GAMBARAN UMUM KABUPATEN HALMAHERA TIMUR

MABA-KABUPATEN-HALMAHERA-TIMUR

1.Letak Geografiis, Administratif dan Kondisi Fisik.

  • Letak Geografis dan Administratif

Dilihat dari letak geografis Kabupaten Halmahera Timur berada disebelah Timur Pulau Halmahera dan terletak antara 0° 40 – 1° 4 Lintang Utara dan 126° 45 – 129° 30 Bujur Timur, dengan luas wilayah 14.202.01 Km2 yang terdiri dari luas daratan 6.506.19 km2 dan luas lautan 7.695.82.Km2 terdiri dari gugusan pulau besar yang dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau kecil. Wilayah pegunungan didominasi oleh batuan gunung api andesit membuat tingkat kesuburan tanah cukup baik untuk kegiatan pertanian. Kabupaten Halmahera Timur merupakan daerah pantai karena kurang lebih 80% desa berada di daerah pantai sedangkan 20% lainnya berada di daerah pegunungan.

Secara administratif Kabupaten Halmahera Timur berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Utara
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Halmahera Tengah
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kota Tidore Kepulauan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan laut Halmahera dan Samudera Pasifik

 

Kabupaten Halmahera Timur sebagai daerah otonom baru adalah bagian dari pemekaran Kabupaten induk Maluku Utara (sekarang Halmahera Barat), Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 dengan ibu kota Kabupaten berada Di Kota Maba.secara Administratif Kabupaten Halmahera Timur terdiri dari sepuluh Kecamatan yaitu Kecamatan Maba Selatan, Kecamatan Kota Maba, Kecamatan Maba, Kecamatan MabaTengah, Kecamatan Maba Utara, Kecamatan Wasile, Kecamatan wasile Selatan, Kecamatan Wasile Tengah, Kecamatan wasile Timur dan Kecamatan Wasile Utara dengan jumlah desa sebanyak 102 desa dengan total jumlah penduduk sebanyak 74.872 jiwa. Data tahun 2012.

Tabel. Nama Kecamatan, Jumlah Desa, dan Luas Wilayah

 

Kecamatan

 

 

Jumlah Kelurahan/ Desa Luas Wilayah
Administrasi Terbangun
Ha (%) thd total (Ha) (%) thd total
1 Kec. Kota   Maba 5      83.57 15% 0.1179 9.37%
2 Kec. Maba 7        4.09 1% 0.1448 11.51%
3 Kec. Maba Selatan 6      48.55 9% 0.1885 14.99%
4 Kec. Maba Tengah 8      52.77 10% 0.0967 7.69%
5 Kec. Maba Utara 7      89.95 17% 0.1373 10.92%
6 Kec. Wasile Tengah 8        4.75 1% 0.2123 16.88%
7 Kec. Wasile Utara 6      69.46 13% 0.0172 1.37%
8 Kec. Wasile Timur 6        3.18 1% 0.1674 13.31%
9 Kec. Wasile 6      48.40 9% 0.092 7.31%
10 Kec. Wasile Selatan 14    137.76 25% 0.0837 6.65%
Jumlah 73    542.47 100% 1.2578 100%

           Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka, 2012

Berdasarkan tabel diatas bahwa dari 10 Kecamatan di Kabupaten Halmahera Timur, Kecamatan Wasile Selatan memiliki luas wilayah terbesar yaitu 137.76 Ha. Sedangkan Kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Wasile Timur dengan luas 3.18 Ha.

PETA-KABUPATEN-HALMAHERA-TIMURGambar.  Peta Administrasi Kabupaten Halmahera Timur.

 

  • Hidrologi

Kondisi hidrologi khususnya kondisi air tanah dan air permukaan di Kabupaten Halmahera Timur sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim dan curah hujan serta keberadaan Sungai, Mata Air, Daerah Aliran Sungai dan Embung dengan akuifer berskala kecil sampai yang berskala besar. Yaitu antara akuifer 200 Sampai dengan akuifer 825. Selain itu juga terdapat berbagai mata air dengan debet air yang berfariasi antara 0,1 sampai dengan 500 liter per detik.

Kondisi air tanah di Kabupaten Halmahera Timur secara umum dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Air tanah bebas, kondisi ini dapat ditemukan pada sumur-sumur penduduk, muka air tanah berkisar antara 2-3 meter di bawah muka tanah setempat dengan kualitas yang sangat beragam. Hal ini di pengaruhi oleh kondisi tanah. di wilayah yang kondisi tanah berawah, kondisi air tanahnya kurang baik dan tidak dapat dikonsumsi pada umumnya terdapat pada wilayah Kota Maba, Kecamatan Maba, dan Kecamatan Maba selatan sedangkan pada kondisi tanah yang baik, kondisi air tanahnya cukup baik dan dapat di manfaatkan sebagai sumber air terdapat di Kecamatan wasile, wasile Timur, wasile Selatan, Wasile Tengah,Maba Utara dan Maba Tengah.
  2. Mata air adalah air tanah yang keluar ke permukaan tanah karena akuifer terpotong oleh topografi. Mata air ini ditemukan pada batas antara pelapukan tanah dengan bantuan dasar. Beberapa mata air ini terdapat di Mata air Lolos Manidi Kecamatan Kota Maba dan mata air tujuh bidadari di kecamatan Wasile.
  3. Kota Maba sebagai Ibu Kota Kabupaten Halmahera Timur termasuk Daerah Aliran Sungai atau DAS karena ditengah wilayah kota Maba terdapat aliran sungai Kimalaha yang berada antar desa Sangaji dan Desa Soagimalahan

 

Tabel. Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kabupaten Halmahera Timur

No Nama Sungai Luas DAS (km2)
1 Ake Akelamo 825
2 Air Onat 417
3 Air sangaji 824
4 Ake Waci 368
5 Ake koke 775
6 Air Dodaga 284
7 Ake Noe 200
8 KImalaha 223

Sumber: Bapeda Kab. Halmahera Timur, 2013

 

Dari tabel DAS diatas menunjukan bahwa sungai Kimalaha yang terletak ditengah Kota Maba dengan luas 223 km2 dan sungai Air Sangaji di Kecamatan Maba dengan luas 824 km2. merupakan potensi rawan banjir di wilayah kota Mabaan dan Maba berpeluang sangat besar jika tidak dilakukan penataan lingkungan yang baik khususnya didaerah Aliran sungan.

  • Topografi

Kondisi topografi Kabupaten Halmahera Timur pada umumnya dan kawasan perkotaan Maba berada pada lahan yang cukup luas dengan kemiringan lereng hanya mencapai 15 % dengan luas 83.000 Ha atau hampir 13% dari luas wilayah keseluruhan Kabupaten Halmahera Timur kurang lebih 650.619 Ha. Kondisi yang ada sangat memungkikan untuk pengembangan pembangunan kawasan kota Maba, serta kawsan pedesaan. Dari luas wilayah tersebut diatas, baru kurang lebih 80,169 Ha yang merupakan kawasan ruang terbangun atau 12,32 persen, yang sisanya merupakan kawasan belum terbangun.

Topografi wilayah di Kabupaten Halmahera Timur bervariasi dari berombak, berbukit, bergelombang hingga bergunung dengan kemiringan bervariasi dari 0% hingga lebih dari 40%. Di sepanjang pantai Teluk Kao dari Desa Hatetabako Kecamatan Wasile Selatan hingga ujung Desa Nusa Ambu kemiringan lahannya antara 0% hingga 2%. selain itu di Wilayah Buli, Kecamatan Kota Maba dan Maba Selatan kondisi kemiringan lereng di pesisir pantai sebagian besarnya berkisar 0-15%, dengan ketinggian rata-rata 0-5 meter dari permukaan air laut. Dari data diatas, dapat dikategorikan bahwa sebagian besar wilayah yang memiliki ketinggian antara 0-5 dan yang mempunyai elevasi 0-2%, merupakan daerah yang dipengaruhi oleh pasang surut (rob). Wilayah yang di pengaruhi oleh pasang surut (Rob) di Kabupaten Halmahera Timur adalah Kecamatan Kota Maba, Maba selatan, dan Kecamatan wasile.

  • Klimatologi.

Wilayah Kabupaten Halmahera Timur beriklim tropis yang dipengaruhi oleh dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan, curah hujan rata-rata 2500 mm pertahun dengan kelembaban udara antara 74,0% pada bulan september dan 84,0% terjadi pada bulan Januari sampai dengan bulan Agustus, sedangkan tempratur udara antara 200 – 330 C. curah hujan hampir merata disemua wilayah di Kabupaten Halmahera Timur dengan intensitas curah hujan yang tergolong sangat tinggi terjadi pada bulan Desember, januari, Pebruari, Maret, April dan Bulan Mei. Berikut tabel Kilimatologi dan Curah hujan di Kabupaten Halmahera Timur.

 

LOGO-HALMAHERA-TIMUR

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Pertanian

Jenis tanaman pangan yang cocok untuk dikembangkan pada daerah dengan struktur tanah yang ada diantaranya tanaman padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau, serta beberapa jenis buah – buahan diantaranya jeruk, semangka dan melon.

Dengan mengunggulkan jenis tanaman pangan yaitu padi, jagung dan kedelai petani di daerah ini telah memanfaatkan lahan pertanian seluas 8.118 Ha yang sudah diolah dari ketersediaan lahan seluas 238.916 Ha lahan pertanian, sisianya seluas 230.798 Ha tercatat sebagai lahan yang belum diolah.

Untuk jenis tanaman padi, daerah Subaim adalah daerah pengembangan tanaman padi yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan beras lokal di Provinsi Maluku Utara, dengan kapasitas produksi 7 s/d 8 ton / Ha / MT. Hal ini terbukti dengan adanya produksi beras dari daerah Subaim yang telah diluncurkan untuk kebutuhan stock beras lokal yang dapat dijumpai dengan beras jenis unggulan Subaim dengan kemasan “Beras Subaim cap Gunung Wato – Wato” dengan kualitas yang cukup baik.

Pada sub sektor Perkebunan juga terdapat beberapa jenis tanaman yang menjadi unggulan yaitu tanaman kelapa dalam, cengkeh dan pala dengan lahan seluas 19.952 Ha, dimana seluas 16.627 Ha adalah lahan yang sudah diolah, serta 3.325 Ha tercatat yang belum diolah.

Pada sub sektor Peternakan beberapa jenis hewan ternak yang sangat cocok untuk dikembangkan yaitu sapi potong, kambing peranakan etawah ( PE ), ayam buras, itik dan kerbau untuk sawah. Dari jenis hewan ternak yang cocok untuk dikembangkan tersebut terdapat juga ternak yang merupakan bantuan Pemerintah yang telah dikembang – biakan diantaranya sapi potong, kambing dan ayam.

  • Perikanan

Potensi sumber daya perikanan di daerah yang memiliki wilayah laut cukup luas ini yang dikembangkan yaitu usaha penangkapan ikan segar, udang, rumput laut, cumi –cumi dan teripang.

Dengan jumlah armada yang tercatat beroperasi sejumlah 275 buah, daerah ini mampu mengandalkan sektor produksi perikanan sebagaimana terlihat dalam table dibawah ini.

  • Kehutanan

Disamping potensi pertanian dan perikanan, Kabupaten Halmahera Timur juga memiliki potensi Kehutanan dengan luas hutan yang dimiliki ± 650.620 Ha. Luas ini dapat dibagi dalam beberapa jenis hutan yaitu :

  • Hutan Lindung : ± 192.766,04 Ha
  • Hutan Produksi : ± 89.308,68 Ha
  • Hutan Produksi Terbatas : ± 194.117,40 Ha
  • Hutan Konversi/APL : ± 174.427,88 Ha

Serta luas hutan yang diperuntukkan untuk Hutan Tanaman Industri HTI seluas 21.265 Ha. Dari jumlah hutan produksi yang tersebar di Kabupaten Halmahera Timur pada tahun 2005 terdapat 6 buah Perusahaan Swasta Nasional yang mengelola hasil disektor kehutanan ini diantaranya :

Dari jumlah ketersediaan lahan seluas 650.620 Ha lahan hutan, terdapat beberapa jenis kayu yang menjadi unggulan diantaranya :

  1. Kayu Bulat ( 7 jenis kelompok kayu meranti, 3 jenis kayu indah, dan 2 jenis kayu rimba campuran ) Volume kayu kelas diameter 40 cm Up ± 42,14 m3/Ha
  2. Hasil hutan non kayu ( Damar, Rotan, Gaharu dan Getah – Getah )
  3. Pengembangan pembibitan untuk rehabilitasi hutan dan lahan.
  • Pariwisata

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Halmahera Timur yang dikembangkan yaitu wisata alam dan wisata sejarah.

Untuk wisata alam dimana terdapat 27 pulau kecil yang menjadi andalan karena pemandangannya dan keindahan bawah laut yang diperuntukan sebagai obyek wisata bahari disekitar pulau – pulau kecil.

Wisata sejarah dimana terdapat tapak sejarah perjuangan Sultan Nuku dengan peninggalan beberapa buah Benteng Belanda dan sejumlah sisa peninggalan perang dunia ke – II yang ada di sekitar Teluk Buli.

  • Pertambangan

Kabupaten Halmahera Timur memiliki ketersediaan potensi tambang yang tersebar dibeberapa daerah diantaranya Nikel, Magnesit, Kromit, Talk, Batu Gamping dan Minyak Bumi. Dari potensi tersebut sampai saat ini yang baru tereksplorasi adalah Nikel yang terdapat disekitar Teluk Buli dan Pulau Gee, dengan ketersediaan lahan galian seluas 39.040 Ha yang sudah dieksplorasi dengan cadangan 42.763.460 ton yang diolah oleh PT. Aneka Tambang Tbk dan pelaksana oleh PT. Minerina Bhakti dan PT. Yudistira Bumi Bhakti.

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

Data jumlah penduduk yang diterima dari Badan Pusat Statistik BPS Kabupaten Halmahera Timur tahun 2014, penduduk Kabupaten Halmahera Timur tercatat sebanyak 82.914jiwa,dengan ke padatan penduduk rata – rata per kilometer sebanyak 11,93 jiwa per Km2. Jika di bandingkan dengan daerah lain di Indonesia maka Halmahera Timur memiliki tingkat penyebaran penduduk yang masih sangat rendah dan tidak merata diseluruh wilayah, hal ini dapat dilihat dari rentang tingkat kepadatan penduduk dari satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Kepadatan penduduk per kecamatan dan tingkat kepadatannya jiwa per km2 antara lain,. Kecamatan wasile Selatan jumlah penduduk sebanyak 11,674 jiwa dengan kepadatan 8,47 jiwa per km2. Kecamatan Maba 10.366 jiwa dengan tingkat kepadatan 25,38 jiwa per km2 Kecamatan Wasile 9,458 Jiwa dengan tingkat kepadata 19,54 jiwa per km2. Kecamatan Wasile Timur 9,208 dengan tingkat kepadatan 28,42 jiwa per km2. Kecamatan Kota Maba jumlah penduduk 7.966 dengan kepadatan penduduk 9,53 jiwa per km2. kecamatan Wasile Utara jumlah penduduk 4.508 kepadatan penduduk 6,48 jiwa per km2 dan Kecamatan WasileTengah jumlah penduduk sebanyak 5.061 jiwa, kepadatan penduduk 10,66 jiwa per km2.

 

Tabel. Jumlah dan Kepadatan Penduduk 2010-2012 tahun terahir

KECAMATAN Jumlah Penduduk Jumlah KK Tingkat Pertumbuhan
Tahun Tahun Tahun (%)
2010 2011 2012 2010 2011 2012 2010 2011 2012
Kec. Kota   Maba 7,508 7,687 7,966 1,877 1,922 1,992 8.62 2.38 3.63
Kec. Maba 9,767 10,003 10,366 2,325 2,382 2,468 7.06 2.42 3.63
Kec. Maba Selatan 6,105 6,255 6,482 1,131 1,158 1,200 (0.39) 2.46 3.63
Kec. Maba Tengah 5,011 5,130 5,316 1,114 1,140 1,181 0.12 2.37 3.63
Kec. Maba Utara 7,113 7,286 7,551 1,482 1,518 1,531 6.64 2.43 0.89
Kec. Wasile Tengah 4,768 4,884 5,061 954 7,77 1,012 2.05 2.43 3.62
Kec. Wasile Utara 4,220 4,350 4,509 9,17 9,46 9,80 9.24 3.08 3.63
Kec. Wasile Timur 8,560 8,885 9,208 2,088 2,167 2,264 1.22 3.80 3.64
Kec. Wasile 8,915 9,127 9,458 2,174 2,226 2,307 1.26 2.36 3.63
Kec. Wasile Selatan 10,999 11,265 11,674 2,245 2,299 2,382 6.61 2.42 3.63
jumlah 74,976 76,883 79,603 17,400 16,823 18,349 4.24 2.62 3.36

Sumber: Halmahera Timur Dalam Angka, 2012

 

Berdasarkan perhitungan analisis penduduk dengan menggunakan Rumus : geometrik serta memperhitungkan dinamika perkembangan penduduk setiap kecamatan, maka jumlah penduduk di Kabupaten Halmahera Timur diproyeksikan pada tahun 2014 adalah sebanyak 86.800 jiwa, pada tahun 2016 adalah sebanyak 100.427 jiwa, tahun 2020 sebanyak 100.838 jiwa dan pada tahun 2025 sebanyak 116,899 jiwa.

Penduduk Kabupaten Halmahera Timur yang berumur 15 tahun ke atas, 63,95% di antaranya merupakan pekerja, 33,14% bukan angkatan kerja, dan 2,91% merupakan pengangguran. Yang termasuk bukan angkatan kerja di sini adalah mereka yang mengurus rumah tangga/bersekolah/kegiatan lainnya yang bukan merupakan kegiatan ekonomi. Sebagian besar (70,76%) dari penduduk yang bekerja masih bekerja di sektor pertanian.

Secara ekonomis tingkat kemiskian yang ada pada suatu daerah merupakan salah satu indikator untuk melihat perkembangan tingkat kesejahteraan masyarat. Semakin berkurangnya tingkat kemiskinan pada masyarkat, maka dapat disimpulkan telah terjadi peningkatan tingkat kesejahteraan yang ada dalam masyarakat.

Tabel. Jumlah Penduduk Miskin Per Kecamatan
di Kabupaten Halmahera Timur

Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin (KK)
Tahun 2013
Kec. Kota   Maba 1.73
Kec. Maba 2251
Kec. Maba Selatan 1.407
Kec. Maba Tengah 1154
Kec. Maba Utara 1639
Kec. Wasile Tengah 1999
Kec. Wasile Utara 979
Kec. Wasile Timur 1098
Kec. Wasile 2053
Kec. Wasile Selatan 2535
Jumlah 13,711

 Sumber: Bappeda Kab. Halmahera Timur, 2013

 

4. Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi merupakan gambaran mengenai kemajuan pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh suatu daerah sebagai dampak dari kebijakan pembangunan dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan tersebut didukung oleh laju pertumbuhan yang berasal dari berbagai sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang baik akan memberikan peluang bagi peningkatan pendapatan masyarakat Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai maka yang digunakan adalah data PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan dengan tahun dasar tahun 2008. PDRB Halmahera Timur atas dasar harga konstan terus mengalami kenaikan yaitu dari 219,563 miliar rupiah pada tahun 2008, meningkat menjadi 252,906 milyar rupiah pada tahun 2012

PDRB atas dasar harga konstan dari tahun ketahun mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang positif Yang dialami oleh suatu daerah. Selama lima tahun terakhir sejak tahun 2008 – 2012 Halmahera Timur mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 7,40 persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada tahun 2009 Sebesar 7,98 persen.

Produktifitas ekonomi Halmahera Timur bertumpu pada beberapa sektor ekonomi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan PDRB yakni terdiri darai sektor pertanian sebesar 45 persen, kemudian sector pertambangan dan penggalian sebesar 24 persen, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 13 persen dan diikuti oleh sektor industri pengolahan sebesar 6 persen. PDRB perkapita Halmahera Timur diperoleh dengan membagi besaran PDRB dengan jumlah penduduk. Angka agregat Pendapatan perkapita Halmahera Timur atas dasar harga konstan pada tahun 2011 mencapai 3,320,000 rupiah dari pendapatan perkapita tahun 2008 yang hanya mencapai 2,960,000 Selanjutnya dapat dilihat pada tampilan table Peta Perekonomian Kabupaten Halmahera Timur pada tabel dibawah ini.

 

Tabel. Perekonomian Kabupaten Halmahera Timur

No Deskripsi Tahun
2008 2009 2010 2011
1 PDRB Konstan (struktur perekonomian) (Rp) 219,563 235,284 252,790 252,906
2 Pendapatan Perkapita Kabupaten (Rp) 2,960,000 3,030,000 3,090,000 3,320,000
3 Pertumbuhan Ekonomi (%) 7.4% 7.8% 8.2% 7.6%

Sumber:PBS Kabupaten Halmahera timur 2013

 

5. Rencana Pengembangan

  • Tata Ruang Wilayah

Kebijakan penataan ruang wilayah Kabupaten Halmahera Timur meliputi, Kebijakan perencanaann ruang, pemanfaatan ruang, dan kebijakan pengendalian ruang yang terdiri dari:

A. Kebijakan Perencanaan Ruang

Kebujakan perencanaan ruang disusun dalam rangka mewujudkan perencanaan ruang yang berkelanjutan dan operasional, serta mengakomodasi paradigma baru dalam perencanaan.

Kebijakan perencanaan ruang terdiri dari:

  1. Penyusunan dan peninjawan kembali rencana tata ruang dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Kebijakan ini bertujuan untuk mewujudkan rencana tata ruang sesuai dengan kaidah penataan ruang.
  2. RTRW Kabupaten akan ditinjau kembali dan/atau disempurnakan 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dalam hal apabila RTRW Kabupaten tidak mampu mengakomodasikan dinamikan dan perkembangan yang disebabkan oleh factor eksternal maupuin internal, perobahan kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar, serta ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan/atau perobahan batas wilayah provinsi berdasarkan undang-undang.

Kebijakan ini bertujuan untuk:

  1. Mewujudkan sinkronisasi antara perencanaan ruang dengan perencanaan sektoral dan wilayah.
  2. Mewujudkan keselarasan perencanaan ruang antara perencanaan ruang provinsi, dengan rencana ruang kabupaten yang berdekatan lokasinya.
  3. RTRW Kabupaten perlu ditindaklanjuti ke dalam rencana yang lebih terperinci, dalam bentuk produk perencanaan selanjutnya seperti, RDTRK, RTRK,RTBL, dan lain sebagainya.
  4. RTRW Kabupaten wajib menyelaraskan dengan subtansi RTRWP, sehingga terwujud keterpaduan dan keterkaitan perencanaan tata ruang antara Provinsi dan Kabupaten serta antar Kabupaten.

 

B. Kebijakan Pemanfaatan Ruang

Kebijakan pengembangan wilayah bertujuan untuk meminimalisasi kesenjangan kesejahteraan masyarakat antar wilayah, dalam hal ini kesenjangan antar wilayah perkotaan dan pedesaaan.

Kebijakan pengembangan wilayah Kabupaten Halmahera Timur terdiri dari:

  • Wilayah Pengembangan Maba meliputi Kecamatan Kota Maba, Maba Selatan, dan kecamatan Maba dengan pusat pelayanan di kawasan Perkotaan Kota Maba.
  • Wilayah Pengembangan Cemarajaya meliputi Kecamatan Wasile dan Wasile Timur dengan pusat pelayanan di Kawasan Perkotaan Cemarajaya.
  • Wilayah Pengembangan Nusajaya meliputi Kecamatan Wasile Selatan dengan pusat pelayanan dikawasan perkotaan Nusajaya
  • Wilayah Pengembangan Wayamli meliputi Kecamatan Maba Tengah dan Maba Utara dengan pusat pelayana di Kawasan Perkotaan Wayamli
  • Wilayah Pengembangan Lolobata meliputi Kecamatan wasile Tengah dan wasile Utara dengan pusat pelayanan di kawasan Perkotaan Lolobata.
  • Wilayah Pengembangan Loleba meliputi Kecamatan Wasile selatan dengan pusat pelayanan di kawasan Perkotaan Loleba.

Keterkaitan fungsional antar wilayah pengembangan dan antar pusat-pusat pengembangan yang terbentuk dalam sistem Perkotaan Kabupaten Halmahera Timur yaitu meliputi:

  • Kawasan Perkotaan Maba dan Kawasan Perkotaan Cemara Jaya diusulkan oleh Provinsi Maluku Utara sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) berdasarkan RTRW Provinsi Maluku Utara yang semula adalah pusat kegiatan lokal.
  • Kawasan Perkotaan Buli, Kawasan perkotaan Bicoli, kawasan Perkotaan wayamli,Kawasan Perkotaan Dorosagu, Kawasan Perkotaan Labi-Labi, Kawasan Perkotaan Lolobata, kawasan Perkotaann Dodaga, Kawasan Perkotaan Nusa Jaya, dan kawasan Perkotaan Loleba sebagai Pusat Pelayanan kawasan (PPK).
  • Maba Pura, Geltoli, Gotowasi, Miaf, Patlean, Waijoi, Wailukum, Tatam, Silalayang, Dakaino, dan Binagara merupakan Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL).

Be the first to comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN HALMAHERA TIMUR"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*