GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOVEN DIGOEL

Monumen Mohammad Hatta

1.Letak Geografis, Administratif dan Kondisi Fisik

  • Letak Geografis dan Administratif

Secara astronomi, Kabupaten Boven Digoel terletak diantara 4°98’-7° 10’ Lintang Selatan dan 139°90’ – 141° Bujur Timur. Kabupaten Boven Digoel berbatasan dengan Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang di sebelah  utara,  di  sebelah  selatan berbatasan dengan Kabupaten Merauke, di sebelah  barat  berbatasan  dengan Kabupaten Mappi dan di sebelah timur berbatasan dengan Negara Papua New Guinea.

Luas wilayah Kabupaten Boven Digoel mencapai 27.108,29 km2. Setelah dimekarkan menjadi 20 distrik, Distrik Jair merupakan  distrik yang terluas mencapai 3.061,73 km2 (11,29 %). Distrik Mandobo berada pada posisi kedua dengan luas wilayah tercatat 2.699,52 km2 (9,96 %). Distrik Ninati  merupakan distrik dengan luas wilayah yang paling kecil, yaitu mencapai 287,07 km2 (1,06%).

 

PETA-KABUPATEN-BOVEN-DIGOEL

Tabel. Administrasi Wilayah Kabupaten Boven Digoel Menurut Distrik

No. Distrik / Kecamatan Luas (Ha) Persen (%)
1 A m b a t k w i 128,238.75 4.73
2 A r i m o p 131,177.05 4.84
3 B o m a k i a 108,295.68 3.99
4 F i r i w a g e 121,997.96 4.50
5 F o f i 246,670.81 9.10
6 I n i y a n d i t 37,965.51 1.40
7 J a i r 306,173.47 11.29
8 Kawagit 90,423.25 3.34
9 Ki 205,060.00 7.56
10 Kombay 83,091.53 3.07
11 K o m b u t 66,093.01 2.44
12 K o u h 46,725.85 1.72
13 M a n d o b o 269,951.68 9.96
14 M a n g g e l u m 128,965.64 4.76
15 M i n d i p t a n a 44,817.42 1.65
16 Ninati 28,707.26 1.06
17 S es n u kt 130,663.26 4.82
18 S u b u r 266,009.44 9.81
19 W a r o p k o 108,697.33 4.01
20 Y a n i r u m a 161,104.57 5.94
Kabupaten Boven Digoel 2,710,829.47 100,00

Sumber : Hasil planimetris pada Peta Administrasi Kabupaten Boven Digoel.

 

peta-administrasi-administrasi-boven-digoelGambar. Peta Administrasi Kabupaten Boven Digoel

 

  • Topografi

Seluruh wilayah Kabupaten Boven Digoel merupakan daerah yang tidak termasuk daerah pesisir dan juga daerah pegunungan, melainkan daerah yang berbukit-bukit di lokasi hamparan dengan kemiringan antara 0 sampai 15 derajat.

Topografi Kabupaten Boven Digoel terdiri dari kontur-kontur yang menggambarkan perbedaan setiap jengkal wilayah di Kabupaten Boven Digoel. Kontur-kontur tersebut menggambarkan pula ketinggian wilayah Kabupaten Boven Digoel. Wilayah Kabupaten Boven Digoel berada pada ketinggian 0-1.000 meter di atas permukaan laut (dpl).

Wilayah pada ketinggian 25-100 m diatas muka laut, merupakan bagian terluas.  Wilayah ini diapit oleh beberapa sungai, yaitu Sungai Digoel,  Sungai Ui Merah, Sungai Mandobo, Sungai Kao, Sungai Nugu, Sungai Fofi, Sungai Kouh, dan Sungai Eilanden.  Sebagian besar sungai-sungai tersebut mengalir ke selatan dan bersatu dengan Sungai Digoel di wilayah Kabupaten Merauke. Sungai Eilanden, Sungai Fofi, dan Sungai Steenboom, mengalir ke barat jatuh ke sungai Mappi di Kabupaten Mappi. Wilayah pegunungan dijumpai di ketinggian 500 – 2077 m, pada sektor utara wilayah hingga perbatasan Kabupaten Pegunungan Bintang.  Wilayah ini merupakan bagian hulu sungai-sungai di Kabupaten Boven Digoel.

Secara umum bentuk bentang alam Kabupaten Boven Digoel merupakan suatu wilayah yang mempunyai ketinggian di bagian utara dan wilayah yang mempunyai dataran rendah di bagian selatan. Dari 20 Distrik hanya 3 distrik yang memiliki bagian bentang alam curam hingga terjal, yaitu Distrik Waropko, Ambatkwi dan Manggelum. Sisanya ke arah selatan umumnya memiliki bentuk bentang alam berupa datar hingga agak curam.

Perbedaan bentuk-bentuk bentang alam tersebut sangat dipengaruhi oleh pola struktur geologi yang berkembang kuat di bagian utara akibat dari proses kegiatan tektonik, berupa tumbukan lempeng antara lempeng Australia di bagian selatan dan lempeng Pasifik di bagian utara, sehingga menghasilkan jalur zona anjak Pegunungan Tengah, yaitu sepanjang gunung Jayawiyaya. Ketiga distrik yang tersebut diatas merupakan pinggiran (tepi selatan) dari lajur anjak pegunungan  tengah  tersebut.   Oleh  karenanya  ketiga  distrik  itu  lebih banyak memiliki banyak variasi sumber daya alam dengan tatanan geologi yang rumit dibandingkan dengan distrik-distrik yang lainnya.

  • Klimatologi

Jumlah  curah  hujan  (dalam  sebulan) tertinggi terjadi pada bulan Juni mencapai 611 mm dan yang terendah terjadi pada bulan  Agustus  mencapai  153  mm. Sehingga tahun 2013, rata-rata jumlah curah hujan sebesar 351 mm setiap bulannya dan jumlah hari hujan dalam setahun sebanyak 241 hari.

Suhu udara maksimum tertinggi terjadi pada   bulan   Januari   dan   Mei   yakni mencapai 32,5°C dan  suhu  udara minimum terendah terjadi pada bulan Agustus  yakni  mencapai  23,4°C. Sehingga rata-rata suhu udara untuk tahun 2013  mencapai   27,7 °C Kelembaban udara   rata-rata   bervariasi   antara   79,2 persen  sampai  86,9  persen.  Sedangkan rata-rata penyinaran matahari setiap bulan pada  tahun  2013  berkisar  antara  18,9 persen sampai 55,9 persen. Rata-rata kecepatan angin yang terjadi di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2013 mencapai 7,88 mls.

 

2. Potensi Sumberdaya Alam

  • Tanaman Perkebunan

Produksi tanaman perkebunan di Kabupaten  Boven  Digoel  seperti  karet pada tahun 2013 sebesar 383,34 ton, yang mengalami   peningkatan   dari   produksi tahun   sebelumnya,   yaitu   tahun   2012 sebesar 349,584 ton. Produksi tanaman kelapa sawit pada tahun 2013  mencapai 40.197  ton,  dimana  mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan   tahun   sebelumnya   yakni 32.536 ton.

Jumlah petani karet pada tahun 2013 mencapai 838 keluarga, dimana keluarga petani karet terbanyak terdapat di Distrik Mindiptana, yakni sebanyak 390 keluarga, diikuti  oleh  Distrik  Jair  yang  mencapai 120 keluarga.

  • Peternakan

Populasi ternak pada akhir tahun 2013 di Kabupaten Boven Digoel sebagai berikut; ternak babi sebesar 6.340 ekor, ternak  kambing  1.323  ekor  serta  ternak sapi 482 ekor. Jumlah ternak yang dipotong,  baik  di  RPH  maupun  di  luar RPH masing-masing, babi 585 ekor, kambing 174 ekor dan sapi 128 ekor. Dari jumlah ternak yang dipotong tersebut menghasilkan  daging  sebesar  3.394,611 ton daging babi, 23,075 ton daging sapi dan 167,283 ton daging kambing.

Populasi unggas menurut jenisnya adalah sebagai berikut; ayam buras mencapai 14.967 ekor, ayam ras pedaging sebanyak 7.000 ekor, ayam ras petelur sebanyak 4.073 ekor, itik tercatat sebanyak 353 ekor. Produksi daging ayam buras selama tahun 2013 mencapai 20.954 kg, ayam ras pedaging mencapai 6.790 kg dan daging  itik  mencapai  212  kg.  Produksi telur ayam kampung /buras tercatat 9.691 kg, produksi telur ayam ras petelur mencapai 30.670 kg dan telur itik mencapai 2.264 kg.

  • Perikanan

Banyaknya ikan lokal yang dikonsumsi oleh penduduk Kabupaten Boven Digoel pada  tahun  2013  mencapai  70.462  kg Dapat  diketahui  bahwa  konsumsi  ikan lokal perkapita pertahunnya mencapai 1,13 kg. Tingkat konsumsi ikan lokal perkapita ini  mengalami peningkatan  sebesar  0,08 kg dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan sub-sektor Perikanan di Kabupaten Boven Digoel adalah kegiatan yang bergerak pada perikanan darat. Adapun produksi dari perikanan darat tersebut pada tahun 2013 sebagai berikut; produksi ikan betik mencapai 10.061 kg, produksi ikan duri sebesar 6.739 kg, produksi ikan lele sebesar 5.593 kg, produksi ikan gabus sebesar 5.128 kg, produksi ikan nila sebesar 4.716 kg, produksi ikan gastor sebesar 3.846 kg dan berbagai  hasil lainnya seperti Ikan Kakap Rawa, Mujair, Mas serta Udang Galah.

sungai-boven-digoelGambar. Sungai Digoel.  Sumber : https://raymangapul.wordpress.com

 

3. Penduduk dan Tenaga Kerja

  • Penduduk

Berdasarkan data yang bersumber dari Dinas  Kependudukan dan  Tenaga  Kerja Kabupaten Boven Digoel bahwa penduduk kabupaten ini pada tahun 2013 mencapai 66.832 jiwa, dimana terdiri dari laki-laki sebesar   35.724   jiwa   dan   perempuan sebesar 31.108 jiwa. Sedangkan jumlah rumah tangga   mencapai sebesar 18.990 ruta, sehingga rata-rata penduduk per rumah tangga adalah 3 sampai 4 jiwa.

Rasio Jenis Kelamin pada Kabupaten Boven Digoel sebesar 114,84 yang artinya dari 115 laki-laki terdapat 100 perempuan. Tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Boven  Digoel  mencapai  2,47  jiwa  per km2, dimana kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Distrik Mindiptana dengan tingkat kepadatan mencapai 10,07 jiwa per km2, diikuti oleh Distrik Mandobo dengan tingkat kepadatan sebesar 8,34 jiwa per km2.  Sedangkan  tingkat  kepadatan terendah terdapat Distrik Kombay mencapai 0,26 jiwa per km2.

Distribusi penduduk merupakan persebaran jumlah penduduk berdasarkan batasan wilayah administrasi. Sedangkan kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk terhadap luas wilayah yang ditempati ataupun berdasarkan batasan wilayah administrasi sesuai dengan catatan registrasi kependudukan.

 

Tabel. Distribusi dan Kepadatan Penduduk
di Kabupaten Boven Digoel menurut Distrik Tahun 2013

Distrik Luas Daerah (km2) Jumlah Penduduk Kepadatan Per km2
1. Jair 3.061,73 20.664 6,75
2. Subur 2.660,09 1.616 0,61
3. Ki 2.050,60 734 0,36
4. Mindiptana 448,17 4.515 10,07
5. Iniyandit 379,65 1.068 2,81
6. Kombut 660,93 1.015 1,54
7. Sesnuk 1.306,63 470 0,36
8. Mandobo 2.699,51 22.503 8,34
9. Fofi 2.466,70 1.288 0,52
10. Arimop 1.311,77 1.941 1,48
11. Kouh 467,25 1.224 2,62
12. Bomakia 1.082,95 2.615 2,41
13. Firiwage 1.219,97 707 0,58
14. Manggelum 1.289,65 803 0,62
15. Yaniruma 1.611,04 565 0,35
16. Kawagit 904,23 1.176 1,30
17. Kombay 830,91 218 0,26
18. Waropko 1.086,97 2.096 1,93
19. Ambatkwi 1.282,38 866 0,68
20. Ninati 287,07 748 2,61
Jumlah/Total
2013 27.108,29 66.832 2,47
2012 27.108,29 57.691 2,13
2011 27.108,29 55.736 2,06

 

  • Tenaga Kerja

Berdasarkan data yang bersumber dari Dinas  Kependudukan dan  Tenaga  Kerja Kabupaten  Boven  Digoel  bahwa banyaknya pencari kerja pada tahun 2013 mencapai 2.944 orang, dimana laki-laki sebanyak 858 orang dan perempuan sebanyak 2.086 orang. Dari total pencari kerja tersebut sebanyak 50,37 persen atau sebanyak 1.483 orang yang berpendidikan Sekolah Tinggi Lanjutan Atas.

 

4. Perekonomian

  • Koperasi

Jumlah KUD pada tahun 2013 sebanyak 3 unit dengan jumlah anggota mencapai 60 orang. Jumlah Koperasi Non KUD tercatat 70 unit. Koperasi primer di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2013 tercatat 73 unit dengan jumlah anggota mencapai 2.157 orang. Jenis koperasi primer yang paling banyak adalah KSU (Koperasi Serba Usaha) yaitu sebanyak 32 unit dengan beranggotakan sebanyak 1.050 anggota dan Kopermas, yaitu sebanyak 21 unit dengan beranggotakan sebanyak 430 anggota.

  • Penerimaan Asli Daerah

Realisasi Penerimaan Asli Daerah Kabupaten Boven Digoel hingga 2013 tercatat 912,937 miliar rupiah. Dari jumlah tersebut, dapat dirinci dari Pendapatan Asli Daerah sebesar 11,216 miliar rupiah, dari Dana Perimbangan sebesar 810,932 miliar rupiah serta pendapatan lainnya yang sah sebesar 90,789 miliar rupiah. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan rincian berasal dari pajak daerah 4,741 miliar rupiah, dari retribusi daerah sebesar 2,079 miliar rupiah, serta dari laba perusahaan daerah sebesar 4,396 miliar rupiah. Untuk Bagian Dana Perimbangan, dengan rincian berasal dari Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sebesar 66,332 miliar rupiah, dari Dana Alokasi Umum sebesar 660,845 miliar rupiah serta dari Dana Alokasi Khusus sebesar 83,755 miliar rupiah.

  • PDRB

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2013 berdasarkan atas dasar harga berlaku sebesar 2,290 trilliun rupiah, sedangkan berdasarkan atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 583,728 miliar rupiah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pertumbuhan PDRB dibandingkan tahun sebelumnya yakni untuk atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan sebesar 11,99 persen dan untuk atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 5,60 persen.

 

5. Infrastruktur.

  • Transportasi

Panjang jalan di Kabupaten Boven Digoel pada tahun 2013 mencapai 1.136.581 m, dimana jalan negara sepanjang 300.800 m, jalan propinsi sepanjang 45.200 m, dan jalan kabupaten sepanjang 790.581 m. Terjadi penambahan jalan sepanjang 47.500 m dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total panjang jalan tersebut, jalan dengan permukaan aspal sepanjang 339.444 m dan 754.772 m merupakan jalan tanah, sedangkan jalan kerikil sepanjang 42.365 m. Apabila dirinci menurut kondisi jalan, maka sepanjang 235.715 m dalam keadaan rusak berat, 167.407 m dalam keadaan rusak, dan 307.882 m dalam keadaan sedang, sementara itu jalan dalam keadaan baik mencapai 425.577 m.

  • Listrik

Adapun produksi tenaga listrik yang dihasilkan guna memenuhi kebutuhan penduduk Kabupaten Boven Digoel akan listrik pada tahun 2013, untuk wilayah ranting tanah merah sebesar 7.063.403 KWh, untuk wilayah listrik Desa Mindiptana sebesar 186.134 KWh, dan untuk wilayah listrik Desa Getentiri 90.189 KWh. Dari jumlah tenaga listrik yang dihasilkan tersebut, total yang terjual untuk sebesar 6.959.176 KWh.

Banyaknya pelanggan PLN di Kabupaten Boven Digoel mencapai 3.061 konsumen. Dimana pelanggan yang terbanyak adalah rumah tangga, kemudian kelompok bisnis dan kantor pemerintahan. Sedangkan untuk jumlah mesin yang dimiliki wilayah tanah merah sebanyak 3 buah, dan untuk wilayah Mindiptana sebanyak 3 buah dan untuk wilayah Getentiri sebanyak 1 buah.

  • Pos & Telekomunikasi

Jumlah Kantor Pos di Kabupaten Boven Digoel tercatat sebanyak 3 unit yang berada di Distrik Mandobo, Distrik Jair dan Distrik Mindiptana. Walaupun sangat terbatas namun masih dimungkinkan melakukan komunikasi melalui sarana komunikasi yang dioperasikan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia. Pada tahun 2013, sedikitnya terdapat satu lokasi sambungan telekomunikasi yakni di Tanah Merah sebanyak 82 sambungan. Dengan jumlah pelanggan secara keseluruhan 82 pelanggan. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan sebanyak 12 sambungan, atau sebesar 13 persen. Hal ini dapat diakibatkan karena adanya perkembangan teknologi sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan telepon seluler.

 

LOGO-KABUPATEN-BOVEN-DIGOEL

Logo Kabupaten Boven Digoel

6. Rencana Pengembangan

Perkampungan merupakan konsentrasi kegiatan penduduk yang berfungsi sebagai pengembangan lahan permukiman kampung dan aktivitas penunjangnya. Arahan pengembangan sistem pusat permukiman kampung didasarkan pada hasil survei lapangan menggunakan GPS ke kantor-kantor kampung, distrik maupun kabupaten yang dapat dijangkau dan dari sumber-sumber yang memiliki peta atau posisi pemukiman di Papua, dengan kecenderungan:

  • Lokasi Kampung yang berkelompok akan tumbuh pesat yang akan mengarah pada terbentuknya kawasan perkotaan dan berdampak pada tingginya kebutuhan sarana dan prasarana, serta perubahan fungsi lahan.
  • Lokasi kampung yang tersebar akan memiliki pertumbuhan relatif lambat, akan membentuk kawasan perdesaan yang berorientasi pada pengelolaan sumberdaya alam.
  • Lokasi kampung yang berada di kawasan hutan akan mengalami pertumbuhan lambat dan mengarah pada kawasan terpencil.

Secara spasial kegiatan perkampungan, diarahkan untuk dapat saling bersinergi dan saling menunjang satu sama lain dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan masing-masing.

Hal inilah yang perlu dipertimbangkan dalam menata dan mengembangkan wilayah di Kabupaten Boven Digoel, sehingga keterkaitan antara perkampungan dan perkotaan dapat terwujud. Konsentrasi permukiman kampung berkembang secara linier mengikuti pola jaringan dan bentuk jaringan jalan dengan mempertimbangkan kemudahan aksesibilitas dalam menunjang aktivitas pelayanan masyarakat. Sedangkan kecenderungan pembentukan pola permukiman menyebar dan berkelompok dengan konsentrasi dekat dengan tempat aktivitas, membentuk perkampungan dengan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung sosial dan ekonomi. Kawasan permukiman kampung secara konsentris berkembang menjadikan pusat-pusat perkampungan sebagai pusat pelayanan dengan kegiatan informal dalam skala yang terbatas, utamanya akses ke kawasan perkotaan.

1 Comment on "GAMBARAN UMUM KABUPATEN BOVEN DIGOEL"

  1. Sariadi Sipayung | August 1, 2017 at 2:20 am | Reply

    Nice info…………………

Leave a comment

Your email address will not be published.


*