GAMBARAN UMUM KABUPATEN KEPULAUAN ARU

PUSTU-KEPULAUAN-ARU

1. Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik.

  • Letak Geografis dan Administratif

Secara Geografis Kabupaten Kepulauan Aru terletak pada 5º – 8º Lintang Selatan dan 133,5º – 136,5º Bujur Timur. Pada umumnya, keadaan topografi Kepulauan Aru memiliki dataran rendah, perbukitan dan pesisir pantainya berawa. Wilayah Kabupaten Kepulauan Aru didominasi oleh kemiringan lereng < 15% dan ketinggian sebesar 200 mdpl. Kawasan berbukit dengan kemiringan lereng antara 3-8% mendominasi kawasan ini, yaitu mencapai 50,3%. Selanjutnya yang cukup dominan lainnya adalah kawasan dengan kemiringan lereng 8-15 % dengan luas kurang lebih sebesar 25 % dari seluruh luas kawasan di Kabupaten Kepulauan Aru. Kawasan yang relatif datar jumlahnya kurang lebih sebesar 15,1 % dan kawasan ini umumnya berada di daerah pantai.Secara geologis, pulau/ kepulauan Aru terbentuk/ tersusun dari tanah dan batuan yang tercatat sebanyak 7 jeins tanah dan 7 jenis batuan.

Kabupaten Kepulauan Aru merupakan wilayah kepulauan dengan pulau-pulau berbagai ukuran dengan jumlah pulau sebanyak 547 buah pulau, dimana sekitar 89 pulau berpenghuni, dan sisanya tidak dihuni oleh penduduk. Berdasarkan klasifikasi pulau, terdapat 5 (lima) buah pulau yang berukuran relatif besar di Kabupaten Kepulauan Aru yakni Pulau Wokam, Kobror, Maekor, Trangan, dan Kota. Dobo sebagai ibukota Kabupaten Kepulauan Aru berada di Pulau Wamar.

Kabupaten Kepulauan Aru memiliki batas wilayah administrasi yakni: sebelah Selatan dengan Laut Arafura, Sebelah Utara dan Timur dengan Provinsi Papua, sedangkan sebelah Barat dengan Pulau Kei Besar Maluku Tenggara.

Wilayah administratif Kabupaten Kepulauan Aru pada saat Pemekaran tahun 2003 meliputi tiga kecamatan yakni : kecamatan pp. Aru, Kecamatan Aru Tengah dan Kecamatan Aru Selatan. Pada tahun 2012 Kabupaten kepulauan Aru telah dimekarkan menjadi 10 Kecamatan yang membawahi 117 desa induk, 14 anak desa/ dusun dan 2 kelurahan, sebagaimana dalam tabel dibawah ini.

KABUPATEN-KEPULAUAN-ARUGambar. Peta Administrasi Kabupaten Kepulauan Aru

 

Tabel.1. Wilayah Administrasi Kabupaten Kepulauan Aru

 

Kecamatan Nama Ibu Kota Kecamatan Jumlah Desa Induk Jumlah Anak Desa/Dusun Jumlah Kelurahan
P.P.Aru Dobo 13 4 2
Aru Utara Marlau 12
Aru Utara Timur Batuley Kobamar 9  

Sir-Sir Leiting 9 2
Aru Tengah Benjina 22 5
Aru Tengah Timur Konjabi 13
Aru Tengah Selatan Longgar 7
Aru Selatan Jerol 15
Aru Selatan Utara Tabarfane 7 3
Aru Selatan Timur Meror 10
Kepulauan Aru 117 14

Sumber : Kab. Kep. Aru Dalam Angka, 2014

 

Berdasarkan Peraturan Presiden No. 78 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Pulau-pulau Kecil Terluar,telah ditetapkan wilayah Kabupaten Kepulauan Aru memiliki 8 (delapan) buah pulau kecil terluar,antara lain: Pulau Ararkula (P42), Pulau Karaweira (P43), Pulau Panambulai (P44), Pulau Kultubai Utara (P45), Pulau Kultubai Selatan (P46), Pulau Karang (P47), Pulau Enu (P48) dan Pulau Batu Goyang. Pulau-pulau kecil terluar ini dijadikan sebagai lokasi titik dasar garis pangkal acuan perbatasan laut NKRI.

 

2. Potensi Sumber Daya Alam

  • Perikanan dan Kelautan

Sebagai daerah kepulauan, kabupaten Kepulauan Aru memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah khususnya pada bidang kelautan dan perikanan. Komoditi perikanan Kabupaten Kepulauan Aru terdiri atas komoditi ikan dan non ikan. Adapun data Umum terkait Potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Aru disajikan dalam tabel di bawah ini.

 

Tabel 2. Data Umum Potensi Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2014

No. Uraian Satuan
1. Luas Laut 543,590 Km2
2. Panjang Garis Pantai Kabupaten 3.978 Km2
3. Jumlah Pulau Terluar (Perpres 78 Thn 2005) 8 pulau
4. Jumlah Desa Perbatasan (Kep.Bup 146/33/2013 57 desa
5. Jumlah Produksi Perikanan Tangkap 86.118,61 Ton
6. Jumlah Produksi Perikanan Budidaya 38.018,59 Ton
7. Jumlah Produk Olahan 2.398,21 Ton
8. Jumlah Kapal Berlabuh 4,134 Unit
9. Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) 3 Unit
10. Potensi Areal Budidaya 3.305 Ha
11. Luas Lahan Budidaya 3.331,73 Km2
12. Potensi Sumberdaya Ikan laut
13. Jumlah Nelayan 18.519 Orang
14. Jumlah Pembudidaya 5.607 Orang
15. Jumlah Pengolah Hasil Kelautan Perikanan 882 Orang
16. Jumlah Pemasar hasil produk KP Orang
17. Jumlah POKMASWAS 10 Kelompok
18. Luas Kawasan Konservasi Perairan Daerah 144.000 Ha
19. Jumlah Pasar Ikan Tradisional 3 Unit
20. Jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) 119 Unit
21. Kawasan Minapolitan 1 Kawasan

Sumber : Data Potensi Perikanan DKP Kabupaten Kepulauan Aru, 2014

 

  • Tanaman Pangan

Terkait dengan sejumlah potensi sumberdaya pertanian tanaman pangan dapat dijelaskan sebagai berikut: Padi: Produksi padi ladang di Kab. Kep. Aru tahun 2013 misalnya tercatat sebesar 350 ton, atau turun sebesar 3,85 ton disbanding tahun 2012. Sebaliknya produktivitas lahan padi ladang tahun 2013 secara rata-rata produksi padi ladang mampu menghasilkan 11,67 kwintal per hektar meningkat dari tahun 2012 yang tercatat 3,50 kwintal perhektar.

Pada kelompok padi dan palawija tahun 2013 dapat dicatat bahwa komoditas ketela rambat merupakan komoditas yang mengalami penurunan tertinggi selama tahun 2013, yang produksinya menurun sebesar 70,90 ton. Keadaan keseluruhan panen dan produksi tanaman pangan khususnya padi dan palawija (padi ladang, kacang tanah, dan kacang hijau.

Adapun produksi holtikultura khususnya sayuran terbesar dapat dicapai pada komoditas sayur kangkung dengan total produksi tahun 2013 mencapai 96,00 ton, tetapi agak menurun disbanding tahun 2012. Demikian pula terdapat komoditas buah-buahan .

  • Perkebunan

Komoditas utama tanaman perkebunan diantaranya kelapa merupakan komoditas pertanian yang ketersediaannya sangat berlimpah di Kab. Kep. Aru. Penduduk telah banyak memanfaatkannya sebagai bahan baku industry kopra.

Data luas panen dan produksi kelapa di Kabupaten Kepulauan Aru keadaan tahun 2010 – 2013 dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Tabel. 3. Luas Areal, Luas Panen, dan Produksi Kelapa

di Kabupaten Kepulauan Aru 2010-2013

 

Kecamatan Luas Areal Tanaman[Ha] Produksi

[Ton]

Muda Menghasilkan Tua/Rusak Jumlah
1. P.P. A r u 92 530 36 658 496
2. Aru Utara 89 603 13 706 555
3. Aru Tengah 109 691 12 812 545
4. Aru Tengah Timur 87 442 28 557 382
5. Aru Tengah Selatan 98 523 33 654 481
6. Aru Selatan 120 697 16 833 598
7. Aru Selatan Timur 110 495 22 627 425
Kepulauan Aru 705 3.981 160 4.846 3.482
2012 5.617 87 5.704 8.132
2011 73.690,96 29.090,42
2010 61.656,56 10.589,43 72.245,99 28.442,44

       Sumber : BPS, Aru Dalam Angka 2014

 

  • Peternakan

Produksi daging yang tertinggi adalah produksi daging babi dimana terjadi peningkatan produksi terbesar sebanyak 1.000 Kg.

Data populasi ternak serta produksinya di Kabupaten Kepulauan Aru keadaan tahun 2009 – 2011tersaji dalam tabel berikut :

 

Tabel 4. Pemasukan Ternak di Kabupaten Kepulauan Aru 2009-2011

Kecamatan Jenis Ternak [Ekor] Daerah Asal
Sapi Bali Ayam Ras Babi
1. P.P. A r u 25 37
2. Aru Utara 14 35
3. Aru Tengah 7 39
4. Aru Tengah Timur 8 32
5. Aru Tengah Selatan 8 31
6. Aru Selatan 12 35
7. Aru Selatan Timur 10 19
2 0 1 0 65 201
2 0 0 9 84 228

Sumber :RKPD Kabupaten Kepulauan Aru, Tahun 2014

 

  • Pariwisata

Kabupaten Kepulauan Aru memiliki potensi alam yang banyak menawarkan keanekaragaman dayatarik wisata (bahasa, pantai, sungai, goa, hutan termasuk flora dan fauna) maupun atraksi budaya (heritage & living culture) yang dapat dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata yang layak dikunjungi, sehingga oleh dunia, kabupaten Kepulauan Aru dikenal sebagai ”The Spice Island Exotic Marine Paradise”.

Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan wisata bahari hal ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan menyelam (diving), berenang dipermukaan laut sambil melihat keadaan laut (snorkling), memancing (fishing), berenang (swimming), dayung (row), berjemur (sun bathing), lomba perahu layar (yach race), volly pantai (volly beach), demikian juga flora dan fauna yang cocok bagi pengunjung yang menyukai penjelajahan (tracking) dan menikmati berbagai macam situs sejarah dan obyek wisata budaya. Pada tabel berikut dapat kita lihat jumlah obyek yanhg tersebar di Kabupaten Kepulauan Aru per tahun 2010.

 

Tabel 5. Jumlah Obyek Wisata Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2010

No Lokasi Jenis Objek
Alam Wisata Budaya Buatan Event Jumlah
1 Kec. P.P Aru 5 6 1 1 13
2 Kec. Aru Tengah 4 8 2 14
3 Kec. Aru Selatan 3 6 1 10
Jumlah 12 20 3 2 37

Sumber : Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2010

 

  • Penggunaan Lahan dan Potensi Penggunaan Wilayah

Penggunaan lahan di wilayah daratan Kabupaten Kepulauan Aru yang paling luas adalah hutan. Penggunaan lahan di Kabupaten Kepulauan Aru dapat dibagi ke dalam kategori lindung dan budidaya. Kawasan lindung yang terdapat di wilayah ini adalah Cagar Alam Pulau Kobror dan Suaka Margasatwa Pulau Baun. Kedua kawasan lindung tersebut ditetapkan berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor 415/KPTS-II/1999 tanggal 15 Juli 1999 tentang Kawasan Hutan Provinsi Maluku. Luas Cagar Alam Pulau Kobror tersebut sekitar 114.000 ha dan Suaka Margasatwa Pulau Baun sekitar 13.000 ha. Sedangkan kawasan budidaya, terdiri atas tanaman pertanian, hutan sekunder dan primer, serta sagu/bakau.

Dari hasil pengolahan Citra Landsat ETM-7 Tahun 2006 terlihat bahwa kawasan tidak terbangun masih sangat banyak. Hal ini menunjukkan adanya potensi ketersediaan lahan untuk kegiatan pembangunan fisik kegiatan perkotaan di kabupaten kepulauan aru. Secara umum, jenis tutupan lahan di kabupaten kepulauan aru yang paling dominan adalah hutan (76,04%) dan mangrove (15,72%). Sedangkan jenis tutupan lahan permukiman masih relatif sangat kecil (0,02%).

 

Tabel  6. Tutupan Lahan Kabupaten Kepulauan Aru

No Tutupan Lahan Luas (Ha) Persentase (%)
1 Hutan 607.263,77 76,039
2 Mangrove 125.567,69 15,723
3 Rawa 18.077,26 2,264
4 Permukiman 191,94 0,024
5 Pertanian Lahan Kering 3.182,20 0,398
6 Semak Belukar 11.568,56 1,449
7 Rawa 1.695,75 0,212
8 Tanah Terbuka 31.045,96 3,887
9 Tubuh Air 24,41 0,003
Luas Total 798.617,54 100,000

Sumber: RTRW Kab.Kepulauan Aru, 2012

 

Hutan yang berada di wilayah kabupaten kepulauan aru sebagian besar merupakan hutan lindung. Hutan lindung ini mempunyai fungsi utama sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah bencana banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air serta memelihara keawetan dan kesuburan tanah, baik dalam kawasan hutan yang bersangkutan maupun kawasan yang dipengaruhi di sekitar hutan tersebut. Sebagai wilayah dengan potensi hutan yang cukup besar, maka pengelolaan hutan lindung di kabupaten kepulauan aru perlu mewaspadai adanya upaya untuk eksploitasi hasil hutan maupun pembukaan lahan hutan yang dilakukan oleh perorangan maupun perusahaan-perusahaan besar.

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

Adapun jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2013 adalah sebanyak 88.739 jiwa. Konsentrasi jumlah penduduk terbanyak lebih dari 50% adalah di Kecamatan pp. Aru dengan Kota Dobo sebagai ibu kota Kecamatan maupun pusat Kabupaten yakni sebanyak 38.306 jiwa; diikuti Kecamatan Aru tengah dengan ibu kota Benjina sebagai pusat kegiatan perusahaan perikanan sebanyak 13.306 jiwa. Sedangkan penduduk tersedikit adalah di kecamatan Sir-sir yakni hanya berjumlah 2.796 jiwa. Jika dilihat komposisi penduduk menurut jenis kelamin maka terlihat bahwa jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki adalah 45.907 jiwa, lebih banyak jumlahnya ketimbang yang berjenis kelamin perempuan yang adalah 42.832 jiwa, dengan selisi 3.075 jiwa. Adapun tingkat kepadatan penduduk yakni 14, dan angka laju pertumbuhan penduduk adalah 2,8.

Terkait dengan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2013 maka dapat digambarkan secara umum bahwa jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Kepulauan Aru sebanyak 55.830 orang, yang mana penduduk usia kerja didaerah pedesaan lebih besar dibanding daerahperkotaan. Dengan persebaran sebagai berikut : jumlah angkatan kerja sebanyak 36.022 orang, mereka yang telah bekerja sebanyak 35.175 orang, mereka yang masih menganggur (pengangguran) sebanyak 847 orang, dan mereka yang bukan angkatan kerja sebanyak 19.808 orang (Aru Dalam Angka,2014). Bila dilihat dari tingkat partisipasi angkatan kerja(TPAK) Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2013 mencapai 64,52 persen. Sedangkan tingkat pengangguran adalah 2,35 %.

Dilihat dari sektor pekerjaan yang menjadi pilihan mata pencaharian utama, maka dapat digambarkan bahwa sektor pertanian (dengan semua sub-sektornya) masihmendominasi pasar kerja di Kabupaten Kepulauan Aru yakni berjumlah 23.022 orang atau sebesar 65,44% dari total jumlah penduduk yang telah bekerja (35.175 orang), diikutisektor jasa-jasa yang berjumlah 10.286 orang atau sebesar 29,24%, serta sector industry yang berjumlah 1.867 orang atau sebesar 5,30 % dari total jumlah penduduk yang telah bekerja (Aru Dalam Angka, 2014).

Selanjutnya dari jumlah penduduk yang bekerja tersebut maka mereka yang bekerja atas dasar usahanya sendiri sebanyak 11.515 orang, mereka yang berusaha dengan dibantu tenaga buruh tidak tetap sebanyak 6.802 orang, mereka yang berusaha dibantu tenaga buruh tetap sebanyak 222 orang, yang bekerja sebagai Buruh/karyawan sebanyak 9.592 orang, sebagai pekerja bebas sebanyak 632 orang, dan sebagai pekerja keluarga/pekerja tidak dibayar sebanyak 6.414 orang.

 

4. Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menggambarkan pertumbuhan produksi barang dan jasa, di suatu wilayah perekonomian dalam selang waktu tertentu. Produksi tersebut diukur dalam nilai tambah (value added) yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi di wilayah bersangkutan yang secara total dikenal sebagai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Nilai tambah juga merupakan balas jasa faktor produksi—tenaga kerja, tanah, modal, dan entrepreneurship yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa.Penghitungan PDRB mempertimbangkan produksi domestik tanpa memperhatikan kepemilikan faktor produksi.

PDRB disajikan dalam dua konsep harga, yaitu harga berlaku dan harga konstan.Penghitungan pertumbuhan ekonomi menggunakan konsep harga konstan (constant prices) dengan tahun dasar tertentu untuk mengeliminasi faktor kenaikan harga.

Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kabupaten Kepulauan Aru tahun 2011 tercatat sebesar 532.286,80 juta rupiah atas dasar harga berlaku yang berarti mengalami kenaikan sekitar 16,02 % dari tahun 2011 yang tercatat sebesar 458.766,19 juta rupiah. Hal yang sama terjadi juga pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, hal mana pada tahun 2012 tercatat sebesar 234,899,49 juta rupiah naik 6,50% dari tahun 2011 yang tercatat sebesar 220.556,35 juta rupiah.

Bila dilihat dari distribusi persentasi atas dasar harga berlaku ternyata sector pertanian masih mendominasi perekonomian Kabupaten Kepulauan Aru dengan kontribusinya sebesar 54,02% diikuti sector perdagangan, hotel dan restoran 31,82%, sector jasa-jasa 8,20%, sector keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 1,65%. Sedangkan kontribusi terkecil dari sector listrik, gas dan air bersih 0,22%.

Adapun pertumbuhan ekonomi kabupaten Kepulauan Aru selama tahun 2012 sebesar 6,50% yang merupakan interaksi tiap-tiap sector ekonomi sebagai berikut: Sektor Pertanian 5,92%; Sektor pertambangan dan galian : 6,25%; sector industry pengolahan: 2,62%; sector listrik dan air bersih: 7,49%; Sektor Bangunan 5,24%; Sektor perdagangan, hotel dan restoran: 7,38%; sector pengangkutan dan komunikasi: 6,20%; Sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan: 4,21; dan sector jasa-jasa: 8,21%.

 

Tabel 7. Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 -2012

Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kepulauan Aru

 

NO Sektor 2010 2011 2012
(Rp) (Rp) (Rp)
1 Pertanian 119.510,88 124.019,50 131.364,09
2 Pertambangan& Penggalian 1.580,17 1.757,94 1.867,78
3 Industri Pengolahan 551,33 599,35 615,03
4 Listrik,Gas & Air bersih 436,45 454,98 489,07
5 Konstruksi 3.014,87 3.338,06 3.512,95
6 Perdagangan, Hotel& Restoran 60.212,94 65.285,61 70.104,10
7 Pengangkutan& Komunikasi 3.072,83 3.187,89 3.385,64
8 Keuangan,

sewa, & Jasa Perusahaan

4,422,71 4.553,23 4.745,09
9 Jasa-jasa 15.949,13 17.359,78 18.815,74
PDRB 208.751,31 220.556,35 234.899,49

Sumber : BPS Kab. Kepulauan Aru Tahun 2014

 

5. Infrastruktur

  • Jaringan Jalan

Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Aru secara bertahap terus meningkat. Hal ini ditandai dengan pembangunan sarana dan prasarana yang terus berkesinambungan. Panjang jalan Kabupaten meningkat dari 161,95 km pada tahun 2009 menjadi 197,60 km pada tahun 2010. Jalan yang diaspal bertambahdari 22,20 km pada tahun 2009 menjadi 42,50 km pada tahun 2010. Pembukaan jalan baru berupa tanah juga terus meningkat dari 50,60 km pada tahun 2009 menjadi 134,70 km pada tahun 2010. Tantangan yang harus diatasi adalah meningkatkan jenis jalandari tanah menjadi aspal untuk memperlancar arus perdagangan dan mobilitas penduduk.

Sementara, kondisi jalan di Kabupaten Kepulauan Aru menunjukkan perbaikan. Jalan dengan kondisi baik meningkat dari 12,93 km pada tahun 2009 menjadi 25,50 km pada tahun 2010. Kondisi jalan yang rusak ringan berkurang dari 85,36 km pada tahun 2009 menjadi 48,00 km pada tahun 2010. Jalan dengan konsisi rusak berat pada tahun 2010 sepanjang 86,70 km terutama jalan tanah yang baru dibuka.

 

Tabel. 8. Panjang dan Kondisi Jalan di Kabupaten Kepulauan Aru 2009-2010

 

Uraian

 

2 0 0 9 2 0 1 0
Propinsi Kabupaten Propinsi Kabupaten
I. Jenis Permukaan 161,95 197,60
Diaspal 22,20 42,50
Kerikil 48,45 20,40
Tanah 50,60 134,70
Tidak Dirinci 40,70
II. Kondisi Jalan 161,95 197,60
Baik 12,93 25,50
Sedang 63,66 37,40
Rusak Ringan 85,36 48,00
Rusak Berat 86,70

 

 

  • Transportasi dan Komunikasi/Informatika

Terkait dengan perkembangan keadaan jaringan transportasi laut di Kepulauan Aru maka dapat dijelaskan bahwa pelabuhan Dobo merupakan gerbang utama keluar masuknya penumpang dan barang di Kabupaten Kepulauan Aru. Tampaknya jumlah penumpang yang masuk di pelabuhan Dobo lebih banyak ketimbang jumlah penumpang yang berangkat. Hal ini menandakan semakin bertambahnya penduduk Kabupaten Kepulauan Aru akibat dari dampak migrasi masuk secara kontinu (BPS, Aru Dalam Angka, 2014).

Pengembangan komunikasi dan informatika merupakan sebuah media yang mampu menghubungkan sumber-sumber produksi, pasar dan para konsumen, yang secara sosial juga merupakan bagian dari ruang publik yang dapat digunakan untuk melakukan sosialisasi antar kelompok masyarakat guna mengartikulasikan diri dan membangun ikatan sosial-budaya. Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan jaringan komunikasi dan informatika juga berfungsi sebagai pengikat dan pemersatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai suatu entitas politik yang berdaulat, dan juga untuk menghadapi serangan terhadap ketahanan dan kedaulatan bangsa melalui media dunia maya yang saat ini semakin meningkat.

Fungsi sarana dan prasarana komunikasi dan informatika sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi ditunjukkan pada peran komunikasi yang dapat memungkinkan pertukaran informasi secara cepat (real time) menembus batas ruang dan waktu. Peranannya sangat penting, baik dalam proses produksi maupun dalam menunjang distribusi komoditi ekonomi dan ekspor. Telekomunikasi merupakan elemen sangat penting dalam proses produksi dari sektor-sektor ekonomi, seperti perdagangan, industri, dan pertanian.

 

Tabel.9. Teledensitas Akses Telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Aru
Tahun 2009

 

No Uraian Jumlah Keterangan
1 Stasiun Telegraf 1 Kota Dobo – Kec. P.P. Aru
2 Jumlah Pelanggan Telepon Pasca bayar 1.200 Dobo dan Benjina

(PT. Telkom Indonesia)

3

Jumlah Pelanggan Telepon Seluler 1.095 1)      PT. Telkomsel

2)      PT. Indosat

4 Wartel 4 Dobo

Sumber : RKPD Kab Aru 2013

 

6. Rencana Pengembangan

Rencana kawasan strategis nasional di Kabupaten Kepulauan Aru yaitu terdapat Kawasan Perbatasan Laut RI termasuk 8 pulau kecil terluar dengan negara Australia dan Papua New Guinea yaitu Pulau Ararkula, Pulau Karaweira, Pulau Penambulai, Pulau Kultubai Utara, Pulau Kultubai Selatan, Pulau Karang, Pulau Enu, dan Pulau Batu Goyang.

  • Rencana Kawasan Strategis Kepentingan Ekonomi
  1. Kawasan Potensial Tumbuh Cepat

Kawasan potensial tumbuh cepat berfungsi sebagai pusat pengembangan ekonomi unggulan terpadu yang memerlukan upaya penanganan dan pengembangan secara terpadu (integrated development) untuk menunjang pertumbuhan ekonomi kawasan dan berfungsi sebagai counter magnet yang dapat merangsang perkembangan kawasan sekitarnya.

Rencana pengembangan kawasan strategis potensial tumbuh cepat dialokasikan pada:

  1. Kawasan perkotaan Dobo sebagai ibukota kabupaten dan juga sebagai Pusat Kawasan Strategis Nasional
  2. Kawasan perkotaan Benjina.
  1. Kawasan Minapolitan

Minapolitan dapat diartikan sebagai kota perikanan atau kota di daerah lahan perikanan atau perikanan di daerah kota. Kawasan yang memiliki sumberdaya lahan/perairan yang sesuai untuk pengembangan komoditas perikanan yang dapat dipasarkan atau telah mempunyai pasar (komoditas unggulan), serta berpotensi atau telah berkembang diversifikasi usaha dari komoditas unggulannya. Pengembangan kawasan tersebut tidak saja menyangkut kegiatan budidaya perikanan (on farm) tetapi juga kegiatan off farmnya; yaitu mulai pengadaan sarana dan prasarana perikanan (benih, pakan, obat‐obatan dsb) kegiatan pengolahan hasil perikanan sampai dengan pemasaran hasil perikanan serta kegiatan penunjang (pasar hasil, industri pengolahan, minawisata dsb). Rencana kawasan tersebut berada di Kawasan Benjina di Kecamatan Aru Tengah, Kawasan Leiting di Kecamatan Aru Utara dan Kawasan Serwatu di Kecamatan Aru Selatan.

  1. Kawasan Ekowisata

Ekowisata adalah kegiatan wisata yang bertumpu pada kondisi alam, seperti keindahan pemandangan alam, serta flora dan fauna di berbagai tempat. Ekowisata juga dapat berarti suatu bentuk kegiatan pariwisata yang memberikan kontribusi pada kelestarian sumber daya alam dan kebudayan khas setempat, yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui peningkatan pemberdayaan masyarakat lokal serta untuk melindungi keanekaragaman hayati.

Lokasi pengembangan kawasan ekowisata di Kabupaten Kepulauan Aru di CAL Kepulauan Aru Tenggara.

 

  • Rencana Kawasan Strategis untuk Kepentingan Sosial Budaya

Kawasan strategis untuk kepentingan sosial budaya merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan dan kelestarian sosial budaya di Kabupaten Kepulauan Aru. Adapun lokasi tersebut yaitu di Apara, Longgar, Bemun (Kecamatan Aru Tengah Selatan); Kobaseltimur, Kobadangar, Kobaselfara (Kecamatan Aru Tengah); Samang, Ujir (Kecamatan PP. Aru); Popjetur (Kecamatan Aru Selatan) dan Karey (Kecamatan Aru Selatan Timur).

 

  • Rencana Kawasan Strategis Pendayagunaan Sumberdaya Alam dan/ Atau   Teknologi Tinggi

Kawasan strategis pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi merupakan kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam yang menjadi faktor pengungkit perekonomian Kabupaten Kepulauan Aru.

Kawasan strategis pendayagunaan sumberdaya alam dan/atau teknologi tinggi diarahkan pada kawasan pertambangan minyak di P. Warialau (Kecamatan Aru Utara) dan lepas pantai Kecamatan Aru Selatan Timur serta lepas pantai Kecamatan Aru Tengah Selatan.

 

  • Kawasan Strategis untuk Kepentingan Fungsi dan Daya Dukung Lingkungan Hidup

Kawasan strategis lingkungan merupakan kawasan yang memiliki nilai penting bagi keberlanjutan pembangunan dan kelestarian lingkungan hidup.

Kawasan strategis untuk kepentingan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Aru ditetapkan sebagai berikut:

  1. Suaka Margasatwa P. Baun
  2. Cagar Alam Kobror (Cagar Alam Bekau Huhun)
  3. Suaka Alam Perairan Laut Kepulauan Aru Tenggara.

Baca juga :

PERJALANAN PERDANA KE KOTA DOBO KABUPATEN KEPULAUAN ARU PROVINSI MALUKU

1 Comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN KEPULAUAN ARU"

  1. Yoseph S Labok | April 18, 2016 at 5:27 am | Reply

    Maksih untuk kepeduliannya ikut promo Kepulauan Aru

Leave a comment

Your email address will not be published.


*