuk melakukan aktifitas dengan lebih efisien dan efektif.

  • Listrik

Saat ini kebutuhan listrik dipasok dari 7 unit pembangkit listrik yang terdapat di Kalobo,Saonek, Wagimana, Waisai dan Kabare. Untuk kapasitas terpasang saat ini adalah 172 KW dengan kemampuan mesin 162 KW.

  • Telekomunikasi

Untuk sarana telekomunikasi masih terbatas, yang pada tahun 2000 sambungan telepon di Kabupaten Raja Ampat hanya terdapat di Distrik Samate sebanyak 361 SST.

  • Air Bersih

Sedangkan untuk penyediaan kebutuhan air bersih di Kabupaten Raja Ampat saat ini dipenuhi dari hasil penampungan air dan dari sumur selain dengan memanfaatkan sumber air yang ada. Cara lain dalam pengadaan sumber air bersih dapat dilakukan dengan pembuatan sumur artesis dan  sumur pompa.  

  • Pendidikan

Infrastruktur pendidikan sebagai penunjang kegiatan pendidikan yang penting bagi pembangunan daerah perlu dicermati. Dari pendataan yang dilakukan oleh BPS pada tahun 2008 tercatat bahwa terdapat 6 Taman Kanak-Kanak. Sekolah Dasar sebanyak 93 unit sekolah dan terdapat di setiap distrik. Jumlah murid aktif yang tercatat di tahun 2008 adalah sebanyak 8.169 murid. Seluruh distrik memiliki sekolah lanjutan untuk tingkat pertama atau SLTP, kecuali di Distrik Misool Barat. Jumlah SLTP di seluruh kabupaten adalah 21 unit dengan 1.680 murid dan 171 guru yang bertugas. Adapun untuk SLTA tercatat sebanyak 7 unit yang terdapat di beberapa distrik yaitu Misool, Kofiau, Waigeo Selatan, Waigeo Utara, Misool Selatan, Misool Barat dan Salawati Utara.

  • Kesehatan

Di Kabupaten Raja Ampat terdapat 1 unit rumah sakit yang berlokasi di Distrik Waigeo Selatan. Sedangkan fasilitas Puskesmas terdapat di hampir seluruh distrik kecuali Distrik Kep. Sembilan dan Distrik Warwabomi. Di seluruh kabupaten terdapat 16 unit Puskesmas. Adapun Puskesmas Pembantu terdapat 33 unit Puskesmas Pembantu. Puskesmas Pembantu ini berlokasi di 14 distrik. Untuk Balai Pengobatan, hanya terdapat 1 unit di Distrik Misool. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa di seluruh distrik telah terdapat fasilitas kesehatan baik itu Puskesmas ataupun Puskesmas Pembantu.

 

6. Rencana Pengembangan

Pengembangan dan pemanfaatan hasil-hasil kelautan dan perikanan serta ekowisata Kabupaten Raja Ampat ini dibangun dan didukung oleh potensi sumber daya alam yang lestari untuk menuju masyarakat yang madani dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam pemanfaatan hasil laut yang sangat melimpah  program  pemanfaatan  berpijak  pada  pengembangan  budidaya  perikanan, pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir dan perlindungan terhadap potensi sumber daya  kelautan.  Pembudidayaan  akan  difokuskan  pada  pelatihan  masyarakat  serta membuat  percontohan untuk  budidaya rumput  laut. Seperti yang  kita ketahui bahwa industry juga membutuhkan bahan mentah untuk kosmetika, obat-obatan dan agar-agar tentunya meruakan potensi yang menjanjikan.

Potensi  yang  ada  di wilayah  tersebut  harus  dikelola  secara  professional,  dan  secara terpadu agar terangkat ekonomi daerah dan juga membantu ekonomi negara yang semuanya bermuara pada pemberdayaan masyarakat atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setelah ditetapkan sebagai kawasan wisata, maka lokasi ini mengundang perhatian masyarakat  sehingga masyarakt  tersebut  berperan dalam pembangunan dan pendapatan  daerah  serta  peningkatan  ekonomi  masyarakat  itu  sendiri.  Potensi  yang sangat besar di darat maupun di laut diupayakan pemanfaatannya sedemikian rupa dan diarahkan pada pembangunan yang berwawasan lingkungan, artinya sumber daya alam itu dapat dieksploitasi, tetapi memperhatikan lingkungan hidup dan pelestarian alamnya. Eksploitasi mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya, tetapi tidak lupa bahwa tetap mendukung keseimbangannya dan pelestarian lingkungan.

1 Comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN RAJA AMPAT PROVINSI PAPUA BARAT"

  1. keren mantap.. tapi maluku tidak kalah menarik,,

Leave a comment

Your email address will not be published.


*