GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT

patung-tumbur-mtb

1. Letak Geografis, Administrasi dan Kondisi Fisik

Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki luas keseluruhan 52.995,19 km2 yang terdiri dari wilayah daratan seluas 10.102,92 km2 (19,06 %) dan wilayah perairan seluas 42.892,28 km2 (80,94 %), Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Kecamatan Wertamrian yaitu 15.427,95 km2 (29,11% dari luas keseluruhan). Adapun luas masing-masing Kecamatan yang terdapat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat selengkapnya tergambar dalam tabel berikut:

Tabel . Luas Wilayah Menurut Kecamatan (Km2)

No. Kecamatan Darat Laut Luas wilayah
1. Tanimbar Selatan 825,69 3.505,48 4.331,17
2. Wertamrian 1.298,45 5.512,62 6.811,07
3. Wermaktian 2.941,16 12.486,79 15.427,95
4. Selaru 826,26 3.507,90 4.334,16
5. Tanimbar Utara 1.075,74 4.567,10 5.642,84
6. Yaru 79,42 337,20 416,62
7. Wuarlabobar*) 654,74 2.779,71 3.434,45
8. Molo Maru
9. Nirunmas 1.468,30 6.233,70 7.702,00
10 Kormomolin 933,16 3.961,77 4.894,93
Jumlah 10.102,92 42.892,27 52.995,19

*) Termasuk Kecamatan Molu Maru Sumber: Kabupaten MTB Dalam Angka 2015  

 

Kabupaten Maluku Tenggara Barat menurut astronomi terletak antara 6° 34’ 24’’ – 8° 24’ 36” Lintang Selatan dan 130° 37’47” – 133°4’12” Bujur Timur. Adapun letaknya menurut Geografi dibatasi antara lain oleh:

  • Sebelah Utara : Laut Banda
  • Sebelah Selatan : Laut Timor dan Samudera Pasifik
  • Sebelah Barat : Gugus Pulau Babar Sermatang
  • Sebelah Timur : Laut Arafura

peta-administrasi-maluku-tenggara-baratGambar. Peta Administrasi Kabupaten Maluku Tenggara Barat

 

Secara administratif, wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat terdiri dari 10 Kecamatan, 1 Kelurahan, 76 Desa dan 8 Anak Desa dengan rincian sebagai berikut:

Tabel. Jumlah Kecamatan, Kelurahan, Desa dan Anak Desa

No. Kecamatan Ibukota Jumlah
Kelurahan Desa Anak Desa
1. Tanimbar Selatan Saumlaki 1 10 1
2. Wertamrian Lorulun 8 1
3. Wermaktian Seira 9 1
4. Selaru Adaut 7
5. Tanimbar Utara Larat 8 1
6. Yaru Romean 6
7. Nirunmas Tutukembong 5
8. Kormomolin Alusi Kelaan 10
9. Wuarlabobar Wunlah 8 4
10. Molu Maru Melyaan Warin 5
Jumlah 1 76 8

Sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat terdiri dari banyak pulau, dengan jumlah total sebanyak 85 buah pulau, terdiri dari 57 pulau berpenghuni dan 28 pulau tidak berpenghuni. 31 pulau yang dihuni dan 12 pulau yang belum dihuni terdapat di Kecamatan Tanimbar Selatan, Wertamrian, Wermaktian dan Kecamatan Selaru sedangkan di Kecamatan Tanimbar Utara, Yaru, Wuarlabobar, Nirunmas dan Kormomolin terdapat 26 buah pulau berpenghuni dan 16 pulau belum dihuni.

  • Topografi

Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan wilayah yang relatif datar (0-3%), landai/berombak (3-8%), bergelombang (8-15%), agak curam (15–30%), curam (30–50%) dan sangat curam (>50%). Topografi wilayah terkait dengan faktor lereng dan ketinggian tempat dari muka laut. Kelas lereng 0-8 persen (datar sampai berombak), sesuai untuk semua usaha pertanian: tanaman pangan/semusim, tanaman umur panjang, dan peternakan. Kelas lereng 8-30 persen (bergelombang sampai berbukit), tidak sesuai untuk tanaman pangan/semusim dan peternakan, hanya sesuai untuk tanaman tahunan. Di utara Pulau Yamdena terdapat sederet pulau-pulau kecil. Kedua deretan pulau tersebut terpisah oleh selat yang dangkal dengan kedalaman tidak lebih dari 20 meter, sehingga apabila terjadi pasang surut, terbentuk daratan kering yang luasnya bisa mencapai setengah kilometer dari tepi pantai Yamdena. Yamdena utara umumnya datar dengan ketinggian kurang dari 50 meter, sedang daerah perbukitan di bagian selatan tingginya melebihi 200 meter. Secara keseluruhan morfologi di daerah ini dapat dibedakan menjadi tiga satuan morfologi, yaitu perbukitan, dataran rendah dan teras. Di daerah perbukitan seperti yang terdapat di Pulau Labobar puncak tertinggi mencapai lebih dari 300 meter di atas muka laut. Di pulau-pulau lainnya, ketinggiannya kurang dari itu. Umumnya berlereng terjal, bersungai pendek dan berpola aliran memancar. Di Pulau Yamdena tenggara terdapat pebukitan bergelombang dengan ketinggian mencapai 260 meter; pola aliran disini hampir sejajar dengan pantainya terjal. Dataran rendah terdapat mengikuti aliran sungai. Dataran rendah yang terpanjang terdapat di sepanjang sungai Ranormoye. Undak batu gamping terdapat disejumlah pulau kecil seperti Pulau Selaru, Larat dan Fordata. Undak tersebut dibatasi lereng terjal, tetapi puncaknya hampir datar dengan puncak tertinggi 104 meter.

  • Hidrologi

Sungai-sungai besar dan berair sepanjang tahun yang terdapat di Pulau Yamdena adalah sungai Ranarmoye, Bungat dan Mitak. Selain air permukaan yang diperoleh dari beberapa sungai, kemungkinan air tanah pun dapat diperoleh dari daerah-daerah yang secara geologi batuannya dapat bertindak sebagai lapisan pembawa dan penyimpan air. Berdasarkan peta geologi, di Pulau Tanimbar sebagian besar tersusun oleh batuan berumur Tersier yang berupa batuan sedimen dan batuan “melange” yang umumnya kompak serta bersifat relatif rendah hingga kedap air, kecuali pada retakan-retakan batuan. Air tanah pada batuan ini biasanya dijumpai pada lembah-lembah dengan pelapukan yang cukup tebal ataupun pada retakan-retakan batuan. Dengan adanya patahan-patahan yang berkembang pada batuan Tersier ini, maka diharapkan dapat ditemukan mata air pada zona-zona patahan tersebut. Pada daerah yang tersusun oleh batu gamping Kuarter, yang biasanya batu gamping ini bersifat relatif mudah meresapkan dan melarutkan air, sehingga diharapkan pada batuan ini dapat menjadi daerah akumulasi air tanah,yang tersebar cukup luas di pantai barat dan utara Pulau Yamdena, Pulau Selaru, Pulau Larat dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Yamdena. Selain endapan batu gamping, yang dapat diharapkan sebagai tempat akumulasinya air tanah adalah endapan aluvium, terdiri dari rombakan batuan berukuran kerikil, pasir dan lempung, diendapkan disepanjang sungai di dekat pantai. Terdapat di bagian barat Pulau Yamdena dan membentuk dataran rendah.

  • Klimatologi

Kabupaten Maluku Tenggara Barat beriklim tropis yang bervariasi antara tiap bagian wilayah dan sangat dipengaruhi oleh lautan yaitu Laut Banda, Laut Arafura dan Samudera Indonesia juga dibayangi oleh Pulau Irian di bagian Timur dan Benua Australia di bagian selatan sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan iklim. Iklim diwilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat sangat dipengaruhi oleh sirkulasi angin masim yang bergerak dari dan ke arah ekuator. Sehingga, pola iklim diwilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah pola ekuatorial yang dicirikan oleh bentuk pola hujan yang bersifat bomodal (dua puncak hujan) yaitu pada bulan Desember/Januari dan April/Mei. Selama periode April-September sirkulasi udara didominasi oleh angin pasat tenggara atau angin timuran dari Australia yang dingin dan relatif kering sehingga kurang mendatangkan hujan, terutama pada bulan Juli, Agustus, dan September, sedangkan selama periode Oktober-Maret, angin pasat timur dari lautan pasifik dan Asia yang lembab dan panas bertiup secara dominan dan konvergen menuju ekuator dan berubah arah menjadi barat laut atau angin baratan menuju bagian selatan ekuator, diantaranya melewati laut Banda yang cukup luas. Curah hujan cukup tinggi pada bulan Desember, Januari, Februari dan Maret Kondisi data historis curah hujan menunjukkan bahwa wilayah Maluku Tenggara Barat merupakan daerah terkering dengan curah hujan tahunan rata-rata antara 1500 – 2000 mm. Berdasarkan peta Zona Agroklimat Propinsi Maluku (LTA – 72, 1986) dan klasifikasi iklim Oldeman (1980), Kabupaten MTB termasuk dalam 2 zona agroklimat, yaitu kedua zona agroklimat tersebut adalah (1) Zone II.3 dengan curah hujan tahunan 1500 – 1800 mm, dan (2).Zona IV.1 : Curah hujan tahunan 3000 – 4000 mm. Jumlah curah hujan selama tahun 2014 sesuai data dari stasiun Meteorogi Saumlaki adalah 1.887 mm, dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Februari yaitu sebanyak 330 mm dengan jumlah hujan selama tahun 2014 adalah 166 hari, dengan hari hujan terbanyak pada bulan Januari dan Mei yaitu sebanyak 22 hari Suhu rata-rata untuk tahun 2014 sesuai data dari Stasiun Meteorolgi Saumlaki adalah 27,2°C dengan suhu minimum absolut rata-rata 24,6°C dan suhu maksimum absolut rata-rata 30,9°C, sedangkan rata-rata kelembaban udara relatif 82%; rata-rata penyinaran matahari 57,1%; dan tekanan udara rata-rata 1.011,9 milibar.

.
2. Potensi Sumberdaya Alam.

  • Perikanan

Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki kekayaaan dan keanekaragaman sumberdaya ikan dan non ikan yang potensial untuk dikembangkan, seperti jenis ikan (tuna, cakalang, tongkol, tenggiri, marlin, cucut, layang, belanak, dll) dan hasil non ikan seperti rumput laut, namun potensi sumberdaya laut yang ada saat ini belum optimal eksploitasi penangkapannya. Hal ini ditunjukan dengan menurunnya hasil penangkapan ikan selama kurun waktu tahun 2007 s.d. 2011, pada tahun 2007 jumlah produksi sebesar 14.775,22 ton dengan nilai Rp. 170.169.387.000.- dan terjadi penurunan pada tahun 2011 menjadi 8.157,76 ton dengan total nilai Rp.105.897.005.000.-Jika dilihatdari sebaran hasil penangkapan Ikan setiap Kecamatan, yang memproduksi ikan tertinggi pada tahun 2011 adalah KecamatanWuarlabobar, sedangkan terendah adalah KecamatanWertambrian. Data Perkembangan Hasil Penangkapan Ikan selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel. Perkembangan Hasil Penangkapan Ikan dan Nilai Ikan

Di Kabupaten Maluku Tenggara Barat Tahun 2007-2011

 

Tahun Produksi (ton) Nilai (Rp.000)
2007 14.775,22 170.169.387
2008 14.922,94 171.871.081
2009 15.571,63 299.835.669
2010 8.067,90 104.696.700
2011 8.157,76 105.897.005

 

Tabel. Potensi Lahan dan Komoditas Budidaya Laut

di Kabupaten Maluku Tenggara Barat

No. Kecamatan Potensi Lahan (ha) Komoditas
1 Tanimbar Selatan 1.382,08 Rumput laut, mutiara, ikan, moluska, teripang
2 Wertamrian 2.597,38 Rumput laut, mutiara, ikan, teripang
3 Wermaktian 5.720,35 Rumput laut, mutiara, ikan, moluska, teripang
4 Selaru 2.464,53 Rumput laut, mutiara, ikan, moluska, teripang
5 Tanimbar Utara 7.805,26 Rumput laut, mutiara
6 Yaru 128,7 Rumput laut, mutiara, ikan
7 Wuarlabobar)* 755,92 Rumput laut, mutiara, ikan, teripang
8 Nirunmas 750,93 Rumput laut, mutiara, ikan, moluska, teripang
9 Kormomolin 374,78 Rumput laut, mutiara, ikan, moluska, teripang
Jumlah 21.979,93  

JUAL-IKAN-MTB

  • Pertanian

Data luas panen dan produksi tanaman padi dan palawija di Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang meliputi padi ladang, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kacang tanah, kacang hijau, kacang-kacangan lainnya dan ubi-ubian lainnya. Data luas panen dan produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Maluku Tenggara Barat meliputi sayur-sayuran dan buah-buahan. Data luas panen dan produksi tanaman perkebunan Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang meliputi kelapa, kopi, coklat dan jambu mete dan pala.

Tabel. Produksi Tanaman Perkebunan Menurut Kecamatan dan Jenis Tanaman Kabupaten Maluku Tenggara Barat

Kecamatan Kelapa Kakao Jambu Mete Pala
Tanimbar   Selatan 4955,0 0,8 1302,0 0,0
Wertamrian 4704,0 0,9 1448,0 0,0
Wermaktian 5118,0 0,0 1003,0 0,0
Selaru 5677,0 0,0 346,0 0,0
Tanimbar Utara 5316,0 0,0 777,0 0,0
Yaru 4238,0 0,3 38,0 0,0
Wuar Labobar 3988,0 0,0 155,0 0,0
Nirunmas 4590,0 0,0 104,0 0,0
Kormomolin 3869,0 1,3 361,0 0,2
Molu Mara
42455,0 3,3 361,0 0,2

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Maluku Tenggara Barat

  • Perkebunan

Luasan lahan potensial untuk perkebunan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat berdasarkan data yang ada pada tahun 2011 seluas 220.230,30 ha, Sementara luas lahan yang sudah digarap,melalui swadaya seluas 28.682,98 dan melalui proyek seluas 3.334 ha, sedangkan luaslahan yang belum di garap pada tahun 2011 seluas 185,198,78 ha.

  • Pertambangan

Potensi sumberdaya energi yang ditemukan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah di Lepas Pantai Pulau Marsela. Potensi tambang minyak dan gas bumi ini sudah memasuki tahap persiapan produksi.

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Persebaran Penduduk

Persebaran penduduk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang memiliki persebaran paling tinggi terdapat di Kecamatan Tanimbar Selatan yaitu sebesar 29,97%, selanjutnya adalah Kecamatan Tanimbar Utara yaitu sebesar 12,56%.

  • Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin

Jumlah penduduk di Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada tahun 2011 sebesar 110.150 orang. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, tidak ada perbedaan secara signifikan jumlah antara penduduk laki-laki dan perempuan. Selengkapnya dapat diilihat pada tabel berikut.

Tabel. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Tahun 2008-2011  

No. Tahun Jumlah Penduduk Jenis Kelamin Tingkat Pertumbuhan per Tahun (%)
Laki-Laki (L) Perempuan (P)
1. 2008 87.587 44.482 43.105
2 2009 103.088 51.996 51.092 1,1
3 2010 105.849 53.017 52.324 1,63
4 2011 110.150 55.580 54.570 0,9

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten MTB Tahun 2012   Jika dilihat dari tingkat pertumbuhannya (2000-2011) tertinggi terdapat pada Kecamatan Wertamrian dan Kecamatan Wermaktian masing-masing sebesar 1%. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk per Kecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat dapat dilihat pada tabel berikut:  

Tabel. Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan Tahun 2010-2011

No. Kecamatan Jumlah Penduduk Jenis Kelamin Tingkat Pertumbuhan (%)
Laki-Laki (L) Perempuan (P)
2010 2011 2010 2011 2010 2011 2000-2010 2000-2011
1. Tanimbar Selatan 32.200 30.615 16.155 15.346 16.045 15.269 1,1 0,9
2. Wertamrian 10.263 10.756 5.137 5.388 5.126 5.368 1,0 1,0
3. Wermaktian 10.371 10.910 5.250 5.583 5.121 5.327 1,0 1,0
4. Selaru 13.313 13.085 6.683 6.624 6.630 6.461 1,0 0,9
5. Tanimbar Utara 14.273 13.166 7.161 6.560 7.112 6.606 1,0 0,9
6. Yaru 5.997 5.228 3.035 2.651 2.962 2.577 1,0 0,8
7. Wuarlabobar 11.592 8.078 5.991 4.205 5.601 3.873 1,0 0,6
8. Nirunmas 8.950 8.066 4.483 4.040 4.467 4.026 1,0 0,9
9. Kormomolin 7.890 6.819 3.995 3.412 3.895 3.407 1,2 0,8
10. Molo Maru 3.427 1.771 1.656 1,2
Jumlah 114.849 110.15 57.89 55.58 56.959 54.57

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten MTB Tahun 2012

  • Struktur Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Penduduk yang bekerja masih didominasi sektor pertanian sebesar 72,84%, disusul sektor jasa-jasa (21,87%) dan 5,29% bekerja disektor industri, walaupun sejak tahun 2007 masih didominasi oleh sektor pertanian, namun sektor ini mengalami penuruan signifikan pada tahun 2010. Sebaliknya sektor industri dan jasa-jasa mengalami peningkatan.

patung-tumbur-mtb-1Patung Tumbur di Hotel Harapan Indah (HI)

.

4. Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2012 yang ditunjukkan oleh PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 7,34 persen. Ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi tahun 2012 lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2011 yang bertumbuh sebesar 5,25 persen. Jika ditinjau menurut 3 (tiga) sektor antara lain sektor primer, sektor sekunder, dan sektor tersier, pertumbuhan tertinggi pada tahun 2012 berada di sektor tersier. Sektor Tersier yang terdiri dari Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, Sektor Pengangkutan dan Komunikasi, Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa perusahaan dan Sektor Jasa-Jasa, bertumbuh sebesar 8,78 persen. Sektor Sekunder yang terdiri dari Sektor Industri Pengolahan, Listrik dan Air Bersih dan Sektor Bangunan bertumbuh sebesar 4,92 persen, dan Sektor Primer yang meliputi sektor Pertanian dan sektor Pertambangan dan Penggalian bertumbuh sebesar 6,42 persen.

.
5. Infrastruktur

Di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat terdapat beberapa pelabuhan, terutama di Pulau Yamdena dan Pulau Babar. Pelabuhan terbesar saat ini terdapat di Kota Saumlaki sebagai ibukota kabupaten. Pelabuhan Saumlaki merupakan pelabuhan kelas IV dan tidak diusahakan, serta mambawahi 4 (delapan) pelabuhan Satker yakni, Satker Larat, Satker Tepa, Satker Wulur, dan Satker Adaut, Untuk mendukung pengembangan sistem transportasi laut tersebut perlu didukukung oleh pengembangan sistem pelabuhannya.

  • Jaringan Transportasi

Sarana perhubungan Kota Ambon ke Saumlaki dapat ditempuh menggukan jalur laut maupun udara, dengan jalur udara dapat ditempuh ± 1,3 jam. Penerbangan setiap hari dari Ambon ke Saumlaki, Sedangkan menggunakan jalur laut dapat menggunakan kapal PELNI yang rutenya satu minggu sekali. Dari bandara Mathilda Batlayeri ke kota Saumlaki dapat di tempuh menggunakan Menggunakan Mobil Rental ± 1 jam.

BANDARA-MATHILDA-BATLAYERI

Selanjutnya transportasi ke pulau-pulau dapat menggunakan motor laut, spit boat dan long boat, sedangkan dalam pulau Yamdena sendiri dapat menggunakan mobi-mobil angkot maupun mobil sewaan.

Hubungan antar pulau di Kabupaten Maluku Tenggara Barat yang dilayani oleh transportasi laut, terutama oleh kapal pelayaran rakyat (Pelra) yang dikelola oleh perseorangan. Kapal-kapal lainnya yang melayani hubungan transportasi antar pulau lainnya adalah kapal Pelni, kapal Nusantara dan kapal Perintis. Rute-rute pelayaran yang melayani wilayah ini adalah:

  • Trayek Kapal Pelni :
  1. Kapal Kelimutu : Surabaya – Ende – Waingapu – Larantuka – Kupang – Saumlaki – Dobo – Timika – Merauke (PP);
  2. Kapal Tatamailau : Surabaya – Kupang – Saumlaki – Tual – Ambon (PP);
  3. Kapal Pangarango : Ambon – Geser – Bula – Geser – Ambon – Namrole – Ambon – Saumlaki – Tepa – Moa – Kisar – Moa – Tepa –Saumlaki – Ambon (PP);
  • Trayek Kapal Perintis :
  1. KM Mentari 2 : Ambon – Tual- Larat- Saumlaki- Adaut- Dawera – Kroing – Marsela- Tepa- Lelang/Mahaleta – Lakor – Moa- Leti – Wonreli/Kisar- Ilwaki- Urisela- Kupang (PP);
  2. KM Iramawa : Ambon – Tual – Larat – Saumlaki – Adaut – Dawelor/ Dawera – Kroing – Marsela – Tepa – Sermata – Lakor – Moa – Leti.

PETA-KABUPATEN-MALUKU-TENGGARA-BARATLogo Lambang Daerah Kapubaten Maluku Tenggara Barat

.

6. Rencana Pengembangan

Kabupaten Maluku Tenggara Barat di bagi menjadi 2 (dua) wilayah pengembangan yaitu: (1) Wilayah Pengembangan I yang meliputi: Kecamatan Tanimbar Selatan, Selaru, Wermaktian, Wertamrian dan Kormomolin yang berpusat di Kota Saumlaki dengan kegiatan utama pengembangan perkotaan, pelayanan jasa, perdagangan, pemerintahan, pendidikan, transportasi, perikanan perkebunan, pertanian dan pariwisata; (2) Wilayah Pengembangan II yang meliputi Kecamatan Tanimbar Utara, Yaru, Nirunmas, Wuarlabobar dan Molu Maru yang berpusat di kota Larat dengan kegiatan utama pengembangan perikanan, pertanian, perdagangan dan periwisata. Pembagian wilayah pengembangan seperti tergambar dalam tabel berikut.

Tabel. Pembagian Wilayah Pengembangan Kabupaten Maluku Tenggara Barat

No. Wilayah Pengembangan Bagian Wilayah Pengembangan
1. Wilayah Pengembangan I Saumlaki (Kecamatan Tanimbar Selatan, Selaru, Wermaktian, Wertamrian dan Kormomolin)
2. Wilayah Pengembangan II Larat (Kecamatan Tanimbar Utara, Yaru, Nirunmas, Wuarlabobar dan Molu Maru)

Sumber: RTRW Kab. MTB 2012-2032   Kabupaten Maluku Tenggara Barat merupakan daerah kepulauan yang wilayahnya didominasi perairan seluas ± 42.892,28 km2 (80,94%). Mengingat potensi sumberdaya alam dan struktur ekonomi Kabupaten Maluku Tenggara Barat, maka yang potensial dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah antara lain meliputi: Sub Sektor Perikanan, Sub Sektor Perkebunan, Sub Sektor Tanaman Pangan, dan Sektor Pertambangan dan Penggalian.

  1. Rencana Struktur Ruang

Kecamatan Tanimbar Selatan dalam rencana struktur ruang yang termuat di dalam RTRW Kabupaten Maluku Tenggara Barat termasuk ke dalam

  1. Sistem Perkotaan dan Perdesaan
  • WP I Saumlaki yang terdiri atas Kecamatan Tanimbar Selatan, Selaru, Wermaktian, Wertamrian, dan Kormomolin berpusat di Kota Saumlaki dengan kegiatan utama pengembangan perkotaan, pelayanan jasa, perdagangan, pemerintahan, pendidikan, transportasi, perikanan, perkebunan, pertanian dan pariwisata;
  • Kota Saumlaki sebagai Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN)
  • Semua pusat desa di Kabupaten Maluku Tenggara Barat sebagai Pusat Pelayanan Lingkungan
  1. Rencana Sistem Jaringan Transportasi

Dalam rencana siatem jaringan transportasi meliputi:

  • Jaringan jalan Ruas Saumlaki – Arui Das (58,89), Ruas Arui Das – Arma (41 km), Arma – Siwahan (55 km) merupakan jaringan jalan Nasional yang berfungsi sebagai jalan arteri;
  • Jaringan jalan Saumlaki – Batu Putih – Wunlah – Siwahan – Larat sebagai jaringan jalan Provinsi yang berfungsi sebagai jalan kolektor;
  • Rencana pngembangan terminal angkutan darat tipe C diarahkan pengembangannya di Kota Saumlaki
  • Rencana pengembangan jalur penyebrangan Saumlaki – Adult
  • Rencana pengembangan pelabuhan di Kabupaten Maluku Tenggara Barat adalah Pelabuhan Saumlaki (pelabuhan pengumpul);
  • Pengembangan Bandar udara Olilit di Kota Saumlaki sebagai bandar udara pusat penyebaran dengan skala pelayanan Tresier/Bandar Udara Pengumpul pada tahun 2025 – 2027.
  1. Rencana Sistem Jaringan Energi
  • Peningkatan dan penambahan kapasitas daya listrik pada Kecamatan Tanimbar Selatan
  • Peningkatan dan peluasan jaringan distribusi di seluruh kecamatan
  • Peningkatan system distribusi BBM terdiri atas peningkatan kapasitas Depo BBM di Saumlaki dan pengembangan fasilitas penyimpanan BBM untuk mendukung pembangkit tenaga listrik tenaga diesel (PLTD) di Kecamatan Tanimbar Utara, Wermaktian dan Selaru serta peningkatan jaringan distribusi BBM untuk kepentingan domestik di semua kecamatan
  1. Rencana Sistem Prasarana Sumber Daya Air
  • Pengembangan dan penataan kawasan mata air Desa Olilit Baru dan Desa Lat Dalam di Kecamatan Tanimbar Selatan
  • Pengembangan dan penataan kawasan air permukaan Wetwmar Desa Bomaki di Kecamatan Tanimbar Selatan
  • Pengembangan dan Penataan kawasan mata air di Desa Ilngei Kecamatan Tanimbar Selatan
  1. Rencana Sistem Jaringan Telekomunikasi

Rencana jaringan telekomunikasi meliputi jaringan telematika dengan system kabel, system seluler atau system satelit di Kecamatan Tanimbar Selatan, Wertamrian, Wermaktian, Selaru, Tanimbar Utara, Yaru, Wuarlabobar, Nurunmas, Kormomolin dan Molu Maru

  1. Rencana Sistem Pengolahan Lingkungan
  • Pengembangan sarana dan prasarana pengelolaan sampah medis berupa incinerator kuhusus Rumah Sakit yang berada di wilayah PKSN;
  • Rencana pengelolaan air limbah domestik yang dimaksud pada butir 1 huruf b meliputi pengolahan limbah melalui pengembangan dengan sistem terpadu untuk kawasan perkotaan (Ibu Kota Kabupaten) dan pengembangan jaringan tertutup untuk kawasan lainnya, serta pengelolaan air limbah medis melalui pengembangan instelasi pengelolaan air limbah khusus rumah sakit serta fasilitas dan puskesmas rawat inap
  • Pengembangan jaringan drainase primer di sepanjang jaringan jalan primer yang menghubungkan Kota Saumlaki (PKSN)
  1. Rencana Pola Ruang

Kecamatan Tanimbar Selatan dalam rencana pola ruang yang termuat dalam RTRW Kabupaten Maluku Tenggara Barat termasuk ke dalam:

  1. Kawasan Lindung

Kecamatan Tanimbar Selatan dalam kawasan lindung termasuk ke dalam Rencana Kawasan Perlindungan Setempat sebagai penetapan kawasan sekitar mata air dengan radius minimal 200 meter dari lokasi sumber mata air di kawasan mata air Desa Bamoki, kawasan mata air Desa Olilit Baru dan Desa Latdalam (Kecamatan Tanimbar Selatan

  1. Kawasan Budidaya

Kecamatan Tanimbar Selatan dalam kawasan budidaya termasuk ke dalam

  1. Hutan produksi terbatas di pulau Yamdena
  2. Rencana pengembangan peruntukan pertanian, meliputi:
  • Kawasan pengembangan pertanian lahan kering untuk tanaman pangan (kacang tanah), tanaman hortikultura (sayur dan buah-buahan), peternakan (sapi, babi, kambing dan unggas)
  • Kawasan pertanian lahan basah, khusus komoditas pangan seperti padi sawah/lading berlokasi di pesisir pantai Barat dan Selatan pulau Yamdena (Kecamatan Selaru dan Tanimbar Selatan), yang direncanakan pula menjadi lahan pertanian abadi
  1. Rencana pengembangan kawasan peruntukan perkebunan meliputi:
  • Kawasan perkebunan jambu mete berlokasi di Kecamatan Tanimbar Selatan dan Selaru
  • Kawasan perkebunan kelapa di kecamatan Tanimbar Selatan

Baca Juga :

Be the first to comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*