GAMBARAN UMUM KABUPATEN HALMAHERA SELATAN

LOGO-KABUPATEN-HALMAHERA-SELATAN

1. Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

Secara geografis Kabupaten Halmahera Selatan termasuk kabupaten kepulauan karena wilayahnya didominasi oleh lautan. Wilayah daratan tersebar di pulau-pulau yang tergolong pulau kecil. Ada tujuh pulau/kepulauan utama dengan luas masing-masing Pulau Obi (3.111 km²), Pulau Bacan (2.053 km²), Pulau Makian (113,12 km²), Pulau Kayoa (1142 km²), Pulau Kasiruta (708 km²), Pulau Mandioli (260 km²) dan semenanjung Pulau Halmahera yang masuk wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seluas kurang lebih 2.615 km².

Permukiman di Kabupaten Halmahera Selatan hampir semua terletak di wilayah pesisir. Dari 249 desa yang ada, hanya 4% desa yang tidak dikategorikan sebagai desa pantai, sedangkan 96% lainnya merupakan desa pantai. Keseluruhan desa tersebut berada pada lahan diketinggian kurang dari 500 meter dpl. Kondisi ini menjadikan Halmahera Selatan rawan akan abrasi, intrusi air laut dan kekurangan air bersih. Apalagi Halmahera Selatan yang terletak di pulau-pulau kecil menjadilan siklus air yang terjadi cukup pendek. Kerusakan hutan di wilayah resapan air dan daerah aliran sungai (DAS) akan menjadi ancaman serius pula bagi ketersediaan air tanah.

  • Letak Geografis dan Wilayah Administratif

Kabupaten Halmahera Selatan sebagai daerah otonom yang baru dimekarkan dari Kabupaten Maluku Utara (sekarang Halmahera Barat), sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003, terletak antara 126° 45’ bujur timur dan 129° 30’ bujur timur dan 0° 30’ lintang utara dan 2° 00’ lintang selatan. Luas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 40.263,72 km2, yang terdiri dari daratan seluas 8779,32 km2 (22%) dan luas lautan sebesar 31.484,40 km2 (78%), dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah utara dibatasi oleh Kota Tidore Kepulauan dan Kota Ternate;
  • Sebelah selatan dibatasi oleh Laut Seram;
  • Sebelah timur dibatasi oleh Laut Halmahera;
  • Sebelah barat dibatasi Laut Maluku.

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007, kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Halmahera Selatan menjadi 30 kecamatan dimana semula berdasarkan UU No. 1 Tahun 2003 terdiri atas 9 kecamatan.

 

Tabel. Wilayah Administratif Kabupaten Halmahera Selatan

No Kecamatan Jml Desa Luas
Ha %
1 Kec. Bacan 14 28.138 3,47
2 Kec. Bacan Selatan 10 15.627 1,93
3 Kec. Bacan Timur 10 42.804 5,28
4 Kec. Bacan Timur Selatan 7 29.656 3,66
5 Kec. Bacan Timur Tengah 7 25.514 3,15
6 Kec. Obi Selatan 8 100.059 12,34
7 Kec. Obi 9 99.105 12,22
8 Kec. Obi Barat 6 8.730 1,08
9 Kec. Obi Timur 4 58.756 7,25
10 Kec. Obi Utara 7 14.840 1,83
11 Kec. Mandioli Selatan 6 12.819 1,58
12 Kec. Mandioli Utara 6 8.939 1,10
13 Kec. Kep Batanglomang 8 5.154 0,64
14 Kec. Bacan Barat 7 16.695 2,06
15 Kec. Kasiruta Barat 10 25.210 3,11
16 Kec. Kasiruta Timur 8 22.896 2,82
17 Kec. Bacan Barat Utara 8 24.467 3,02
18 Kec. Kayoa 14 8.092 1,00
19 Kec. Kayoa Barat 4 2.500 0,31
20 Kec. Kayoa Selatan 6 2.407 0,30
21 Kec. Kayoa Utara 6 3.622 0,45
22 Kec. Makian 15 5.125 0,63
23 Kec. Makian Barat 7 3.282 0,40
24 Kec. Gane Barat 10 45.590 5,62
25 Kec. Gane Barat Selatan 8 23.323 2,88
26 Kec. Gane Barat Utara 12 46.331 5,71
27 Kec. Kep Joronga 7 13.754 1,70
28 Kec. Gane Timur 18 60.648 7,48
29 Kec. Gane Timur Tengah 8 28.598 3,53
30 Kec. Gane Timur Selatan 5 28.089 3,46
Jumlah 249 810.770 100

Sumber: PERDA Halmahera Selatan No. 8 Tahun 2007

Kawasan Perkotaan Labuha terdiri dari 5 (lima) kecamatan yang melingkupi 31 (tiga puluh satu) desa masuk kawasan perkotaan serta 17 (tujuh belas) desa tidak masuk kawasan perkotaan dan merupakan bagian daerah administratif Kabupaten Halmahera Selatan. Kawasan Perkotaan Labuha secara geografis terletak dibagian selatan Kepulauan Bacan.

 

PETA-ADMINISTRASI-KABUPATEN-HALMAHERA-SELATANGambar.  Peta Administrasi Kabupaten Halmahera Selatan

 

  • Topografi

Sebagai wilayah kepulauan maka topografi wilayah Kabupaten Halmahera Selatan seluas 61,1 persen tergolong lahan agak curam (derajat kemiringan 15-40%) dan lahan curam (derajat kemiringan >40%). Hanya 38,9 persen saja tergolong datar dan landai yang banyak terdapat di wilayah pesisir. Semakin ke dalam dan jauh dari pantai maka kebanyakan lahan berbukit-bukit. Wilayah kecamatan yang memiliki mayoritas daerah dengan jenis kelerengan datar – landai (0 – 2 º) antara lain kecamatan Kayoa, Kayoa Utara, Kayoa Selatan, Gane Timur, Gane Timur Tengah, Gane Timur Selatan, Kepulauan Joronga, Kepulauan Botanglomang, Mandioli Utara, Mandioli Selatan, Obi Utara, dan Obi Timur. Sedangkan wilayah kecamatan yang memiliki kondisi kelerengan curam – sangat curam (15 – >40 º) adalah kecamatan Makian, Makian Barat, Gane Barat Utara, Gane Barat, Gane Barat Selatan, Bacan, Bacan Timur, Bacan Selatan, Bacan Timur Selatan, Bacan Timur Tengah, Obi, dan Obi Selatan.

  • Klimatologi

Karakteristik iklim wilayah Kabupaten Halmahera Selatan, beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata antara 1.000 mm sampai dengan 2.000 mm. Curah hujan ini hampir merata di Pulau Bacan dan sekitarnya, Pulau Obi dan sekitarnya serta semenanjung Halmahera bagian Selatan.

Selain itu Kabupaten Halmahera Selatan juga dipengaruhi oleh dua musim yaitu:

  1. Musim Utara pada bulan Oktober-Maret yang diselingi angin Barat dan Pancaroba pada bulan April.
  2. Musim Selatan pada bulan September diselingi angin Timur dan Pancaroba pada bulan Oktober.

Menurut klasifikasi Schmidt F.H dan J.H.A Ferguson (1951), secara umum Kabupaten Halmahera Selatan beriklim Tipe A dan Tipe B kecuali Saketa yang bertipe C. Menurut Klasifikasi Koppen (1960) Kabupaten Halmahera Selatan bertipe A kecuali Laiwui yang bertipe Am.

Berdasarkan tingkat curah hujan 1.250 – 3.250 mm/tahun dengan sebaran curah hujan di mayoritas wilayah Kabupaten Halmahera Selatan adalah 2.250 mm/tahun dan curah hujan tertinggi yaitu 3.250 mm/tahun terjadi di dataran tinggi di kec. Obi, kec. Obi Timur dan kec. Obi Selatan dan curah hujan terendah yaitu 1.250 mm/tahun terjadi di kec. Bacan, kec. Bacan Timur dan kec. Gane Barat.

  • Hidrologi

Kondisi hidrologi (kondisi air permukaan dan air tanah) Kabupaten Halmahera Selatan dipengaruhi oleh iklim, curah hujan serta keberadaan sungai dan danau. Berdasarkan keberadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah teridentifikasi, Kabupaten Halmahera Selatan memiliki 151 DAS dan 5 buah danau (dengan 4 danau besar yang terdapat di Kec. Gane Timur, Kec. Bacan Timur dan Kec. Obi).

Sementara kondisi hidrogeologi di Kabupaten Halmahera Selatan dibagi atas beberapa tipologi kondisi hidrogeologi yaitu berdasarkan tipologi produktifitas aquifernya yang terdiri atas :

  1. Produktif setempat; akuifer produktif berarti akuifer dengan keterusan beragam, umumnya air tanah tidak dimanfaatkan karena dalamnya muka air tanah serta debit mata air umumnya < 10 l/det).
  2. Produktif rendah setempat; Akuifer dengan produktivitas rendah setempat berarti umumnya keterusan sangat rendah, air tanah dangkal dalam jumlah yg terbatas dapat diperoleh di lembah-lembah atau pada zona pelapukan.
  3. Produktif sedang; Akuifer produksi sedang berarti aliran air tanah terbatas pada zona celahan, rekahan, dan saluran pelarutan. Debit sumur dan mata air beragam dalam kisaran besar. Debit mata air terbesar mencapai 100 l/det.
  4. Setempat produktif sedang; Setempat akuifer dengan produktivitas sedang berarti akuifer tidak menerus, tipis, dan rendah keterusannya, muka air tanah umumnya dangkal, debit sumur umumnya < 5 l/det.
  5. Tidak produktif dangkal; Daerah air tanah langka atau tak berarti

Berdasarkan kondisi produktifitas aquifernya, Kabupaten Halmahera Selatan sebagian besar wilayahnya memiliki produktifitas aquifer rendah setempat. Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan yang memiliki produktifitas aquifer tinggi terdapat di Pulau Makian.

Kondisi Hidrologi dan Sumber Air Bersih Perkotaan Labuha : Sumber air bersih untuk kebutuhan penduduk Kawasan Perkotaan Labuha diperoleh dari sumber air Sungai Mandaong dengan debit air ± 700-800 liter/det dan kualitas air yang cukup baik untuk digunakan sebagai sumber air bersih bagi kebutuhan penduduk. Selain Sungai Mandaong yang sudah dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, masih terdapat sungai-sungai besar yang dapat dijadikan sumber air bersih, dan menyebar di dalam Kawasan Perkotaan Labuha, seperti Sungai Sayoang (panjang 26 km) dan Sungai Awanggo (panjang 24 km).

.

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Kehutanan

Luas areal hutan diwilayah Halmahera Selatan 654.414 Ha terdiri dari hutan suaka alam 38.791 Ha, hutan lindung 64.754 Ha dan hutan produksi 550.000 Ha. Kurang lebih 200 ha dari kawasan hutan produksi merupakan areal yang dapat dikonversi. Jenis kayu didominasi oleh kelompok kayu Meranti.

  • Perkebunan

Perkebunan Halmahera Selatan sebagian besar merupakan perkebunan rakyat yang luas arealnya 42.000 Ha dengan komoditas utama yaitu kelapa, cacao, cengkeh dan pala dengan rincian sebagai berikut :

  • Kelapa : 32.592 Ha dengan produksi 29.254 ton/tahun
  • Cacao : 3.883 Ha dengan produksi 2.484 ton/tahun
  • Cengkeh : 3.070 Ha dengan produksi 1.500 ton/tahun
  • Pala : 2.349 Ha dengan produksi 899 ton/tahun

 

  • Pertanian

Perkembangan pertanian di daerah ini mencapai luas areal 2000 Ha terdiri dari :

  • Padi Ladang 240 Ha dengan jumlah produksi 550 ton/tahun
  • Padi Sawah 100 Ha dengan jumlah produksi 40 ton/tahun
  • Jagung 207 Ha dengan jumlah produksi 435 ton/tahun
  • Ubi Kayu 797 Ha dengan jumlah produksi 7.400 ton/tahun
  • Ubi Jalar 230 Ha dengan jumlah produksi 3.160 ton/tahun
  • Kacang-kacangan 112 Ha dengan jumlah produksi 234 ton/tahun
  • Sayur-sayuran 100 Ha dengan jumlah produksi 1.000 ton/tahun
  • Buah-buhan seluas 300 ha dengan jumlah produksi ± 200 ton/tahun.

 

  • Peternakan

Perkembangan peternakan di daerah ini didominasi oleh :

  • Ternak Sapi 4.123 ekor dengan jumlah produksi daging 18 ton/tahun
  • Ternak Kambing 9.653 ekor dengan jumlah produksi daging 10 ton/tahun
  • Ternak Unggas 99.000 ekor dengan jumlah produksi 26 ton/tahun

 

  • Pertambangan

Bahan-bahan galian tambang yang terdapat di Kabupaten Halmahera Selatan menurut jenis bahan galian adalah Sbb :

  • Emas berlokasi di Bacan, Obi dan Kayoa sampai saat ini belum dikelola
  • Besi berlokasi di Pulau Obi sampai saat ini belum dikelola
  • Batu Bara berlokasi di desa Goro-goro (Bacan Timur), Dobo, Air Sobesi Kec. Obi, Gunung Sabale ( P. Makian ) sampai saat ini belum dikelola.
  • Nikel berlokasi di Mala-mala, Loji dan Kawasi Kecamatan Obi belum dikelola.

Selain itu terdapat juga hasil tambang berupa batu-batuan yang terkenal disebut Batu Bacan, hal ini karena Batu ini hanya terdapat di Pulau Bacan, Batu ini warnanya mirip Batu Giok, walaupun memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan, tetapi potensi hasil tambang inipun belum dapat dikelola secara optimal karena faktor modal usaha dan peralatan yang belum memadai. Di kota Labuha terdapat dua puluh dua pengrajin Batu Bacan

  • Perikanan Laut

Berdasarkan luas wilayah laut Kabupaten Halmahera Selatan adalah 31 .484,40 Km2 (78 % ) dari wilayah hukum, maka menurut perkiraan memiliki potensi sumber daya perikanan berupa standing stock sebesar 100.750,08 ton/tahun dengan Maximum Sustanable Yield (MSY ) sebesar 50.375,04 ton/tahun terdiri dari jenis ikan Palugis dan Dumersal serta jenis biota Laut lainnya (bukan ikan).

Perkiraan potensi sumber daya perikanan yang tersedia, dengan dilihat pada tingkat pemanfaatan dari tahun ke tahun potensi sumberdaya tersebut masih sangat besar untuk dikembangkan dalam pengoploitasiannya, sesuai dengan data pada tahun 2002, pemanfaatan potensi lestari baru mencapai 29 % yang didominasi oleh perikanan tangkap pelagis besar dan kecil khususnya Tuna, Cakalang, Teri dan Layang.

  • Potensi Budidaya Laut

Luas wilayah budidaya laut diperkirakan ± 30.050 Ha, mengingat Kabupaten Halmahera Selatan adalah daerah Kepulauan dengan garis pantainya yang panjang. Jenis komoditi yang telah dikembangkan adalah ; Kerapu, Kakap, Napoleon Wrase, Mutiara, Teripang dan Rumput Laut.

  • Potensi Budidaya Air Payau / Tambak

Luas areal yang dapat dimanfaatkan ± 15% dari luas areal hutan bakau dengan perkiraan ± 29.923,3 Ha dan sampai saat belum dimanfaatkan.

 

  • Potensi Budidaya Air Tawar

Potensi Budidaya Ikan Air Tawar dengan luas areal ± 750 Ha, dimanfaatkan baru;, 0,5 %. Untuk Komoditinya adalah : Ikan Mas dan Nila sedangkan lainnya belum dikembangkan.

  • Potensi Pariwisata

Terdapat peninggalan benda bersejarah dari Kesultanan Bacan yang sampai saat ini masih dapat kita jumpai yakni Keraton, Mesjid Sultan dan Mahkota Sultan selain itu terdapat sebuah benteng pertahanan peninggalan bangsa Portugis dan Belanda yaitu Benteng Barnevald.

Selain wisata sejarah, potensi yang dapat dikembangkan di Kabupaten Halmahera Selatan adalah wisata bahari seperti :

  • Pantai Kupal dan Pantai Nusa Ra di Kecamatan Bacan,
  • Pantai Tawa di Kecamatan Bacan Timur,
  • Pantai Bobane Woka di Kecamatan Bacan Barat,
  • Pantai Ake Rica di Kecamatan Obi,
  • Pantai Oci Malako di Kecamatan Obi Selatan,
  • Pantai Koititi di Kecamatan Gane Barat,
  • Kepulauan Gura Ici di Kecamatan Kayoa,
  • Kepulauan Widi di Kecamatan Gane Timur,
  • Pantai Pawase di Kecamatan Makian serta pulau-pulau kecil yang tersebar di pesisir selatan Pulau Halmahera.

.

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Penduduk

Penduduk Halmahera Selatan pada tahun 2014 sebesar 215.791 jiwa, yang terdiri atas 109.877 jiwa lakilaki dan 105.914 jiwa perempuan. Dengan luas wilayah Halmahera Selatan sekitar 8,8 ribu kilometer persegi, rata-rata tingkat kepadatan penduduk Halmahera Selatan sebesar 25 orang per kilometer persegi.

Kecamatan dengan penduduk terpadat adalah Kecamatan Kayoa Selatan yakni sebanyak 236 orang per kilometer persegi sedangkan yang paling rendah adalah Kecamatan Obi Timur dengan kepadatan 6 orang per kilometer persegi.

Rasio jenis kelamin di Halmahera Selatan sebesar 103,74 yang menandakan jumlah penduduk laki laki lebih banyak daripada penduduk perempuan. Rasio jenis kelamin adalah perbandingan antara banyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya perempuan, biasanya dinyatakan dengan banyaknya penduduk laki-laki untuk 100 penduduk perempuan.

Tabel. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin
di Kabupaten Halmera Selatan, 2014

No Kecamatan Penduduk Ratio Jenis Kelamin
Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 Bacan 11.442 10.873 22.315 105.23
2 Bacan Selatan 7.687 7.481 15.168 102,75
3 Bacan Timur 5.372 5.076 10.448 105,83
4 Bacan Timur Selatan 3.571 3.364 6.935 106,15
5 Bacan Timur Tengah 2.956 2.770 5.726 106,71
6 Obi Selatan 6.491 6.275 12.766 103,44
7 Obi 7.868 7.571 15.439 103,92
8 Obi Barat 1.940 1.868 3.808 103,85
9 Obi Timur 1.813 1.759 3.572 103,07
10 Obi Utara 4.348 4.317 8.665 100,72
11 Mandioli Selatan 3.125 3.012 6.137 103,75
12 Mandioli Utara 1.637 1.635 3.272 100,12
13 Kep Batang Lomang 3.299 3.196 6.495 103,22
14 Bacan Barat 1.919 1.875 3.776 103,34
15 Kasiruta Barat 2.518 2.315 4.833 108,77
16 Kasiruta Timur 2.109 2.066 4.175 102,08
17 Bacan Barat Utara 2.314 2.146 4.460 107,83
18 Kayoa 4.288 4.331 8.629 99,01
19 Kayoa Barat 1.870 1.806 3.676 103,54
20 Kayoa Selatan 3.070 3.074 6.144 99,87
21 Kayoa Utara 1.449 1.415 2.864 102,40
22 Makian 4.764 4.060 9.470 101,23
23 Makian Barat 1.871 1.806 3.677 103,66
24 Gane Barat 4.276 4.060 8.336 105,32
25 Gane Barat Selatan 3.043 2.958 6.001 102,87
26 Gane Barat Utara 3.175 3.166 6.341 100,28
27 Kep Joronga 2.839 2.703 5.542 105,03
28 Gane Timur 4.792 4.520 9.312 106,02
29 Gane Timur Tengah 2.127 1.990 4.117 106,88
30 Gane Timur Selatan 1.904 1.798 3.702 105,90
Jumlah 109.877 105.914 215.791 103,74

 

Pada tahun 2010 di Halmahera Selatan tercatat jumlah keluarga miskin sebanyak 11.161 KK atau sebesar 29,64 persen dan dari tahun ketahun cenderung mengalami penurunan. Sedang kondisi rumah masyarakat terdiri dari 3.423 rumah permanen, 19.433 rumah semi permanen, dan 15.361 rumah tidak permanen. Jumlah KK miskin dan kondisi rumah disajikan pada table 2.14 berikut ini.

Tabel. Jumlah KK Miskin Kab. Halmahera Selatan Tahun 2010

No Nama Kecamatan Jumlah KK KK Miskin (Pra Sejahtera + Sejahtera I)
Jumlah Prosentase (%)
1 Bacan 4.776 510 10,68
2 Bacan Selatan 2.735 426 15,58
3 Bacan Timur 1.722 471 27,35
4 Bacan Timur Tengah 983 345 35,10
5 Bacan Timur Selatan 1.203 291 24,19
Sub Total I 11.419 2.043 17,89
6 Obi Selatan 2.474 746 30,15
7 Obi 2.424 486 20,05
8 Obi Barat 1.072 214 19,96
9 Obi Timur 666 261 39,19
10 Obi Utara 1.341 241 17,97
11 Mandioli Selatan 1.031 304 29,49
12 Mandioli Utara 515 345 66,99
13 Kep. Botanglomang 1.133 301 26,57
14 Bacan Barat 618 242 39,16
15 Kasiruta Barat 641 520 81,12
16 Kasiruta Timur 532 296 55,64
17 Bacan Barat Utara 724 352 48,62
18 Kayoa 1.664 431 25,90
19 Kayoa Barat 592 213 35,98
20 Kayoa Selatan 893 435 48,71
21 Kayoa Utara 565 82 14,51
22 Makian 1.656 654 39,49
23 Makian Barat 719 212 29,49
24 Gane Barat 1.578 434 27,50
25 Gane Barat Selatan 868 320 36,87
26 Gane Barat Utara 1.268 412 32,49
27 Kep. Joronga 767 320 41,72
28 Gane Timur 1.234 716 58,02
29 Gane Timur Tengah 600 321 53,50
30 Gane Timur Selatan 665 260 39,10
Sub Total II 26.240 9.118 34,75
Total 37.659 11.161 29,64

Sumber : Halmahera Selatan Dalam Angka (BPS)

 

  • Ketenagakerjaan

Penduduk Usia Kerja (PUK) didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk Usia Kerja terdiri dari Angkatan Kerja dan Bukan Angkatan Kerja. Mereka yang termasuk dalam Angkatan Kerja adalah penduduk yang bekerja dan yang sedang mencari pekerjaan. Sedangkan Bukan Angkatan Kerja adalah mereka yang bersekolah, mengurus rumahtangga atau melakukan kegiatan lainnya.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2014, Angkatan Kerja di Halmahera Selatan mencapai 66,47 persen dari jumlah penduduk berusia 15 tahun ke atas, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka 2,34, turun dibandingkan tahun sebelumnya.

 

PIRAMIDA PENDUDUK KABUPATEN HALMAHERA SELATAN

Gambar. Piramida Penduduk Kabupaten Halmahera Selatan, 2014

 .

4. Perekonomian

Sebagai kabupaten baru hasil pemekaran pada tahun 2003 di Maluku Utara, Halmahera Selatan terus memperlihatkan perkembangan kegiatan ekonomi yang bagus. Pada tahun 2011 Kabupaten Halmahera Selatan mampu membentuk Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar 1.004,93 milyar rupiah. Dengan besaran PDRB tersebut tahun 2011 Halmahera Selatan berkontribusi sebesar 17,34 persen terhadap PDRB Maluku Utara dan berada diurutan kedua setelah Kota Ternate.

PDRB Halmahera Selatan juga terus meningkat selama lima tahun terakhir, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Atas dasar harga berlaku, Halmahera Selatan mampu membentuk nilai tambah bruto sebesar 539,48 milyar rupiah pada tahun 2006, kemudian meningkat menjadi 593,04 milyar rupiah pada tahun 2007 dan terakhir pada tahun 2011 sebesar 1.004,93 milyar rupiah. Namun demikian peningkatan PDRB ini belum menunjukkan peningkatan produktivitas riil, karena adanya perubahan harga barang yang terjadi dalam kurun waktu 2006-2009.

Untuk mengetahui tingkat produktivitas riil yang dicapai Halmahera Selatan, maka kita gunakan data PDRB yang dihitung atas dasar harga konstan dengan tahun dasar 2000. PDRB Halmahera Selatan atas dasar harga konstan terus mengalami kenaikan, dari 450,17 milyar rupiah pada tahun 2006, meningkat menjadi 595,53 milyar rupiah pada tahun 2011. Produktivitas riil yang dimaksud adalah pertumbuhan kegiatan ekonomi atau kenaikan nilai tambah bruto sebagai akibat peningkatan produksi barang dan jasa bukan karena pengaruh perubahan harga barang dan jasa.

Peningkatan PDRB atas dasar harga konstan dari tahun ketahun mengindikasikan pertumbuhan ekonomi yang positif. Selama lima tahun terakhir Halmahera Selatan sukses mencatat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Pertumbuhan tertinggi tercatat pada tahun 2008 sebesar 5,99 persen. Namun pada tahun 2009 pertumbuhannya cendrung melambat dibandingkan dengan tahun 2008, yaitu 5,60 persen. Sedangkan pada tahun 2011 pertumbuhan eknomi Halmahera Selatan mencapai 5,66 persen. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak dari kebijakan pembangunan dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan tersebut merupakan laju pertumbuhan yang dibentuk dari berbagai sektor ekonomi, yang secara tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi.

.

5. Infrastruktur

  • Transportasi Darat
    Untuk transportasi darat, pembangunan jalan di Kabupaten Halmahera Selatan dibagi menjadi 3 jenis jalan sepanjang 963,70 Km yakni
  • Jalan negara 58,50 Km,
  • Jalan provinsi 404 Km , dan
  • Jalan kabupaten 501,20 Km.

Bila dilihat dari fisiknya jalan tersebut:

  • diaspal sepanjang 106 Km,
  • jalan Sirtu 6 Km dan
  • jalan Tanah 851,7 Km.

Bila dilihat dari kondisinya

  • Jalan dalam kondisi baik sepanjang 4 Km,
  • Jalan dalam kondisi sedang 56,3 Km,
  • Jalan dalam kondisi rusak ringan 112,7 Km,
  • Jalan dalam kondisi rusak berat 474 Km, dan
  • Jalan yang belum dapat ditembus 310,4 Km.

 

  • Transportasi Laut
    Untuk transportasi laut di Kabupaten Halmahera Selatan terdapat beberapa jembatan laut antara lain :
  • Jembatan Laut Skala Regional terdiri dari jembatan laut Babang (Bacan Timur),
  • jembatan laut Saketa (Gane Barat),
  • jembatan laut Mafa (Gane Timur) dan jembatan laut Laiwui (Obi),

 

Jembatan Laut Lokal Semi Permanen terdiri dari :

  • Jembatan laut Indari (Bacan Barat),
  • jembatan laut Gurapin dan Larumabati ( Kayoa),
  • jembatan laut Ngofakiaha dan Mailoa (Makian),
  • jembatan laut Madopolo (Obi), dan
  • Jembatan laut Dolik (Gane Barat).
  • Khusus untuk Jembatan Laut Babang yang merupakan pintu masuk ke Kabupaten Halmahera Selatan dari laut, mempunyai panjang 60 m dan lebar 8 m, jenis kapal yang dapat bersandar di jembatan laut Babang ini mulai dari 33 GT sampai dengan 642 GT, dengan rata-rata kunjungan kapal dalam sebulan adalah 100 kapal.

Selain itu untuk lebih memperlancar transportasi laut di Kabupaten halmahera selatan maka akan dibangun jembatan penyeberangan ASDP/Ferry pada beberapa kecamatan antara lain :

  • Sayoang (Bacan Timur),
  • Saketa (Gane Barat),
  • Laiwui (Obi) dan
  • Ngofakiaha (Makian).

Terdapat Pula sebuah Kapal Pelni yaitu KM. Kalimutu yang singgah di Pelabuhan Babang serta melayani rute sampai ke Pulau Kalimantan, kemudian terdapat pula sebuah Kapal Cepat yaitu NV. Labomba yang melayani rute Babang – Ternate pulang pergi setiap hari dengan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 3,5 jam. Terdapat juga beberapa Kapal Perintis dan Kapal Antar Pulau yang melayani transportasi antar pulau di kabupaten Halmahera Selatan.

  • Transportasi Udara

Terdapat pula sebuah Bandara Udara di Ibukota Kabupaten Halmahera Selatan (Labuha) yaitu Bandar Udara Oesman Sadik yang merupakan pintu masuk ke Kabupaten Halmahera Selatan melalui udara. Badara Udara ini mempunyai landasan pacu sepanjang 850 m. Jenis kapasitas pesawat yang biasa mendarat di Bandara Udara ini adalah pesawat C-212 dengan kapasitas 22 orang penumpang dan pesawat DHAS-7 dengan kapasitas 30 orang penumpang.

  • Pos dan Telekomunikasi

Kebutuhan komunikasi di Kabupaten Halmahera Selatan dilayani oleh PT. Telkom dengan kapasitas sentral 1.220 SST,selain itu terdapat PT. Pos Indonesia, dan telah tersedia pula beberapa jaringan telepon seluler antara lain Telkomsel dan Satelindo, namun belum merata pada seluruh Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan .

  • Perbankan

Terdapat 2 unit Perbankan yang beroperasi di Ibukota Kabupaten yaitu Bank Pembangunan Daerah Maluku Cabang Labuha dan Bank Rakyat Indonesia Unit Labuha.

 

  • Sarana Air Bersih

Untuk kebutuhan air bersih dilayani oleh sebuah unit PDAM Labuha dengan jumlah pelanggan sampai bulan November 2004 tercatat 1200 pelanggan dengan jaringan distribusi meliputi Kota Labuha, Kecamatan Obi, Kecamatan Gane Barat, Kecamatan Gane Timur dan Kecamatan Kayoa. Unit PDAM ini mempunyai kapasitas debet air 9 liter/detik dan kapasitas debet sumber 150 liter/detik.

  • Listrik

Fasilitas penerangan dilayani oleh PT. PLN (persero) Ranting Labuha dengan jaringan distribusi meliputi Kota Labuha, Kecamatan Bacan Timur, Kecamatan Gane Barat, Gane Timur dan Kecamatan Obi (Laiwui).

  • Kesehatan

Fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan terdiri dari

  • 1 (satu) buah rumah sakit umum yang berada di Labuha,
  • 10 buah puskesmas,
  • 45 (empat puluh lima) buah puskesmas pembantu,
  • 74 (tujuh puluh empat) buah puslides ± 99 % rusak dan
  • 254 (dua ratus lima puluh empat) buah posyandu.

Dengan jumlah tenaga medis 202 (dua ratus dua) orang terdiri dari dokter umum 11 (sebelas) orang, paramedis 154 (seratus lima puluh empat) orang, dan non medis 37 (tiga puluh tujuh) orang).

  • Pendidikan

Fasilitas pendidikan di Kabupaten Halmahera Selatan terdiri dari;

  • TK (pendidikan Prasekolah) 6 (enam) buah ( 1 (satu) negeri, 5 (lima) swasta);
  • SDN 254 (dua ratus lima puluh empat (240 (dua ratus empat puluh) buah negeri, 14 (empat belas) buah swasta);
  • MI 13 (tiga belas) (2 (dua) buah negeri, 11 (sebelas) buah swasta);
  • SMP 39 (tiga puluh sembilan) buah (21 (dua puluh satu) Negeri, 18 (delapan belas) buah swasta);
  • MTS 18 ( delapan belas) buah swasta; SMA 15 (lima belas) buah ( 10 (sepuluh) buah negeri, 5 (lima) buah swasta);
  • SMK 3 (tiga) buah (2 (dua) buah negeri, 1 (satu) buah swasta)
  • MA 2 (dua) buah swasta),

.

6. Rencana Pengembangan

Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Halmahera Selatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Maluku Utara. Tata Ruang Wilayah disusun secara berjenjang dan komplementer dan tujuan penataan ruang itu sendiri sebagai perwujudan visi dan misi pembangunan jangka panjang dilihat dari aspek keruangan.

Agar kerangka pengembangan wilayah sesuai dengan tujuan pembangunan daerah diperlukan konsep pengembangan wilayah yang diharapkan dapat mempengaruhi pembentukan struktur dan pola pemanfaatan ruang di Kabupaten Halmahera Selatan. Berdasarkan RTRW Provinsi Maluku Utara, Kota Labuha sebagai Ibukota Kabupaten Halmahera Selatan diarahkan sebagai PKW (Pusat Kegiatan Wilayah), hal ini merupakan potensi pengembangan Halmahera Selatan menjadi pusat pelayanan beberapa kabupaten disekitarnya, untuk itu beberapa fasilitas sosial dan ekonomi dibangun termasuk sarana dan prasarana transportasinya.

Tujuan dan Kebijakan Penataan Ruang Kabupaten Halmahera Selatan.

  • Tujuan

Mewujudkan ruang wilayah yang seimbang, serasi, aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan berbasis pertanian, perikanan dan kelautan, serta pariwisata untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan dan mensinergikan pemanfaatan sumber daya.

  • Kebijakan
  1. Pengembangan sistem kota-kota.
  2. Pengembangan sistem pusat permukiman perkotaan dan perdesaan.
  3. Peningkatan aksesibiltas regional maupun sub regional dengan pengembangan sistem transportasi yang terpadu.
  4. Pengembangan sistem jaringan prasarana.
  5. Pemantapan dan pengendalian kawasan lindung.
  6. Pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup.
  7. Pemanfaatan ruang untuk kegiatan budidaya di Kabupaten Halmahera Selatan dilakukan secara optimal sesuai dengan daya dukung lingkungannya.
  8. Perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budidaya.
  9. Pengendalian perkembangan kegiatan budidaya agar tidak melampaui daya dukung dan daya tampung lingkungan.
  10. Pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan strategis, dan
  11. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara.

1 Comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN HALMAHERA SELATAN"

  1. thanks….

Leave a comment

Your email address will not be published.


*